Keluar dari mobil di lokasi terlarang, satu keluarga asal Sukabumi di-blacklist Taman Safari

- Redaksi

Kamis, 20 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluar dari mobil di lokasi terlarang, satu keluarga asal Sukabumi di-blacklist Taman Safari Indonesia - Istimewa

Keluar dari mobil di lokasi terlarang, satu keluarga asal Sukabumi di-blacklist Taman Safari Indonesia - Istimewa

sukabumiheadline.com – Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor, mengambil tindakan tegas dengan memasukkan satu keluarga asal Sukabumi, Jawa Barat, ke dalam daftar hitam.

Tindakan diambil setelah keluarga pengunjung TSI tersebut turun dari kendaraan di area yang dilarang. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (15/2/225), sekira pukul 11.00 WIB, di zona Flamingo, viral di media sosial.

“Karena kita lembaga konservasi yang bisa kita berikan sanksi itu berupa blacklist. Kalau langkah hukum itu prosesnya ke tim penengak hukum,” jelas Danang Wibowo Marcom.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak TSI telah mengantongi data lengkap pengunjung tersebut sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi. TSI mengimbau seluruh pengunjung untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku demi keselamatan bersama serta kelestarian satwa di dalamnya.

“Kami sangat menyesalkan tindakan yang tidak bertanggung jawab ini. Aturan dibuat untuk menjaga keselamatan pengunjung dan satwa di kawasan Taman Safari. Kami berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar lebih menaati peraturan yang ada,”ungkap Danang.

Meskipun insiden ini tidak terjadi di area satwa karnivora, tindakan pengunjung tersebut tetap melanggar aturan yang telah ditetapkan TSI. Larangan untuk tidak keluar kendaraan telah jelas tertera di sepanjang jalur perjalanan (journey) dalam kawasan TSI.

“Di peta, di sosial media juga kita berikan edukasi tidak boleh turun di area satwa”.

Berita Terkait

Gunawan Sadbor Sukabumi beraksi di trotoar, netizen: Bikin malu Jabar dan Sunda
Bocah Sukabumi derita kanker darah dipuji KDM, tetap hidup karena tak henti bernafas
Bintang Borneo FC tanya kesediaan KDM jadi Gubernur Kaltim
Kisah sedih Sri Apriliani: Yatim piatu di Sukabumi DO sekolah, diejek teman, huni rutilahu
Jengkel Asep Japar rajin giat seremoni, warga Palabuhanratu minta pisah dari Sukabumi
Kenalin Poyici Oyen, si mpus tukang pantau lalin Bogor, Puncak, Sukabumi
Mengingat kembali alasan gambar di kaleng Khong Guan Biscuits tanpa ayah
Nama terpopuler pria dan wanita di Indonesia dari generasi Baby Boomer, XYZ – Alpha

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 22:21 WIB

Gunawan Sadbor Sukabumi beraksi di trotoar, netizen: Bikin malu Jabar dan Sunda

Kamis, 23 April 2026 - 22:26 WIB

Bocah Sukabumi derita kanker darah dipuji KDM, tetap hidup karena tak henti bernafas

Senin, 20 April 2026 - 17:50 WIB

Bintang Borneo FC tanya kesediaan KDM jadi Gubernur Kaltim

Sabtu, 18 April 2026 - 19:25 WIB

Kisah sedih Sri Apriliani: Yatim piatu di Sukabumi DO sekolah, diejek teman, huni rutilahu

Kamis, 16 April 2026 - 05:02 WIB

Jengkel Asep Japar rajin giat seremoni, warga Palabuhanratu minta pisah dari Sukabumi

Berita Terbaru

Wisata

Kemendagri ingin hotel tak minta KTP tamu saat check in

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:09 WIB

Kepala BGN, Dadan Hindayana - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Regulasi

BGN: Tak ada batas usia maksimum untuk kerja di Dapur MBG

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:57 WIB