sukabumiheadline.com – Ahmad Taufiqoerrochman merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut angkatan ke- XXX/tahun 1985. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut.
A. Taufiqoerrochman, memiliki prestasi gemilang, saat masih menyandang pangkat kolonel, ia memimpin “Operasi Satgas Merah Putih” dalam Operasi pembebasan sandera kapal MV Sinar Kudus, sebuah operasi untuk membebaskan awak kapal MV Sinar Kudus yang disandera di Somalia.
Personel yang dikerahkan terdiri atas pasukan khusus dari Korps Marinir, Kopaska, dan Kopassus. Pelaksanaan Operasi itu dapat dilaksanakan sesuai rencana dan telah berhasil menyelamatkan MV Sinar Kudus dengan aman dan lancar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sehingga suksesnya operasi ini, Taufiqoerrochman mendapat penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi.
Operasi pembebasan MV Sinar Kudus
Kapal MV Sinar Kudus milik PT Samudra Indonesia (Persero) dibajak perompak Somalia pada 16 Maret 2011 dan membawa 20 ABK. Kapal berbobot 8.911 ton itu membawa feronikel dengan tujuan Belanda. Ketika dibajak, MV Sinar Kudus berada di Perairan Somalia tepatnya di sekitar 350 mil laut tenggara Oman.
Operasi pembebasan sandera kapal MV Sinar Kudus adalah sebuah operasi untuk membebaskan awak kapal MV Sinar Kudus yang disandera di Somalia. Dalam pembebasan ini dibentuklah Satgas Merah Putih, Satuan tugas militer ini dibentuk untuk menyelamatkan awak kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak secara milter.
Satgas melibatkan dua kapal fregat yakni KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 dan KRI Yos Sudarso-353, satu kapal LPD KRI Banjarmasin-592 dan satu helikopter, serta beberapa sea raiders dan LCVP. Personel aksi khusus yang dikerahkan terdiri atas pasukan khusus TNI AL dari Denjaka, Kopaska dan Taifib Marinir TNI AL serta Den-81 Kopassus TNI AD.

Operasi Merah Putih yang berlangsung sejak 16 Maret – 1 Mei 2011 langsung menuju target yang berada di 456 mil laut dari lepas pantai Somalia, 350 mil laut tenggara Oman.
Operasi ini juga melibatkan personel dari Brigade Infanteri, Kavaleri, dan Artileri Korps Marinir beserta beberapa ranpur tank amfibi BMP-3F dan LVT-7A1 serta sejumlah meriam howitzer. Pasukan ini disiapkan sebagai opsi khusus untuk menyerbu pantai Somalia dan menduduki Kota El Dhanan yang merupakan basis dari ribuan perompak Somalia beserta keluarganya.
Opsi khusus ini pada awalnya disiapkan sebagai rencana ketiga apabila penyergapan saat kapal sedang berlayar ditengah laut maupun saat sedang lego jangkar di dekat pantai mengalami kegagalan.
Perintah menduduki basis para perompak ini dituangkan dalam tugas pokok satgas pembebasan sandera yang disetujui Presiden SBY. Namun walaupun telah bersiap melakukan serangan dengan berbagai pilihan strategi tempur dan juga telah mengumpulkan informasi intelijen dari pemetaan kamp-kamp dan markas secara senyap, penyerbuan ke Pantai El Dhanan batal dilakukan karena opsi pembebasan di tengah laut telah berhasil.
Operasi ini sukses ditunaikan Taufiqoerrochman dkk. Ia berhasil menyelamatkan 20 WNI dan membawa kembali MV Sinar Kudus ke Indonesia.
Atas keberhasilannya membebaskan seluruh ABK, Kolonel Laut (Pelaut) Achmad Taufiqoerrochman diberikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Laksamana Pertama TNI.
Presiden SBY juga memberikan tanda jasa Santi Dharma masing-masing kepada Letkol (Infanteri) Sabri (Danton Ban Sat-81/Gultor), Kolonel (Marinir) Suhartono, (Dandenjaka) dan Letkol (Penerbang) Ronald Lucas Siregar (Pilot Boeing 737-400) yang bertugas dalam misi pembebasan itu.
Profil Achmad Taufiqoerrochman
Laksamana Madya (Laksdya) TNI (Purn.) Achmad Taufiqoerrochman, SE., adalah seorang purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Laut yang terakhir menjabat sebagai Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) ke-8, dan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut dengan masa jabatan 20 Januari 2017 – 24 September 2018.
Ia lahir pada 18 Oktober 1961, di Sukabumi, Jawa Barat. Jenderal bintang tiga ini lulus dari Akademi Angkatan Laut (AAL/Akmil Laut) angkatan ke- XXX/tahun 1985, lalu melanjutkan karier militer di TNI Angkatan Laut (AL) sejak 1985 hingga 2019 dengan pangkat terakhir Laksamana Madya TNI. Baca profil lengkapnya: Profil dan Karier Achmad Taufiqoerrochman, Jenderal Bintang Tiga asal Sukabumi