sukabumiheadline.com – Jaringan KRL Commuter Line akan diperluas hingga Cikampek dan Sukabumi, Jawa Barat, pada 2026 guna memangkas waktu tempuh dan mengurangi kepadatan jalan.
Menurut Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Dony Oskaria mengatakan, pengembangan ini menjadi bagian dari strategi besar pembenahan sektor perkeretaapian nasional.
“Tahun ini kita akan mengembangkan KRL Jakarta sampai Cikampek, Jakarta sampai Sukabumi, Jakarta sampai Rangkas,” ujar Dony dilansir dari Kompas, Sabtu (28/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mendukung rencana tersebut, Danantara menyiapkan investasi hingga Rp50 triliun guna memperkuat infrastruktur perkeretaapian nasional.
Menurut Dony, pengembangan jalur KRL bukan hanya soal transportasi, tetapi juga bagian dari upaya menghidupkan pusat ekonomi baru di sepanjang lintasan kereta.
Bagi masyarakat di wilayah penyangga ibu kota, ekspansi ini dinilai menjawab kebutuhan transportasi massal berbasis listrik yang selama ini masih terbatas.
Berita Terkait: Infografis: Peta elektrifikasi jalur commuter line Tanjung Priok – Sukabumi dan Cikampek
Elektrifikasi jalur

Untuk mewujudkan perluasan jaringan, Danantara mewajibkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menuntaskan elektrifikasi jalur di lima kota besar, termasuk rute menuju Cikampek dan Sukabumi.
Elektrifikasi menjadi prasyarat utama agar layanan KRL dapat beroperasi secara optimal. Tanpa jaringan listrik yang memadai, rangkaian kereta listrik tidak dapat berjalan maksimal.
Dony menyebut nilai investasi elektrifikasi relatif terbatas dibandingkan dampak ekonominya. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghidupkan sedikitnya empat kota baru dalam waktu dekat.
Selain rute Jakarta–Cikampek dan Jakarta–Sukabumi, pengembangan jalur Jakarta–Rangkasbitung juga masuk dalam prioritas tahun ini.
Perluasan jaringan KRL ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Stasiun Tanah Abang pada 4 November 2025.
Saat itu, Presiden meminta PT KAI menuntaskan penambahan 30 titik perpanjangan rel serta pengadaan rangkaian kereta baru dalam kurun waktu maksimal satu tahun.









