23 C
Sukabumi
Kamis, April 25, 2024

Suzuki SUI 125 Meluncur, Spesifikasi Vespa Banget Harga Terjangkau

sukabumiheadline.com l Skutik modern Suzuki Vespa SUI...

Thrust Defender 125, Motor Matic Maxi Bikin Yamaha XMAX Ketar-ketir, Cek Harganya

sukabumiheadline.com l Thrust Defender 125, diprediksi bakal...

Desain Ala Skuter Retro, Intip Spesifikasi dan Harga Suzuki Saluto 125

sukabumiheadline.com l Di belahan dunia lain, Suzuki...

Mengenang Gandhi Sukardi, profil wartawan polygoth dan empu epistoholik asal Sukabumi

LIPSUSMengenang Gandhi Sukardi, profil wartawan polygoth dan empu epistoholik asal Sukabumi

sukabumiheadline.com – Sosok Gandhi Sukardi relatif tidak terlalu populer di kalangan warga Sukabumi, Jawa Barat. Padahal, ia merupakan cucu dan anak dari tokoh pahlawan pejuang kemerdekaan asal kota ini, Didi Sukardi dan Kolonel Eddy Sukardi.

Berdasarkan penelusuran sukabumiheadline.com, Gandhi Sukardi menikah dengan Nani Aryani Adiwijaya Sukardi, dan dikaruniai tujuh putra-putri yang tiga di antaranya kemudian menjadi pejabat nasional dan profesional pada masanya, yakni Laksamana Sukardi, Samudera Sukardi, dan Wina Armada Sukardi.

Laksamana Sukardi sendiri dikenal sebagai seorang ekonom dan politikus Indonesia. Ia menjabat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara dari 1999 hingga 2000 dan dari 2001 hingga 2004. Sebelum menjadi politikus, ia adalah salah satu ekonom dan bankir milik Bank Lippo dan LippoGroup. Baca lengkap: Profil Laksamana Sukardi, dari Ekonom, Politikus hingga Menteri Berdarah Sukabumi

Profil Gandhi Sukardi 

Gandhi Sukardi merupakan salah seorang tokoh pers nasional yang berkarier di Kantor Berita Antara. Diketahui, hanya Wina Armada yang meneruskan karier Gandhi menjadi seorang wartawan.

Di dunia pers, Gandhi mewarisi bakat dari kakeknya, Didi Sukardi yang juga merupakan tokoh pers nasional.

Semasa hidupnya Gandhi Sukardi dikenal sebagai wartawan yang polygoth atau berkemampuan lebih dari satu berbahasa secara aktif.

“Beliau mampu menguasai tujuh bahasa asing, karena sejak remaja telah berkeliling dunia,” kata Wina.

Bahkan, menurut Wina, Gandhi Sukardi semasa remaja mengikuti ajakan seorang pastor untuk berkelana ke Benua Eropa. Salah satu hobinya adalah bermain catur, dan sempat sekolah khusus catur di salah satu negara Eropa.

Kemampuan berbahasa internasional itulah yang membuat Gandhi Sukardi saat menjadi wartawan Antara sering mendapat penugasan ke luar negeri. Bahkan, ia memberi nama Wina bagi salah seorang putranya lantaran lahir saat dirinya bertugas jurnalistik di ibukota Austria.

Darah wartawan mengalir dalam tubuh Gadhi Sukardi mengikuti jejak ayahnya, Didi Sukardi, yang diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Sukabumi, Jawa Barat.

Setelah pensiun dari Antara, Gandhi Sukardi tetap rajin menulis. Bahkan, ia tercatat sebagai peraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk kategori orang yang rajin menulis surat pembaca dalam bahasa Inggris di harian The Jakarta Post setiap minggu selama tiga tahun. Oleh karena itu, ia pun dinobatkan sebagai salah seorang empu epistoholik.

Buku Nurani Wartawan Penagih Janji karya Gandhi Sukardi. l Istimewa
Buku Nurani Wartawan Penagih Janji karya Gandhi Sukardi. l Istimewa

Selain itu, Gadhi Sukardi juga menulis beberapa buku, diantaranya Nurani Wartawan Penagih Janji dan Bintang-bintang di Atas Arafah: Kumpulan Sajak yang keduanya diterbitkan Pers Indonesia Merdeka pada 2004.

Untuk informasi, di platform marketplace Shopee, Otobiografi Gandhi Sukardi, Nurani Wartawan Penagih Janji dijual seharga Rp60 ribu.

Berita Terkait: Airlangga Hartarto, Menteri dan Politikus Berdarah Sukabumi

Gandhi meninggal dunia pada Jumat pada pukul 01.33 WIB di usia 82 tahun setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.

“Beliau sudah lebih seminggu dirawat di rumah sakit, dan mendapat bantuan peralatan medis. Mohon doa, dan mohon kesalahannya dimaafkan,” kata Wina Armada, salah seorang putra Gadhi Sukardi yang juga pernah menjadi anggota Dewan Pers.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer