Ketua FKHF Sukabumi: Pemprov Jabar Setujui Tuntutan Tenaga Honorer Kesehatan

- Redaksi

Sabtu, 6 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi unjuk rasa FKHF Jawa Barat di Gedung Sate Kota Bandung. l Saeful Anwar

Aksi unjuk rasa FKHF Jawa Barat di Gedung Sate Kota Bandung. l Saeful Anwar

SUKABUMIHEADLINE.com l BANDUNG – Tuntutan ribuan tenaga honorer kesehatan melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Jawa Barat, Gedung Sate, Kota Bandung, pada Jumat (5/8/2022).

Aksi diikuti oleh perwakilan tenaga honorer kesehatan dari semua kota dan kabupaten yang ada di Jawa Barat. Hal itu diungkap Ketua Forum Komunikasi Honorer Fasyankes (FKHF) Sukabumi, Saeful Anwar.

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua FKHF Jawa Barat itu mengucapkan terimakasih kepada semua peserta yang telah mengikuti aksi Dengan tertib dan kondusif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jajaran pengurus FKHF Jawa Barat mengucapkan terimakasih sehingga aksi damai pada Jumat di Gedung Sate berjalan dengan lancar, aman, damai, kondusif, tidak terprovokasi oleh pihak manapun,” kata Saeful kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (6/8/2022).

Hasil Audiensi dengan Pemprov Jabar

Saeful menambahkan, terkait hasil audiensi dengan pihak Pemprov, pada dasarnya Pemprov Jabar menyetujui tuntutan yang disampaikan FKHF.

“Pemprov Jawa Barat, dalam hal ini diwakili oleh Asda Pemprov yang mewakili Gubernur Jabar, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BKPSDM, beserta jajarannya, pada dasarnya sangat mendukung penuh perjuangan kami,” jelas Saeful.

Selanjutnya, tambah dia, FKHF Jawa Barat juga telah beraudiensi dengan DPRD Provinsi.

“Kepada Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Kamis menyampaikan harapan agar bisa dihadirkan bapak Ridwan Kamil, pada hari Senin (8/8/2022),” tambahnya.

Menurut Saeful, pada Senin mendatang di Gedung DPRD Jawa Barat akan diikuti oleh masing-masing perwakilan FKHF dari Korwil Kota dan Kabupaten.

Baca Juga :  Warga Sukabumi Mau Dapat QR Code KTP Digital? Begini Caranya

“Selain dari Korwil, juga harus ada perwakilan dari berbagai profesi, seperti dokter, perawat, bidan, admin, gizi/nutrisionist, analis, promkes atau kesling, dan lainnya,” harap Saeful.

5 Tuntutan FKHF

Adapun, terkait tuntutan FKHF, Saeful menyebut jika Pemprov Jawa Barat menerima semua tuntutan aksi, sebagai berikut.

Saeful juga membeberkan hasil audiensi FKHF Jawa Barat dengan, yakni antara lain sebagai berikut:

1. Menerimanya 5 poin tuntutan FKHF Jawa Barat dan pihak Pemprov akan menindaklanjutinya sebagai bahan Raperda Provinsi.

2. Saat ini sedang dalam proses atau menggodok Rencana Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi, di mana salah satu bahan Raperda tersebut adalah kelima poin tuntutan FKHF.

3. Raperda yang akan dikeluarkan antara lain mengatur tentang tenaga kesehatan (Nakes) dan mon Nakes, serta ketenagakerjaan dan upah.

4. Terkait tuntutan pada poin 1 dan 4, telah diajukan kepada pemerintah pusat melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Referensi Birokrasi (Men-PAN RB.

5. Pihak Men-PAN RB tidak akan menghapus tenaga honorer di Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes). Namun demikian, pihak FKHF belum menerima bukti fisik terkait kebijakan pemerintah pusat tersebut.

6. Berkas tuntutan dari FKHF Jawa Barat akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.

7. BKP SDM Provinsi Jawa Barat sangat mendukung aksi FKHF dan berjanji akan menjadikan tuntutan FKHF sebagai rujukan dalam membuat Perda.

