Guru, Murid SDN Ciloma Sukabumi Setiap Hari Lintasi Habitat Buaya dan Terlambat Sekolah

- Redaksi

Kamis, 27 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Latif Maulana dan murid SDN Ciloma. I Dok. Pribadi

Latif Maulana dan murid SDN Ciloma. I Dok. Pribadi

SUKABUMIHEADLINE.com I CIBITUNG – Seorang guru honorer dan murid SD Negeri Ciloma harus menggunakan perahu kayu untuk pulang pergi ke sekolah. Pasalnya, Sungai Cikaso menjadi satu-satunya akses menuju sekolah yang berada di Kampung Ciloma, Desa/Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi.

Perjalanan mereka juga tidak mudah, selain perahu kayu yang tidak tersedia setiap waktu, sungai tersebut juga dikenal sebagai tempat bagi habitat buaya yang bisa mengancam keselamatan mereka.

Hal itu dibenarkan oleh salah satu guru honorer yang mengajar di SDN Ciloma, Latif Maulana (30), ia sudah mengajar di sekolah tersebut sejak 2009 lalu. Latif membenarkan jika ingin sampai ke tempatnya mengajar itu harus menggunakan perahu kayu dan melewati habitat buaya di Sungai Cikaso.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ia betul, dari sejak saya mengajar di sini tahun 2009, akses untuk sampai ke tempat saya mengajar memang seperti itu, menggunakan perahu, karena memang rumah saya di Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, jadi berseberangan dengan SDN Ciloma. Akses satu-satunya harus menyebrang dengan menggunakan perahu,” papar Latif kepada sukabumiheadline.com, Kamis (27/1/2022).

Bahkan, untuk menyeberang pun terkadang nunggu perahu yang lewat atau meminjam sama tetangga supaya bisa sampai ke sekolah. Ngeri memang, mengingat Sungai Cikaso menjadi habitat hewan predator (buaya). Jadi itu tantangan bagi kami bersekolah di sini,” imbuh Latif.

Dalam 3
Latif Maulana dan murid SDN Ciloma. I Dok. Pribadi

Latif menambahkan, SDN Ciloma terletak di pinggir Sungai Cikaso menuju muara Laut Kidul. Sedangkan para pelajar yang bersekolah mayoritas harus menyeberangi Sungai Cikaso. Karenanya, murid-murid harus rela datang terlambat karena harus menunggu perahu kayu yang melintas searah.

“Murid-murid kami memang kebanyakan tempat tinggalnya berseberangan dengan sekolah, jadi tak jarang mereka sering kesiangan datang ke sekolah. Jadi itu alasan para murid yang sering terlambat ke sekolah,” jelas Latif.

Meskipun kondisi seperti itu dinilainya melelahkan tenaga dan pikiran, tapi ia tetap bersemangat karena tekadnya memberikan ilmu yang ia miliki demi generasi penerus bangsa.

“Jika dibilang lelah pastinya lelah, namun saya dan guru-guru lain akan selalu semangat memberikan yang terbaik untuk anak-anak di sini agar kelak mereka menjadi penerus bangsa yang berguna bagi nusa bangsa,” pungkas Latif.

Berita Terkait

Trik pemuda Gunungguruh Sukabumi edarkan belasan ribu butir obat terlarang
Pimpinan DPRD: Terus berkarya untuk Indonesia dan Kabupaten Sukabumi
Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Pimpinan DPRD: Terus berkarya untuk Indonesia dan Kabupaten Sukabumi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Berita Terbaru