Isi AlQuran Jadi Alasan Intelijen Amerika Serikat Monica Witt Mualaf

- Redaksi

Selasa, 27 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Monica Witt. l Istimewa

Monica Witt. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Seorang mantan perwira intelijen angkatan udara Amerika Serikat (AS), Monica Witt, kini masih menjadi buron FBI.

Wanita 39 tahun iti dituduh sebagai mata-mata setelah membelot ke Iran pada 2013. Dia diduga telah membocorkan identitas para agen Amerika Serikat dan rahasia lainnya.

Dalam dakwaan, Witt membelot ke Iran pada Agustus 2013 dengan membawa dokumen rahasia tentang agen dan intelijen Amerika Serikat yang pernah bekerja bersamanya. Hal ini kemudian menjadi sasaran bagi para hacker Iran. Empat di antaranya disebutkan dalam dakwaan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, belakangan diketahui jika Monica Witt membelot karen telah memeluk Islam.

Diketahui, pemilik nama lengkap Monica Elfriede Witt ini ketika 2013 pernah diwawancara Kantor Berita Quran Iran. Dahulu dia merupakan seorang kristen namun bukan jamaah yang taat hingga dia mendaftar di militer Amerika Serikat.

Monica lahir 8 April 1979 di El Paso, Texas. Ibunya meninggal sebelum dia aktif bertugas di militer tahun 1997. Dia pun tinggal bersama kerabatnya hingga pada 2008. Ayahnya Harry Witt sejak 2019 tinggal di Longwood, Florida.

Ia dekat dengan Islam sejak ditugaskan ke Irak untuk memahami penduduk Irak, dia pun terpaksa mempelajari AlQuran.

Namun semakin lama mempelajari AlQuran dia semakin antusias dengan isinya. Meskipun setelah dia menjadi mualaf negaranya menuduh dia membelot, dia yakin bahwa ini adalah keputusan sepenuh hati.

“Sangat mengesankan, saya tidak pernah membayangkan sebelumnya. Saya menjadi begitu tertarik dengan AlQuran sehingga setiap malam saya mempelajarinya, “jelas dia dilansir BBC.com.

Ia kemudian muncul di televisi Iran dan mendeklarasikan diri sebagai seorang Muslim. Saat itu dia berharap setelah memeluk Islam sebagai seseorang yang bertugas di tentara AS selama bertahun-tahun, hak untuk memilih agama dan kepercayaan akan dihormati.

Baca Juga :  Awalnya Pura-pura Islam karena Tinggal di Lingkungan Muslim, Tionghoa Ini Malah Akhirnya Mualaf

“Namun, seorang anggota tentara Amerika Serikat yang menjadi Muslim bukanlah sesuatu yang bisa mereka pertahankan. Mereka takut pada orang-orang seperti itu,” jelas dia.

Menurut Monica, teman-temannya, keluarga, dan militer Amerika Serikat di bawah pengaruh propaganda anti Islam dan tidak menerima agamanya saat ini. Setelah memeluk Islam dia pun mendapatkan banyak dakwaan dari pemerintah Amerika Serikat terutama pelanggaran militer.

Dilansir theguardian.com, dia masuk Islam dalam acara televisi di 2012 pada perjalanan pertamanya ke Teheran bersama seorang mualaf yang lebih terkenal, Sean Stone, putra sutradara film Amerika Serikat Oliver Stone.

Banyak pertanyaan yang menarik dirinya lebih dekat kepada Islam terutama tentang tujuan utama kehidupan dan mengapa kita harus hidup dengan cara terbaik?

Monica yang bernama Muslim Fatemah Zahra ini merupakan lulusan dari dari University of Maryland, College Park dan gelar master dari Universitas George Washington (GWU). Dia juga memiliki sertifikasi bahasa Persia dari Defense Language Institute.

Teman-teman sekelas di GWU menggambarkan Witt sebagai orang yang pendiam dan introvert. Meskipun ketika dia berbicara tentang dinas militernya, dia menggambarkan dengan jelas tentang serangan pesawat tak berawak, pembunuhan di luar hukum, dan kekejaman terhadap anak-anak. Ini lah yang menjadi penyebab dia terserang insomnia.