Baca Juga :  Nyawa Anaknya Rp100 Juta, Curhat Penjual Candil di Cijulang Sukabumi

8. Terkait poin 5, untuk itu FKHF tidak perlu melakukan aksi ke Jakarta.

Ridwan Kamil: Jawa Barat Kelebihan PPPK Pendidikan 

Sementara, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengakui bahwa jumlah guru honorer yang lolos menjadi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) lebih banyak dari formasi guru ASN yang tersedia.

Di sisi lain, banyak formasi PPPK di bidang kesehatan yang masih kosong.

“Permasalahannya sederhana, kebutuhan PPPK dari formasi guru ini lebih sedikit dibanding mereka yang lulus ujian sertifikasi dan lain-lain,” kata Ridwan Kamil.

Akibat jumlah kebutuhan yang lebih sedikit daripada jumlah yang lulus, katanya, maka pastilah ada sejumlah guru yang belum masuk ke formasi PPPK.

“Seiring waktu di tahun ini itu akan ditingkatkan, sehingga penyerapan bisa lebih tinggi. Itu pun dari kebutuhan yang 100 persen, tidak bisa dipenuhi semua karema anggaran terbatas,” katanya.

Pria yang akrab dipanggil Kang Emil y mengatakan, di sisi lain, formasi PPPK dari bidang kesehatan justru kekurangan peminat. Padahal dibutuhkan banyak PPPK kesehatan di Jabar.

“Jadi kita kelebihan calon PPPK tenaga didik, tetapi kekurangan suplai dari tenaga kesehatan. Jadi ada jomplang di situ,” katanya.

Ia menambahkan, Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Setiawan Wangsaatmaja, katanya, tengah membuat rancangan resmi penyerapan tenaga PPPK ini.

“Pemprov Jabar punya keterbatasan anggaran, akan mengupayakan di tahun mendatang menaikan anggaran untuk menyerap PPPK dari formasi guru yang sudah lulus ujian,” katanya.

Berita Terkait

Membanding angka perceraian Kota dan Kabupaten Sukabumi dua tahun terakhir, pengertian dan prosedur
Syarat, tanggung jawab, jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi dan jumlah AKI/AKB
Daftar titik rawan kecelakaan maut di Sukabumi dan pemicunya
Luas sawah di Kabupaten Sukabumi terus menyusut, ancaman bagi swasembada pangan
Melacak populasi Sapi Pasundan di Sukabumi: Karakteristik dan pemurnian genetik si jawara
RI masuk 5 besar, China juaranya: Berapa produksi buah lengkeng Sukabumi?
Mengintip potensi perikanan Kabupaten Sukabumi 2026
Fakta-fakta tentang Owa Jawa di Sukabumi: Spesies langka, habitat dan ancaman

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 00:06 WIB

Membanding angka perceraian Kota dan Kabupaten Sukabumi dua tahun terakhir, pengertian dan prosedur

Senin, 19 Januari 2026 - 01:00 WIB

Syarat, tanggung jawab, jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi dan jumlah AKI/AKB

Minggu, 18 Januari 2026 - 01:06 WIB

Daftar titik rawan kecelakaan maut di Sukabumi dan pemicunya

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:35 WIB

Luas sawah di Kabupaten Sukabumi terus menyusut, ancaman bagi swasembada pangan

Rabu, 14 Januari 2026 - 01:17 WIB

Melacak populasi Sapi Pasundan di Sukabumi: Karakteristik dan pemurnian genetik si jawara

Berita Terbaru

Muhammad Saleh Kurnia atau MS Kurnia - direstorasi sukabumiheadline.com dengan bantuan AI

Inspirasi

Daftar raja minimarket di Indonesia, nomor 5 asal Sukabumi

Rabu, 21 Jan 2026 - 00:01 WIB

Ilustrasi antrean pelamar kerja didominasi laki-laki - sukabumiheadline.com

Ekonomi

Kota Sukabumi juara 3 jumlah pengangguran terbesar

Selasa, 20 Jan 2026 - 21:39 WIB