sukabumiheadline.com – Pascademonstrasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kamis lalu, Kepala Polres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi membeberkan berbagai pengungkapan selama kepemimpinannya yang baru 116 hari.
Saat berdemonstrasi, massa aksi PMII Kota Sukabumi mengkritisi kinerja Polres Sukabumi Kota karena banyaknya peristiwa kriminal. Seperti geng motor, tawuran pelajar, judi online, prostitusi online hingga peredaran narkoba. Baca selengkapnya: Terkait kriminalitas di Kota Polisi, PMII gugat Polres Sukabumi Kota
Penyampaian pengungkapan berbagai tindakan kriminalitas tersebut dibalut dalam kegiatan konferensi pers di Polres Sukabumi Kota, Sukabumi, Sabtu (9/11/2024) petang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rekomendasi Redaksi:

Hadir pada kesempatan itu, Pj Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, Komandan Kodim 0607/Kota Sukabumi, Letkol Inf Yudhi Hariyanto dan Pejabat Utama (PJU) Polres Sukabumi Kota serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.
“Selaras dengan program Asta Cita Presiden RI, alhamdulilah, Polres Sukabumi Kota melalui Satuan Reserse Kriminal dan Narkoba telah melakukan pengungkapan seratusan kasus,” ungkap Rita. Baca selengkapnya: Mojang Sunda jadi Kapolres Sukabumi Kota, ini profil dan prestasi mentereng AKBP Rita Suwadi
Kasus-kasus yang diungkap, seperti aksi kejahatan jalanan oleh berandalan bermotor, pengeroyokan dan penganiayaan, judi online, penyalahgunaan dan peredaran narkoba, minuman beralkohol hingga Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Fungsi Samapta juga telah melakukan patorli rutin setiap saat dan memiliki pos masing-masing yang berpotensi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Tentunya dilaksanakan dengan pola dan petunjuk teknis sesuai dengan pemetaan setiap wilayah.
“Fungsi Samapta ini intens dalam upaya pencegahan tawuran pelajar, menempatkan anggota-anggota di titik-titik rawan tawuran pelajar sampai dengan penanganan bencana,” ujar Rita.
Baca Juga: Kecewa, Marah hingga Melecehkan, 5 Status Warganet Sukabumi Terkait Geng Motor
Begitu juga dengan fungsi Lalu Lintas, ia menuturkan selain melaksanakan tugas rutin sehari-hari, fungsi lalu lintas telah menjalankan responsibilitas aduan masyarakat saat terjadi upaya pencurian kendaraan bermotor.
Kasusnya pernah diekspose bahwa Satuan Lalu Lintas berhasil menggagalkan pencurian kendaraan roda empat jenis hi-ace yang kebetulan para penumpangnya sedang berwisata di Kadudampit dan menjadi korban pencurian kendaraan bermotor.
“Alhamdulillah berhasil kami ungkap dalam kurun waktu 8 jam dan telah kami kembalikan kendaraan bermotor tersebut kepada pemiliknya,” tutur Rita.
“Kami pun telah membentuk tim khusus bernama Macan Bintana Tactical Team yang beroperasi di seputaran wilayah hukum Polres Sukabumi Kota khusus untuk menangani kejahatan jalanan, baik begal, geng motor tawuran dan lain sebagainya,” sambung dia.
Rita menerangkan, pihaknya telah melakukan inovasi di bidang layanan informasi untuk memudahkan komunikasi antara masyarakat dengan Polri. Dengan jumlah personel, dan segala kekurangan, tentunya tidak dapat menjaga situasi Kamtibmas secara maksimal. jika tanpa dukungan seluruh lapisan masyarakat.
“Makanya kami menyediakan call center 110 dan Lapor Polisi SIAP MANGGA di 0811654110, dimana masyarakat dapat dengan mudah berkomunikasi atau memberikan informasi kamtibmas maupun gangguan kamtibmas kepada Kepolisian, sehingga penanganan terhadap informasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti,” terang dia.
Rekomendasi Redaksi: Bak Sinetron, Mengingat 4 Episode Deklarasi Tolak Geng Motor di Kota Sukabumi
Layanan informasi tersebut telah sering disosialisasikan kepada masyarakat, baik oleh para personel Bhabinkamtibmas maupun personel Polri lainnya di tengah kegiatan maupun tugasnya sehari-hari.
Bahkan layanan ini juga terus publikasikan, baik melalui spanduk, baligho maupun di media sosial dan media online yang seharusnya dapat terlihat jelas dan diketahui oleh masyarakat dengan mudah.
“Ke depan, kami juga akan membuat informasi digital yang akan memuat update setiap pengungkapan kasus, prestasi dan kegiatan kami agar dapat diakses dan dimonitor oleh seluruh masyarakat,” ucap dia.
Siap terima koreksi tanpa intervensi
Rita memastikan, pihaknya terbuka dengan semua koreksi yang mendukung Kamtibmas di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.
Ia tidak pernah resistance terhadap koreksi apapun, akan tetapi tanpa intervensi. Silakan jika memiliki data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pihak kepolisian akan senantiasa melakukan perbaikan dan peningkatan untuk seluruh masyarakat khususnya wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.
“Kami sadar kami manusia biasa yang banyak kekurangan. Mari diskusi, sampaikan dengan sopan santun tanpa merusak fasilitas negara yang diberikan oleh rakyat sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat,” ucap Rita.
“Kami memohon dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama dan bahu membahu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota,” harap dia.
Data Polres Sukabumi Kota menyebutkan pengungkapan Satuan Reserse Kriminal terdapat 50 kasus, meliputi 4 kasus kepemilikan senjata tajam (sajam) oleh geng motor, 6 kasus pencurian dengan pemberatan, 2 kasus pornografi, 6 kasus pengeroyokan dan penganiayaan, 2 kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur.
Selain itu ada 1 kasus perlindungan konsumen, 1 kasus pembunuhan, 3 kasus penggelapan dalam jabatan, 2 kasus judi online, 3 kasus penganiayaan, 3 kasus gembos ban dan pecah kaca, 1 kasus pemerkosaan, 2 kasus setubuhi anak di bawah umur, 1 kasus pengrusakan, 2 kasus uang palsu.
Juga 2 kasus pencurian dengan kekerasan, 1 kasus penembakan seni ilegal, 3 kasus korupsi, 2 kasus penipuan dan penggelapan, 1 kasus pencurian sepeda motor, 1 kasus pupuk bersubsidi dan 1 kasus TPPO.
Dari Satuan Reserse Narkoba telah mengungkap 54 kasus dengan 62 tersangka berikut barang bukti narkoba berbagai jenis.
Di antaranya sabu sebanyak 555,29 gram, ganja kering sebanyak 1574,47 gram, ekstasi sebanyak 126 butir, obat psikotropika sebanyak 593 butir, obat keras terbatas sebanyak 18.106 butir, 170 botol minuman berakohol.