Monica bekerja dengan intelijen militer, dia bergabung dengan Angkatan Udara Amerika Serikat pada Desember 1997. Sebagai bagian dari spesialisasi Angkatan Udara, Moica diberi akses ke SECRET dan TOP SECRET “informasi pertahanan nasional yang berkaitan dengan intelijen asing dan intelijen Amerika Serikat, termasuk HUMINT yang berisi nama sebenarnya dari sumber intelijen dan agen klandestin dari Amerika Serikat.

Pada Februari 1998 hingga April 1999, dia ditugaskan ke Lembaga Bahasa Pertahanan untuk dilatih dalam bahasa Persia. Antara Mei 1999 hingga November 2003, di ditugaskan beberapa kali untuk melakukan misi rahasia dan mengumpulkan sinyal intelijen tentang musuh Amerika Serikat.

Baca Juga :  5 Artis Mantap Berhijab Setelah Mualaf

Selama awal Perang Irak, Sersan Witt adalah seorang Analis Bahasa Kriptologis Udara yang ditugaskan ke Skuadron Pengintai ke-95, yang ditempatkan di Pangkalan Angkatan Laut Kreta. Ketika perang meletus pada tanggal 20 Maret 2003, tiga pekan berikutnya dia melakukan operasi tempur besar yang berkelanjutan.

Dia menjadi anggota awak pesawat Boeing RC-135V atau W Rivet Joint. Untuk tugas ini, Monica dianugerahi Medali Udara oleh Presiden AS George W Bush.

Monica lantas berpartisipasi dalam penerbangan udara yang berkelanjutan dari 29 Maret hingga 18 April. Selama periode ini, angkatan udara dan keberanian Sersan Witt dapat menyelesaikan misi pengintaian dalam mendukung Operasi IRAQI FREEDOM , dalam kondisi yang sangat berbahaya, dia menunjukkan kemahirannya yang luar biasa dan pengabdian yang teguh pada tugas.

Sikap profesional dan pencapaian udara luar biasa dari Sersan Witt mencerminkan penghargaan besar pada dirinya dan Angkatan Udara Amerika Serikat.

Ia lalu dipindahkan ke Pangkalan Angkatan Udara Andrews dari Pangkalan Angkatan Udara Offutt pada November 2003, dan mulai penugasannya sebagai agen khusus Kantor Penyelidikan Khusus (OSI) Angkatan Udara, dengan fokus pada penyelidikan kriminal dan intelijen. Witt melanjutkan operasi rahasia di Timur Tengah, dan memiliki akses ke program akses khusus (SAP) informasi rahasia hingga Agustus 2010.

Sepanjang layanannya dengan militer AS, Witt dikerahkan ke Arab Saudi, Diego Garcia, Yunani, Irak, dan Qatar. Selain Air Medal-nya, Witt menerima tiga Medali Penghargaan Angkatan Udara dan tiga Medali Prestasi Udara.

Monica Witt berpisah sebagai sersan teknis pada bulan Juni atau Maret 2008. Ini karena dia berniat untuk memeluk Islam dan tentu menjadi pendorong dalam keputusannya untuk meninggalkan Angkatan Udara.

Berita Terkait

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat
Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan
Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi
Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya
Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi
Hasil rukyatul hilal di Sukabumi, 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin 31 Maret 2025
Mengenang kiprah Wisjnu Mouradhy, jurnalis dan tokoh film nasional asal Sukabumi era 1940
Masih binggung? Jangan abaikan aturan qadha dan fidyah bagi yang batal puasa Ramadhan ini

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 00:01 WIB

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat

Selasa, 1 April 2025 - 20:44 WIB

Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan

Senin, 31 Maret 2025 - 21:56 WIB

Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi

Senin, 31 Maret 2025 - 10:00 WIB

Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya

Minggu, 30 Maret 2025 - 00:01 WIB

Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi

Berita Terbaru