Manusia Silver Asal Parakansalak Sukabumi, Cari Rezeki Singkirkan Gengsi

- Redaksi

Sabtu, 10 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manusia Silver yang biasa berkeliling di Parakansalak-Parungkuda Sukabumi. | Darmansyah

Manusia Silver yang biasa berkeliling di Parakansalak-Parungkuda Sukabumi. | Darmansyah

SUKABUMIHEADLINE.com l Darwis (20), Agus Mulyadi (19) dan Ujang Supriadi (22) Manusia Silver yang biasa menyusuri Jalan Nasional di Kabupaten Sukabumi, khususnya di kawasan utara.

Tanpa malu, setiap hari mereka mengais rezeki di jalanan dengan memulai kegiatannya dari pukul 15.00-20.00 WIB.

Sehari-hari mereka berangkat dari rumah, mencari SPBU lalu menyimpan pakaian. Setelah itu mereka berdandan melumuri tubuh dengan cat khusus dari bahan sablon bercampur minyak warna silver terang. Cat itu dilumuri di tubuh mereka dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Setelah semua persiapan siap, mereka lalu berkeliling. Jalur yang ditempuh ketiganya untuk mengais rezeki pun tak main-main. Jaraknya bisa puluhan kilometer. Mulai dari Parakansalak lalu berputar ke Pertigaan Cikidang hingga Pasar Parungkuda.

Manusia Silver yang biasa berkeliling di Parakansalak-Parungkuda, Sukabumi. | Darmansyah
Manusia Silver yang biasa berkeliling di Parakansalak-Parungkuda Sukabumi. | Darmansyah

Jika sudah selesai berkeliling, mereka kembali ke SPBU tempat menyimpan pakaian lalu mandi. Setelah itu mereka pulang naik angkot.

Ketiganya sama-sama warga Parakansalak, namun beda desa. Ujang di Kampung Babakan Desa Sukatani, sementara Agus dan Darwis pulang ke Kampung Lemah Duhur Desa Sukakerta.

Baca Juga :  Bukan cuma Desy dan Happy, 5 selebriti ini juga mudik ke Sukabumi

Yang paling lama jadi Manusia Silver adalah Ujang Supriadi. Ia sudah memulainya sejak sembilan bulan yang lalu di Jakarta. Sedangkan Agus dan Darwis baru dua bulan.

MANUSIA SILVER
Manusia Silver yang biasa berkeliling di Parakansalak-Parungkuda Sukabumi. | Darmansyah

“Mengutamakan gengsi enggak akan maju. Lagian saya enggak malu,” ungkap Ujang Supriadi saat diwawancarai sukabumiheadline.com, Sabtu (10/7/2021) di Kedai Sukakopi 24 Jam Parungkuda.

Kedai Sukakopi l 24 Jam, 100 meter dari exit toll Bocimi Seksi 2. l Istimewa
Kedai Sukakopi l 24 Jam, 100 meter dari exit toll Bocimi Seksi 2. l Advertorial

Ujang melakukan ini demi menghidupi istri yang sekarang tinggal di Jakarta dan empat orang anaknya. Sementara Agus dan Darwis melakukan ini karena tak ingin menyusahkan orang tua.

“Kalau lagi lancar bisa dapat Rp 100 ribu per hari dari masing-masing. Kita cuma lulusan SD dan SMP. Mau kerja apa lagi? Lebih baik ikhtiar hilangkan gengsi,” pungkas Ujang.

Berita Terkait

Wisatawan Pantai Minajaya Sukabumi protes HTM Rp12.000/orang, benarkah sesuai Perda No. 15/2023?
Habis BBM, remaja 16 tahun asal Kebonpedes Sukabumi curi dua motor sehari di Yogyakarta
Biayai LSM tapi nihil, ortu ingin kasus Siti Ulfah TKW asal Sukabumi jadi pembelajaran
Pesan untuk wanita Sukabumi dari Siti Ulfah, TKW asal Lembursitu dianiaya majikan di Arab Saudi
Mau mudik ke Palabuhanratu Sukabumi, warga Tangerang mendadak pingsan di Bogor
Alhamdulillah Siti Ulfah, TKW asal Sukabumi dianiaya majikan akhirnya Lebaran di rumah
Digrebek suami saat tanpa busana, polisi selingkuh dengan pegawai Dishub Kabupaten Sukabumi
Terjebak macet Sukabumi? Ke Rest Area Tol Bocimi Seksi 2 dan Masjid Raudhatul Irfan aja

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 00:01 WIB

Wisatawan Pantai Minajaya Sukabumi protes HTM Rp12.000/orang, benarkah sesuai Perda No. 15/2023?

Kamis, 3 April 2025 - 21:49 WIB

Habis BBM, remaja 16 tahun asal Kebonpedes Sukabumi curi dua motor sehari di Yogyakarta

Selasa, 1 April 2025 - 08:30 WIB

Biayai LSM tapi nihil, ortu ingin kasus Siti Ulfah TKW asal Sukabumi jadi pembelajaran

Selasa, 1 April 2025 - 01:34 WIB

Pesan untuk wanita Sukabumi dari Siti Ulfah, TKW asal Lembursitu dianiaya majikan di Arab Saudi

Senin, 31 Maret 2025 - 01:29 WIB

Mau mudik ke Palabuhanratu Sukabumi, warga Tangerang mendadak pingsan di Bogor

Berita Terbaru

Lambang atau logo koperasi lama dan baru - Istimewa

Regulasi

Mengenal definisi, logo, prinsip, tujuan dan jenis koperasi

Sabtu, 5 Apr 2025 - 01:04 WIB