sukabumiheadline.com – Pembangunan double track atau jalur ganda rel kereta api (KA) relasi Bogor-Ciawi-Sukabumi akhirnya rampung. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Bandung (BTP Bandung), Endang Setiawan.
Seperti diketahui, jalur ganda relasi bogor-sukabumi telah resmi beroperasi sejak Maret 2022 lalu. Baca selengkapnya: Menhub: Pekan Depan Jalur Double Track KA Bogor-Sukabumi Beroperasi
Dalam rilisnya, Endang menyebut pembangunan jalur ganda di ruas Paledang (Bogor) hingga Cicurug (Kabupaten Sukabumi), Jawa Barat, rampung dibangun selama 10 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Endang juga menyebut telah merampungkan pembangunan dan penataan stasiun serta peningkatan keselamatan perkeretaapian pada jalur KA relasi Bogor-Sukabumi tersebut.
Rekomendasi Redaksi: 5 Soal Bandara Sukabumi, dari Ketiadaan Lahan, Dikritik Ekonom hingga Bikin Sewot Susi
“Secara keseluruhan, total anggaran yang dihabiskan untuk pembangunan tersebut mencapai 2,2 triliun Rupiah,” ungkap Endang, dikutip sukabumiheadline.com, Ahad (6/10/2024).
“DJKA melalui BTP Bandung telah membangun jalur ganda dengan total panjang jalur 26,6 km/sp dengan tujuan untuk meningkatkan keamanan dan volume perjalanan kereta api,” tambahnya.
Sebagai informasi, pembangunan double track ini merupakan program padat karya sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 70 Tahun 2021. Dengan adanya program ini, membantu dalam pemberdayaan dan perekonomian masyarakat sekitar.
Rekomendasi Redaksi: Mayoritas warga Jakarta tak setuju ibu kota pindah ke IKN, 2 PSN di Sukabumi terbengkalai?
Selain jalur ganda, selama 10 tahun terakhir dilakukan pula pembangunan dan penataan stasiun di sepanjang jalur lintas Bogor-Sukabumi demi meningkatkan kualitas pelayanan penumpang kereta api.
“Stasiun-stasiun yang berada pada lintas Bogor-Sukabumi ini juga merupakan area strategis yang dekat dengan lokasi wisata sehingga kami harap masyarakat yang ingin berlibur di sekitar Bogor atau Sukabumi dapat memanfaatkan transportasi kereta api,” katanya.
DJKA juga mengutamakan keselamatan pengguna jalan dengan membangun perlintasan tidak sebidang pada lintas Bogor-Sukabumi. Hal tersebut didukung dengan dibangunnya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), Underpass, serta Overpass. DJKA juga membangun skybridge yang menyambungkan Stasiun Bogor Paledang dan Stasiun Bogor Kota.
“Target kami skybridge dapat dioperasikan pada tahun 2024 ini dan kami berharap dengan adanya skybridge dapat memudahkan akses penumpang kereta api,” ujar dia.
Rekomendasi Redaksi: Menikmati sensasi menawan naik KA Panoramic dari Stasiun Gambir ke Sukabumi
Pembangunan skybridge dan Stasiun Bogor Paledang, total anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp95 miliar. Untuk skybridge sendiri, terletak di Stasiun Bogor Paledang dengan panjang 200 m dan dibuat dengan tujuan meningkatkan keamanan pengguna kereta api serta pengoperasian kereta api.
“Skybridge ini terhubung langsung dengan Taman Topi Square dan Alun-Alun Kota Bogor dengan tujuan agar kami dapat sedikitnya membantu para pelaku UMKM di sekitar stasiun,” kata Endang.