SUKABUMIHEADLINE.com l PARUNGKUDA – Berawal dari keahlian yang dimilikinya dalam membuat kue semprong, sejak sebulan lalu Rizki Awaludin memproduksi kue tradisional tersebut di rumahnya.
Meskipun masih menjadi usaha sampingan, tapi siapa sangka Kue Semprong Tabah Rizki yang diproduksi di Kampung Parungkuda Pasar, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu bisa meraup Rupiah hingga Rp6 juta per bulan.
Pemuda berusia 24 tahun itu mengaku memiliki keahlian membuat kue semprong dari orangtuanya. Tak heran jika ia terlihat begitu terampil membuat kue yang lezat dinikmati bersama kopi atau teh hangat itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini, meskipun masih terbilang usaha sampingan, honorer di salah satu perusahaan daerah, itu dalam sehari bisa memproduksi hingga 10 kg kue semprong.
“Sekarang sehari paling hanya sepuluh kilogram karena masih memanfaatkan waktu luang aja sepulang kerja,” kata dia kepada sukabumiheadline.com, Rabu (6/7/2022) siang.
Kue semprong buatan pemuda yang akrab dipanggil Dayan, itu memiliki berbagai varian rasa, seperti nangka, pisang, dan lainnya.
Daya menjual kue semprong dengan cara dikemas plastik isi 38, dengan berat sekira setengah kilogram. Sebungkus kue semprong ya ia jual seharga Rp20 ribu.
“Sebungkusnya setengah kilogram. Dijual 20 ribu Rupiah ke pemesan karena sekarang masih memproduksi sesuai pesanan, belum menjualnya ke pasar pasar,” kata Dayan.
“Jadi pemasarannya masih mengandalkan dari mulut ke mulut aja. Pengennya sih lebih berkembang lagi, biar bisa ngajak teman-teman yang lain memproduksi kue semprong. Biar ada penghasilan,” pungkas Dayan.