Kenali 5 Fakta Surili, Hewan Endemik Penghuni Gunung Halimun Salak Sukabumi-Bogor

- Redaksi

Minggu, 3 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surili, fauna endemik hutan tropis di Jawa Barat - Ist

Surili, fauna endemik hutan tropis di Jawa Barat - Ist

sukabumiheadline.com l Surili atau Lutung Jawa adalah salah satu fauna endemik Jawa Barat yang menjadi penghuni istimewa di hutan tropis kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Hingga saat ini, TNGHS yang berada di perbatasan Kabupaten Sukabumi dengan Bogor itu menjadi salah satu rumah sekaligus tempat konservasi fauna Surili yang terancam punah.

Mengenal tentang primata ini tidak hanya membuka wawasan, tetapi juga mengingatkan kesadaran untuk menjaga habitat alaminya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, meskipun berada di wilayahnya, rasanya tidak banyak warga Sukabumi yang mengenal dengan baik fakta-fakta menarik tentang Surili ini.

Agar tak penasaran, yuk kenali 5 fakta Surili sebagai berikut.

1. Surili Terancam Punah

Berdasarkan hasil penelitian, ternyata populasi Surili mengalami ancaman serius dan telah tercatat sebagai spesies yang terancam punah.

Hal itu disebabkan penggundulan hutan untuk perluasan pemukiman, pertanian, dan aktivitas manusia lainnya, sehingga mengurangi habitat mereka.

Selain itu, Surili sering diburu untuk diambil sebagai hewan peliharaan atau diperdagangkan secara ilegal. Padahal, Surili adalah salah satu harta tersembunyi di Indonesia yang patut untuk kita jaga dengan baik.

2. Binatang Herbivora

Surili diketahui merupakan fauna pemakan tumbuhan yang sebagian besar mengkonsumsi daun sebagai makanan utama mereka.

Meskipun pemakan daun, jenis makanan yang mereka konsumsi cukup bervariasi. Selain itu, Surili juga memakan berbagai jenis tumbuhan lainnya, termasuk bunga, buah, dan biji-bijian.

Baca Juga: Siti Navisyah, Selebgram Cantik Asal Sukabumi Penakluk Gunung

3. Memiliki Kemampuan Berkomunikasi

Surili dikenal sebagai salah satu primata yang cerdas karena kemampuannya untuk berkomunikasi dengan sangat baik. Hal itu dibuktikan dengan kemampuan Surili yang memiliki beragam suara dan ekspresi wajah yang mereka gunakan untuk berkomunikasi.

Suara yang mereka gunakan dapat juga berupa peringatan ketika ada bahaya atau suara panggilan untuk sesama mereka.

4. Memiliki Kemampuan Merawat Diri

Sebagai primata yang aktif melakukan kegiatan pada siang hari atau fauna yang bersifat diurnal, Surili terbiasa mencari makanan, berkomunikasi dengan kelompoknya, menjaga kebersihan, dan bermain.

Surili memiliki kebiasaan untuk merawat diri dengan menghabiskan waktu untuk menjaga kebersihan bulu mereka hingga menghilangkan kutu dan parasit.

5. Memiliki Beragam Warna

Fakta kelima, warna bulu Surili adalah salah satu karakteristik yang sangat bervariasi di antara populasi mereka. Namun, sebagian besar Surili memiliki warna bulu dari keputihan hingga warna abu-abu gelap.

Meskipun demikian, ada juga populasi Surili yang memiliki warna bulu hampir hitam atau berwarna gelap.

Berita Terkait

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi
Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya
Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA
42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia
Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:29 WIB

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB