Ingat 2023 demo warga berkostum pegawai PU? Rusak Jalan Provinsi di Sukabumi kian parah

- Redaksi

Kamis, 16 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demo Jalan Provinsi rusak di wilayah Kabupaten Sukabumi, pada saat peringatan 17 Agustus 2023 - Hadi Mardiana

Demo Jalan Provinsi rusak di wilayah Kabupaten Sukabumi, pada saat peringatan 17 Agustus 2023 - Hadi Mardiana

sukabumiheadline.com – Potret mengkhawatirkan di ruas Jalan Raya Babakan, tepatnya di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jalan berubah bak kolam besar di tengah jalan ketika diguyur hujan deras.

Pantauan sukabumiheadline.com, kondisi tersebut sangat berbahaya bagi pengendara, terutama roda dua. Mengingat, kedalaman lobang jalan di ruas penghubung Kota Sukabumi dengan Jampang Tengah via Pangleseran, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi tersebut, ada yang hingga 30 cm.

Berita Terkait: Ridwan Kamil janji perbaiki awal 2024, Jalan Provinsi di Sukabumi masih rusak

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mirisnya lagi, jalan rusak tersebut tembus hingga ke wilayah Kecamatan Bojonglopang. Meskipun di beberapa titik terdapat bagian jalan yang mulus.

Tak heran jika banyak pengguna jalan mengalami mogok hingga harus mendorong kendaraannya. Bahkan, tak sedikit terjadi kecelakaan akibat terjerumus ke kubangan yang dalam di tengah jalan.

“Saya pernah kejadian, ada sekira dua bulan ke belakang. Waktu itu jam sembilan malam, walaupun lampu terang, tapi karena gak hafal jalan tetap aja jatuh,” kata Teguh Rahayu (24).

Berita Terkait: Kesal Jalan Rusak Bertahun-tahun, Warga Jampang Tengah dan Lengkong Sukabumi Turun ke Jalan

Jalan Provinsi rusak di wilayah Kabupaten Sukabumi - Hadi Mardiana
Jalan Provinsi rusak di wilayah Kabupaten Sukabumi – Hadi Mardiana

Berita Terkait: Jalan Pangleseran Sukabumi Rusak Parah, Warga Cerita Pernah Jatuh dan Kapok Mudik

17 Agustus warga demo jalan rusak

Pawai iring iringan warga dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2023 lalu dijadikan momentum untuk mengkritik jalan rusak di daerahnya. Baca lengkap: Ketika pawai 17 Agustusan jadi ajang sindir jalan rusak di Sukabumi

Menurut warga, jalan rusak dan berdebu sangat membahayakan para pengendara yang melintas, terutama pengemudi roda dua. Pasalnya, jangkauan pandangan menjadi lebih terbatas dan berbahaya terhadap mata. Baca lengkap: Ngeri, Begini Penampakan Jalan Rusak dan Berdebu di Sukabumi

Kini, setelah 9 bulan aksi unjuk rasa tersebut dilakukan ratusan warga, Jalan Provinsi di wilayah tersebut malah semakin parah.

Gak habis pikir saya, udah mau setahun belum juga diperbaiki. Gak peka atau memang gak peduli gitu,” sesal Hadi Mardiana, Kamis (16/5/2024).

Berita Terkait

90% dari 39 kasus PMI asal Sukabumi berangkat ilegal
Puncak Habibie Sukabumi terbakar, kobaran api kian meluas
Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU
Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes
Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19
Kholid Jaelani, pria asal Sukabumi meninggal dunia di kawasan IKN
DPRD Kabupaten Sukabumi bahas transformasi Perumda AMTJM jadi perseroda
12 anak di bawah umur di Sukabumi dicabuli lansia 72 tahun, imbalan Rp2 ribu

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:18 WIB

90% dari 39 kasus PMI asal Sukabumi berangkat ilegal

Senin, 27 Juli 2026 - 22:36 WIB

Puncak Habibie Sukabumi terbakar, kobaran api kian meluas

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:05 WIB

Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:58 WIB

Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:20 WIB

Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19

Berita Terbaru