SUKABUMIHEADLINE.com l Fahri Hamzah menyoroti lelang tender penggantian gorden rumah dinas jabatan DPR RI senilai Rp43,5 miliar. Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu meminta Ketua DPR RI Puan Maharani bertanggung jawab atas polemik ini.
“Suruh saja Ketua DPR yang bertanggungjawab. Jangan diam saja, dong,” kata Fahri sambil menyertakan emoticon, dikutip dari detik.com, Sabtu (7/5/2022).
Diketahui, lelang tender penggantian gorden di rumah dinas jabatan anggota DPR RI dimenangi peserta lelang dengan tawaran Rp43,5 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara, mengitip situs LPSE DPR RI, lelang dimenangi PT Bertiga Mitra Solusi (BMS) yang beralamat di Tangerang, Banten. PT BMS mengalahkan 48 perusahaan lainnya. Namun, dalam situs LPSE DPR, hanya ada tiga penawaran.
Berikut tiga peserta lelang yang harga penawarannya terlihat:
1. PT Sultan Sukses Mandiri, Rp37.794.795.705 (Rp37,7 miliar)
2. PT Panderman Jaya, Rp42.149.350.236 (Rp42,1 miliar)
3. PT Bertiga Mitra Solusi, Rp43.577.559.594,23 (Rp43,5 miliar)
Adapun, harga terkoreksi dan negosiasi tender tetap sama seperti yang ditawarkan PT BMS sebagai pemenang tender, yakni Rp43,5 miliar, dari pagu anggaran Rp48,7 M.
“Tahun anggaran APBN 2022. Nilai pagu paket Rp48.745.624.000 (Rp48,7 miliar). Nilai HPS paket Rp45.767.446.332,84 (Rp45,7 miliar),” dalam situs itu.
Merespons hal itu, Fahri Hamzah mengaku sedih jika ada peran pimpinan DPR di balik pengadaan gorden DPR ini.
Padahal, menurut dia, DPR seharusnya tidak mengurus persoalan gorden, melainkan membuat UU hingga mengawasi pemerintah.
“Kalau ada (keterlibatan), agak sedih saya, jangan terlibat. Jadi politisi di Senayan itu fokus sibuk awasi pemerintah, bikin UU dan anggaran yang sehat. Jangan urus gorden,” ujarnya.