Icip Pedasnya Ayam Geprek NPWP di Gunungpuyuh Kota Sukabumi

- Redaksi

Sabtu, 9 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ayam Geprek NPWP. l Istimewa

Ayam Geprek NPWP. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l GUNUNGPUYUH – Siapa tak kenal menu ini, salah satu varian menu kuliner dari sekian banyak menu ayam, ayam geprek. Menu ayam disiram sambal pedas plus nasi dan lalapan.

Ada banyak penjual ayam geprek di Sukabumi, salah satunya Ayam Geprek NPWP. Kedai ayam geprek yang satu ini terletak di Jl. Karamat Anyar RT 01/03, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.

Meskipun berjualan di rumah, namun Ayam Geprek NPWP menawarkan rasa yang beda, dari mulai ayam hingga sambal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pedasnya pas di lidah, baik anak-anak maupun orang tua. Daging ayamnya pun tidak kenyal, tapi empuk namun tidak rusak meskipun digeprek. Sementara, tambahan tepung pada goreng ayam, membuat ayam geprek ini ada kress-kressnya saat digigit.

Meskipun harga satu porsi Ayam Geprek NPWP cukup murah, tapi satu porsinya cukup membuat perut kenyang. Satu porsi Ayam Geprek NPWP dijual dari mulai Rp10 ribu hingga Rp21 ribu.

“Kalau masih kurang ada menu Seubeuh dengan tambahan mie goreng, atau menu Seubeuh 2 dengan tambahan tempe dan tahu gireng,” kata pria 25 tahun itu kepada sukabumiheadline.com, Jumat (8/7/2022) malam.

“Beli ayam geprek plus lalapannya aja juga bisa. Biasanya yang pesan untuk dibawa pulang atau tambahan untuk cemilan,” tambah Andi.

Beda rasa yang ditawarkan, membuat Ayam Geprek NPWP banyak digemari pelanggan dan sudah dikenal sejak lima bulan usaha kuliner tersebut mulai dijalankan.

“Kalau pemasaran selama ini lebih banyak melalu media sosial aja, dibantu istri juga,” jelasnya.

Untuk informasi, NPWP merupakan singkatan dari Nu Penting Wareg Pisan alias yang penting kenyang banget.

Pemiliknya, Andi Kautsar, mengaku sejak masih duduk di bangku SMA sudah menyukai usah kuliner. Karenanya, setelah menikahi wanita Sukabumi, ia pun mulai berjualan ayam geprek dengan mudah dari amplop nikahannya pada awal 2021 yang lalu.

“Dipilih nama NPWP karena kita mau namanya unik biar gampang diingat. Kalau penjualan, sejauh ini lebih banyak melalui aplikasi perpesanan. Jadi delivery order gitu, untuk paket yang 21 ribu Rupiah,” pungkas Andi.

Berita Terkait

Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks
Ketika perempuan Sukabumi tak pernah kehilangan identitas Sunda
Mendikdasmen akan berlakukan lagi kebijakan tidak naik kelas tahun depan
Daftar universitas dengan Fakultas Kedokteran Terbaik di Indonesia 2026 versi QS Ranking
Daftar kampus dengan fakultas hukum terbaik di Indonesia 2026 versi QS Ranking
86 RS kerjasama dengan Pemprov Jabar, 6 RSUD Sukabumi, 14 RS di Jakarta dan Bandung

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:00 WIB

5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Ketika perempuan Sukabumi tak pernah kehilangan identitas Sunda

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Mendikdasmen akan berlakukan lagi kebijakan tidak naik kelas tahun depan

Berita Terbaru

Luhut Binsar Pandjaitan - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Regulasi

Prabowo setujui usulan Luhut ubah definisi korupsi

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:30 WIB