sukabumiheadline.com – Banyak tokoh jurnalis kelahiran Sukabumi, Jawa Barat. Bahkan, ketokohan mereka tidak hanya diakui di level nasional, namun juga regional dan internasional.
Bukti diakui di level internasional, adalah kedekatan dengan bos media dunia kelahiran Australia Rupert Murdoch yang merupakan pendiri dan pemilik Fox News Channel, News Corp, Sky News, Sky UK, dan lainnya.
Jurnalis kelahiran Sukabumi yang dimaksud dalam tulisan ini, adalah Adrian Zecha. Kariernya di dunia kewartawanan, bermula ketika keluarga Adrian Zecha terusir dari Indonesia pada tahun 1956, ketika Presiden Soekarno menasionalisasi perusahaan swasta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada saat berusia 23 tahun Zecha berada di New York, bekerja di majalah Time. Pengalamannya sebagai jurnalis media ternama di dunia, mendorongnya untuk meluncurkan Asia Magazine, koran regional berwarna pertama di Asia pada 1961.
Rekomendasi Redaksi: Mengenang Gandhi Sukardi, profil wartawan polygoth dan empu epistoholik asal Sukabumi
Namun, Asia Magazine sempat mengalami kondisi berat secara finansial. Adrian Zecha kemudian membujuk Rupert Murdoch untuk berinvestasi di majalah tersebut. Murdoch pun tertarik, sehingga dukungannya menjadi investasi pertama Murdoch di Asia.
Majalah itu kemudian menjadi bagian dari keluarga berbahasa Inggris sampai 1998. Majalah Itu laris manis selama sepuluh tahun terakhir ketika dipimpin oleh Mr. Giro Semba dan Mr Olav Mueller-Uri sampai akhirnya Asia Magazine ditutup pada 1998.
Olav Mueller-Uri adalah orang yang bertanggung jawab untuk mendapatkan Air France (Maskapai Pesawat) kembali ke Vietnam.
Baca Juga: Awet cantik ala Michelle Saram, bintang film Singapura menantu pengusaha sukses asal Sukabumi
Orientation magazine

Pada 1970, Adrian memulai sebuah majalah baru yang berfokus pada perjalanan dan gaya hidup, majalah itu bernama Orientation yang berbasis di Hong Kong.
Dengan munculnya banyak majalah di pesawat, Orientation atau orientasi menurunkan konten perjalanan dan berkembang selama bertahun-tahun untuk menjadi sebuah publikasi yang berfokus pada seni Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Himalaya.
Orientation adalah majalah terkemuka di bidang ini dan kontributornya adalah pendidik dan peneliti terkenal dari seluruh dunia.
Orientations adalah majalah cetak dua bulanan yang diterbitkan di Hong Kong dan didistribusikan ke seluruh dunia sejak 1969. Karenanya, Orientation kerap menampilkan liputan tentang gaya hidup, terutama pariwisata di berbagai belahan dunia.
Seperti sampul Orientations, Mei 2015. Detail fragmen lukisan Turkestan Timur Tiongkok, Beijing, periode Qianlong (1736–95), 1760. Lukisan dinding, tinta dan warna pada sutra, 44,5 × 90 cm.
Orientations diluncurkan pada 1969 oleh Adrian Zecha untuk memamerkan seni dan budaya Asia melalui majalah khusus. Baca selengkapnya: Roda Hidup Berputar, Pria Sukabumi Ini Diusir dari Indonesia Tapi Malah Jadi Konglomerat
Nama tersebut merupakan plesetan dari kata ‘Orient’ yang merupakan sebutan untuk Asia saat itu. Di bawah Elizabeth Knight pada 1981, tajuk rencana tersebut dibentuk ulang untuk berfokus pada Seni Asia.
Orientations adalah majalah cetak dua bulanan yang membahas berbagai aspek seni di Asia Timur dan Tenggara, Himalaya, anak benua India, dan Timur Tengah, mulai dari penelitian ilmiah terbaru hingga analisis pasar dan berita terkini.
Baca Juga: Mengenal Ajai Lauw, bos Hotel Regent International Singapura berdarah Sukabumi
Artikel-artikel tersebut disumbangkan oleh akademisi dan kurator terkemuka di seluruh dunia dan para pembacanya adalah para kolektor, pemilik galeri, akademisi, dan mahasiswa.
OM Publishing adalah cabang penerbitan buku dari Orientations Magazine Ltd. Perusahaan ini menerbitkan berbagai publikasi ilmiah, termasuk katalog, monograf, dan buku seniman seperti Beyond the Stage of Time: A Retrospective of Paintings by the Master of the Water, Pine, and Stone Retreat, memenangkan Penghargaan Perunggu, kategori Sampul Keras dalam Penghargaan Tinta Emas 2020, yang diproduksi oleh majalah Printing Impressions.
Yifawn Lee adalah penerbit dan editor saat ini yang bergabung dengan majalah tersebut sejak 2008. Pada 2014, ia mendirikan Asian Art Hong Kong sebagai platform untuk memberikan ceramah dan acara terkait seni.
Pada tahun 2021, Asian Art di Hong Kong berganti nama menjadi Orientations Art Circle. Pada 2020, majalah cetak juga diluncurkan dalam bentuk edisi digital.
Baca Juga: Leluhur Adrian Zecha, Karena Sim Keng Koen Perayaan Cap Go Meh di Sukabumi Dimundurkan
Profil Adrian Zecha

Adrian Zecha lahir di Sukabumi pada 1933. Dia tumbuh besar di keluarga Tionghoa terhormat, berpendidikan, juga kaya raya.
Ketika terusir dari Indonesia, banyak anggota keluarga Lauw-Sim-Zecha (ayah Adrian Zecha) melarikan diri ke Singapura, Belanda dan negara-negara lain.
Mely Tan dalam The Chinese of Sukabumi (1963) menyebut, keluarganya dikenal sebagai ‘cabang atas’ yang merujuk pada keluarga Tionghoa tajir melintir dan sukses di Indonesia. Baca selengkapnya: Kenalkan, Adrian Zecha asal Sukabumi pemilik jaringan hotel di 20 negara