Mengintip potensi perikanan Kabupaten Sukabumi 2026

- Redaksi

Minggu, 11 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi peternak ikan sedang memindahkan ikan ke kolam lain di tambak miliknya - sukabumiheadline.com

Ilustrasi peternak ikan sedang memindahkan ikan ke kolam lain di tambak miliknya - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Potensi perikanan Indonesia 2026 sangat besar, ditargetkan mencapai 25,84 juta ton produksi total melalui penguatan tangkap dan budidaya, didukung kebijakan ketahanan pangan nasional dan anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI yang meningkat.

Peningkatan anggaran difokuskan pada komoditas unggulan seperti udang, rumput laut, nila, kepiting, lobster, serta pengembangan ekspor melalui sertifikasi mutu ISO untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan nelayan.

Di sisi lain, ketahanan pangan adalah suatu keadaan di mana semua kebutuhan pangan tersedia dengan cukup berdasarkan kualitas dan kuantitasnya serta merata dan terjangkau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No 18 tahun 2012, bahwa “ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan”. Baca selengkapnya: Cek gizi & protein ikan tangkapan nelayan Sukabumi dan manfaatnya bagi kesehatan

Untuk dapat tersedia secara berkelanjutan tentu dibutuhkan kesiapan setiap daerah dalam memenuhinya, karena tantangan dalam
memenuhi ketahanan pangan berkelanjutan diantaranya adalah dari aspek penyediaan pasokan (aspek
penawaran).

Hal ini diperkuat oleh Putri Saviera Quaralia, Founder sekaligus CEO Demi Bumi Palu, yang menyatakan bahwa pasokan atau ketersediaan pertanian memiliki peran yang penting dalam menyediakan akses pangan. Karenanya, memastikan pasokan pangan tersedia, mencukupi dan dapat diakses dengan baik menjadi hal sangat penting.

Potensi perikanan Kabupaten Sukabumi 

Ilustrasi nelayan sedang menangkap ikan di laut - sukabumiheadline.com
Ilustrasi nelayan sedang menangkap ikan di laut – sukabumiheadline.com

Sementara itu, Kabupaten Sukabumi, sebagai salah satu kabupaten terluas di Jawa dan Bali memiliki potensi sumber daya alam yang baik memiliki luas 4.145,70 km2 yang terbagi menjadi 47 kecamatan, 381 desa dan 5 kelurahan. (BPS, 2023). Dari luas wilayah tersebut, diantaranya terdapat potensi wilayah perairan. Baca selengkapnya: Menghitung produksi ikan didaratkan di PPN Palabuhanratu Sukabumi, capai ratusan Miliar Rupiah

Reny Sukmawani, Ema Hilma Meilani, Endang Tri Astutiningsih, dan Amalia Nur Milla dari Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), dalam kajiannya mencatat potensi perairan di Kabupaten Sukabumi sebagai berikut:

Baca Juga :  Hitung luas wilayah, jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi Utara dan calon ibu kota

1. Perikanan Laut

Panjang Pantai 117 km, Fishing Groud seluas 720 KM2, dan Garis Pantai 4 Mill Laut, meliputi Palabuhanratu, Cisolok, Cikakak, Simpenan, Surade, Ciemas, Cibitung, Ciracap, hingga Tegalbuleud. Baca selengkapnya: Jenis ikan hasil nelayan Palabuhanratu Sukabumi dan volume tangkapan 2025

2. Perikanan Air Payau

Tambak seluas 1.400 Ha, meliputi Kecamatan Ciemas, Ciracap.

3. Perikanan Darat

Kolam Air Tenang seluas 8.684 Ha yang terdapat di 10 dari 47 kecamatan, Kolam Air Deras seluas 343 Ha yang terdapat di semua kecamatan, dan Sawah Perikanan seluas 31.001 Ha yang terdapat di semua kecamatan.

4. Perairan Umum

Ilustrasi peternak ikan sedang memeriksa ikan di kolam - sukabumiheadline.com
Ilustrasi peternak ikan sedang memeriksa ikan di kolam – sukabumiheadline.com

Mengutip data Renstra Dinas 2016-2021 Dinas Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Sukabumi, potensi perairan umum meliputi Sungai sepanjang 747.5 Km yang terdapat di semua kecamatan, Rawa seluas 35 Ha di Kecamatan Ciracap dan Tegalbuleud, dan Situ seluas 149.6 Ha, yang terdapat di Kecamatan Kadudampit, Nyalindung, Parakansalak, Warung.Kiara, Waluran, dan Cikidang.

Karenanya, dari hasil kajian Reny Sukmawani, Ema Hilma Meilani, Endang Tri Astutiningsih, dan Amalia Nur Milla, terdapat sektor lainnya yang sesuai dikembangkan di Kabupaten Sukabumi adalah sektor perikanan.

