sukabumiheadline.com l GUNUNGGURUH – Sempat beredar kabar bahwa Bukit Karang Numpang yang terletak di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat kini sudah tak terawat, dikotori sampah dan sulit untuk dikunjungi.
Banyak warga menyayangkan kondisi tak terawat bukit yang selama ini dikenal sebagai spot yang ideal untuk menikmati keindahan Kota Sukabumi, hingga Cianjur dan wilayah Pajampangan.
Salah satunya, ditulis akun Facebook Yeles Saputra yang menuliskan kegelisahan dirinya terkait keberadaan Bukit Karang Numpang yang menurutnya sudah hilang atau berbeda ketimbang dulu saat ia mengunjunginya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Wisata Karang numpang mangkalaya gunungguruh tinggal carita,
Bie abdi ngalangkung, karang numpang teh tos teaya, ayenamah batu na di ancurken, saur namah di ango bahan semen. Da seer truk arageng ngakutana (Wisata Karang Numpan, Mangkalaya, Gunungguruh tinggal cerita. Barusan saya lewat, Karang Numpang sudah tidak ada, sekarang barunya dihancurkan, katanya untuk bahan baku semen. Soalnya banyak truk besar angkut (bebatuan)-red),” tulis akun Facebook Yeles Saputra pada (20/6/2023) lalu.

Yeles tentu saja mewakili kegelisahan sebagian besar warga Sukabumi yang pernah mengunjungi Bukit Karang Numpang. Pasalnya, mereka yang pernah mengunjunginya pasti memiliki kenangan tersendiri di bukit tersebut.
Baca Juga: 5 Foto Ketika Afgansyah Reza Syuting di Bukit Karang Numpang Sukabumi
Namun salah seorang warga setempat, Ali Ma’mun Iman mengatakan bahwa tidak semua orang mengetahui ihwal status tanah bukit tersebut yang dimiliki oleh perusahaan.
Sebagai warga yang lahir dan tinggal di sekitar kawasan Bukit Karang Numpang, Imon mengaku sejak kecil ia sadar dan yakin bahwa bukit yang telah menjadi tempatnya bermain sejak ia kecil itu suatu saat akan hilang.
“Banyak yang tidak tahu memang bahwa bukit itu kan memang milik perusahaan, makanya aktivitas menambang bahan baku semen setiap hari dilakukan para pekerja di sana,” kata pria yang biasa dipanggil Imon itu kepada sukabumiheadline.com, Senin (3/7/2023).

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Instagramable di Utara Sukabumi untuk Berlibur
Lebih jauh, Imon bercerita bahwa dulu waktu kecil ia sempat menduga bahwa Bukit Karang Numpang tidak butuh waktu lama untuk habis karena setiap hari ditambang.
“Sejak kecil saya memang sering mengunjungi puncak Bukit Karang Numpang. Makanya, dulu waktu kecil saya sempat berpikir gak lama juga bukit ini akan habis dan hilang,” kata dia.
“Tapi kenyataannya tidak secepat itu. Ternyata sampai puluhan tahun, bukit itu juga gak habis-habis dan masih ada sampai sekarang,” imbuhnya.

Bahkan, tambah Imon, belum lama ini ia masih mengunjungi bukit tersebut dan berkemah di puncaknya dan menikmati keindahan Kota Sukabumi pada malam hari.
“Masih bisa dikunjungi kok, bedanya memang sekarang tidak ada komunitas yang merawatnya, jadi banyak rumput ilalang pada tinggi. Tetapi tidak ada yang berubah, keindahannya masih sama seperti dulu,” jelasnya.
“Tapi memang ada yang berubah dengan pintu masuk ke area tersebut. Sekarang sudah tidak ada tempat parkir khusus. Tapi jangan khawatir, paling gak, kendaraan masih bisa dititipkan di sekuriti perusahaan yang menambang,” papar Imon.
Baca Juga: 5 Bukit Indah di Wilayah Utara Sukabumi, Murmer dan Cocok untuk Berakhir Pekan
Imon merasa harus mengingatkan warga Sukabumi bahwa akan tiba saatnya nanti Bukit Karang Numpang memang hanyalah tinggal nama yang akan selalu dikenang oleh siapapun yang pernah mengunjunginya.
“Kalau menurut saya, jika nanti bukit itu sudah tidak ada lagi, ya memang itu keniscayaan. Setiap hari dikeruk, pasti ada saatnya nanti Bukit Karang Numpang hanya tinggal namanya saja,” pungkasnya.