Kahlil Gibran Berasal dari Lebanon, Melihat Data Pemeluk Agama di Paris-nya Timur Tengah

- Redaksi

Minggu, 17 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana ibu kota Lebanon, Beirut. l Istimewa

Suasana ibu kota Lebanon, Beirut. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Agama warga negara Lebanon didominasi oleh muslim, namun ada juga beberapa agama lain yang punya persentase cukup besar seperti Kristen dan ortodoks Yunani.

Seperti halnya negara lain, negara di mana penyair terkenal, Kahlil Gibran itu lahir juga memberikan kebebasan bagi warganya untuk memeluk agama dan menjalankan ritual sesuai kepercayaan masing-masing selama tidak mengganggu ketertiban umum.

Berita Terkait: Profil dan Agama Kahlil Gibran Penyair asal Lebanon Karyanya Disukai Warga Sukabumi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyair dan seniman seni rupa asal Lebanon, Kahlil Gibran. l Istimewa
Penyair dan seniman seni rupa asal Lebanon, Kahlil Gibran. l Istimewa

Namun demikian, ada sejumlah kelompok agama tidak terdaftar dalam konstitusi Lebanon, seperti Baha’i dan Protestan yang masih belum diakui menurut laman U.S. Department of State.

Adapun, persentase agama warga negara Lebanon dari total populasi yang mencapai 5,3 juta jiwa pada pertengahan tahun 2022, Islam menjadi agama mayoritas di negara yang populer disebut sebagai Paris-nya Timur Tengah itu.

Meskipun belum melakukan sensus penduduk secara resmi sejak 1932 silam, namun sebuah lembaga jajak pendapat dan penelitian independen, memperkirakan Muslim di negara itu berjumlah 69,3%.

Diketahui, agama Islam di Lebanon terbagi menjadi 31,2% Sunni, 32% Syiah, dan 6,1% gabungan antara Alawi dan Ismailiyah.

Kemudian, statistik Lebanon memperkirakan sebanyak 30,7 persen penduduknya beragama Kristen.

Umat Katolik Maronit adalah kelompok Kristen terbesar di negara yang berada di Asia Barat ini. Diikuti dengan Ortodoks Yunani 25%.

Kelompok Kristen lainnya termasuk Katolik Yunani, Ortodoks Armenia, Katolik Armenia, Ortodoks Syria, Katolik Siria, Asiria, Katolik Khaldea, Koptik, Protestan, dan Katolik Roma juga ada di negara ini.

Banyaknya pemeluk Islam di Lebanon disebabkan oleng pengungsi dari Palestina maupun Suriah.

Menurut Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dan organisasi lain memperkirakan bahwa total populasi mencakup 4,5 juta warga negara dan 1,5 juta pengungsi yang melarikan diri dari konflik di Suriah dan Irak.

Meskipun hanya memiliki penduduk sekitar 5 juta, negara yang menerapkan sistem pemerintahan republik demokrasi parlementer ini jadi salah satu negara terpadat di kawasan Mediterania.

Selain itu, Lebanon juga memiliki tingkat melek huruf yang tinggi menurut laman Britannica. Meskipun sumber daya alamnya sedikit, negara ini telah lama menjadi pusat komersial dan budaya yang sibuk di Timur Tengah.

Berita Terkait

Donald Trump desak gencatan senjata, Iran tolak mentah-mentah
Innalillahi, dua prajurit TNI menyusul gugur diserang Israel
Anggota TNI gugur diserang pasukan Israel di Lebanon
No Kings! 8 juta warga AS demo kebijakan Donald Trump
Survei: Nilai politik luar negeri dan ekonomi Donald Trump anjlok di mata publik AS
Dihujat, Benjamin Netanyahu: Yesus Kristus tak lebih unggul atas Genghis Khan
Iran tembak Jet F-35 Lightning II, pesawat tempur siluman AS jatuh
AS melunak untuk redam harga minyak, sanksi terhadap Iran dilonggarkan

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 19:06 WIB

Donald Trump desak gencatan senjata, Iran tolak mentah-mentah

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:04 WIB

Innalillahi, dua prajurit TNI menyusul gugur diserang Israel

Senin, 30 Maret 2026 - 15:14 WIB

Anggota TNI gugur diserang pasukan Israel di Lebanon

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:18 WIB

No Kings! 8 juta warga AS demo kebijakan Donald Trump

Kamis, 26 Maret 2026 - 05:12 WIB

Survei: Nilai politik luar negeri dan ekonomi Donald Trump anjlok di mata publik AS

Berita Terbaru

Ilustrasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump - sukabumiheadline.com

Internasional

Donald Trump desak gencatan senjata, Iran tolak mentah-mentah

Sabtu, 4 Apr 2026 - 19:06 WIB