Hal ini terlihat dari potensi produksi berbegai jenis ikan konsumsi berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi (2023), sebagai berikut:

  1. Ikan Bawal Tawar: dengan jumlah produksi mencapai 851,325 kg
  2. Ikan Lele: dengan jumlah produksi mencapai 11,720,265 kg terdapat di Desa wangunreja utk pembesaran Lele dan Desa Sukamaju, untuk pembenihan lele di Kecamatan Nyalindung
  3. Ikan Mas: yang produksinya mencapai 3,663,162 kg terdapat di Desa Walangsari Kecamatan Kalapanunggal.
  4. Ikan Nila: dengan produksi mencapai 13,924,550 kg, terdapat di Desa Caringin Wetan dan Desa Talaga Kecamatan Caringin.
  5. Ikan Nilem: dengan produksi sebanyak 149,597 kg.
  6. Ikan Tambakan: produksi mencapai 149,470 kg.
  7. Ikan Tawes: 153,471 kg
  8. Ikan Udang Galah: 153,713 kg
  9. Ikan Patin: 199,948 kg
  10. Ikan Gurame: 486,784 kg
  11. Ikan Sidat: 39,620 kg

Dari uraian di atas, menunjukan bahwa jenis ikan konsumsi di Kabupaten Sukabumi cukup beragam dengan produksi tertinggi pada ikan nila dan lele. Potensi yang baik ini tentunya sangat mendukung terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi. Bahkan, bila dikembangkan lebih terfokus lagi akan dapat mencapai kemandirian pangan sumber protein.

Baca Juga :  Potensi hilirisasi kelapa RI Rp4.800 triliun, dari Sukabumi berapa?

Menurut Ichtifa, Nadia dkk (2019), kegiatan budidaya ikan konsumsi pada nila dan lele di Kabupaten Sukabumi ini juga didominasi oleh kegiatan pembenihan dan pendederan.

Selain jenis ikan pada uraian di atas, Kabupaten Sukabumi juga mengembangkan komoditas ikan lokal yang terancam punah yaitu di Desa
Kabandungan, Sukatani dan Cipeunduey Kecamatan Surade untuk udang vaname. Sedangkan kepiting bakau dikembangkan di Kecamatan Cibitung.

“Secara umum potensi pertanian, peternakan dan perikanan di Kabupaten Sukabumi cukup baik dan beragam. Semua potensi-potensi tersebut tersebar diberbagai desa dan kecamatan yang ada di kabupaten Sukabumi,” kata mereka dalam paparannya.

“Potensi-potensi ini sudah dapat dipastikan akan terus meningkat seiring dengan pengelolaan yang
dilakukan secara terfokus untuk mendukung ketahanan pangan.”

Namun, lanjut mereka, untuk dapat menetapkan strategi pengembangan yang terbaik, perlu terlabih dahulu dikaji secara mendalam terhadap komoditas-komoditas tersebut berdasarkan aspek keunggulannya baik secara komparatif maupun kompetitif.

“Sehingga bukan hanya mampu
mencapai ketahanan pangan tetapi juga mampu menjadi daya ungkit daerah,” jelasnya.

Wilayah yang luas dengan jumlah penduduk sebanyak 2.806.664 jiwa (Badan Pusat Statistik/BPS, 2023), tentu menjadi peluang.sekaligus tantangan dalam hal ketahanan pangan.

Karenanya, menurut mereka, penting diidentifikasi berdasarkan potensi wilayah yang ada terkait potensi komoditas pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan sehingga dapat
dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan khususnya di wilayah kabupaten sendiri dan umumnya ke
wilayah lainnya.

Potensi perikanan Indonesia

Ilustrasi nelayan menangkap ikan di laut - sukabumiheadline.com
Ilustrasi nelayan menangkap ikan di laut – sukabumiheadline.com

Untuk informasi, target produksi perikanan nasional KKP mencapai 25,84 juta ton pada 2026, didorong oleh perikanan tangkap dan budidaya laut.

Untuk perikanan budidaya, pengembangan fokus pada udang, rumput laut, nila, kepiting, dan lobster, dengan revitalisasi tambak dan teknologi bioflok. Sedangkan perikanan tangkap, pada peningkatan produksi dari daerah seperti Pandeglang dan Kabupaten Malang, sambil menjaga keberlanjutan.

Dengan demikian, sektor perikanan menjadi pilar utama program ketahanan pangan nasional untuk memastikan ketersediaan pangan dan peningkatan pendapatan nelayan.

Secara keseluruhan, 2026 diproyeksikan menjadi tahun pertumbuhan signifikan bagi sektor perikanan Indonesia, didorong oleh target produksi tinggi, inovasi budidaya, dan dukungan kebijakan untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi maritim.

Berita Terkait

Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten
Wanita Sukabumi diintai ancaman dan tantangan kultural, stereotip hingga kekerasan
Angka pengangguran Sukabumi tinggi, ini dampak ekonomi, sosial, politik dan psikologis
Membanding angka perceraian Kota dan Kabupaten Sukabumi dua tahun terakhir, pengertian dan prosedur
Syarat, tanggung jawab, jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi dan jumlah AKI/AKB
Daftar titik rawan kecelakaan maut di Sukabumi dan pemicunya
Luas sawah di Kabupaten Sukabumi terus menyusut, ancaman bagi swasembada pangan
Melacak populasi Sapi Pasundan di Sukabumi: Karakteristik dan pemurnian genetik si jawara

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:19 WIB

Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten

Selasa, 27 Januari 2026 - 02:58 WIB

Wanita Sukabumi diintai ancaman dan tantangan kultural, stereotip hingga kekerasan

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:37 WIB

Angka pengangguran Sukabumi tinggi, ini dampak ekonomi, sosial, politik dan psikologis

Selasa, 20 Januari 2026 - 00:06 WIB

Membanding angka perceraian Kota dan Kabupaten Sukabumi dua tahun terakhir, pengertian dan prosedur

Senin, 19 Januari 2026 - 01:00 WIB

Syarat, tanggung jawab, jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi dan jumlah AKI/AKB

Berita Terbaru