Menikmati Pesona Alam Sukabumi Pagi, Sore dan Malam dari Bukit Cinta

- Redaksi

Sabtu, 25 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukit Cinta saat malam. l Sri Agustirasukma

Bukit Cinta saat malam. l Sri Agustirasukma

SUKABUMIHEADLINE.com l KALAPANUNGGAL – Soal wisata alam, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memang terkenal gudangnya. Dari mulai bukit, air terjun, pantai, gunung, hingga kampung adat.

Bahkan, wisata alam yang diakui dunia pun ada di Sukabumi, Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, di Kecamatan Ciemas yang keberadaannya diakui badan dunia, UNESCO.

IMG 20220625 013744
Bukit Cinta saat pagi. l Istimewa

Singkatnya, baik wilayah selatan maupun Utara, wisata alam Sukabumi diakui banyak kalangan sangat memikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di kawasan Utara, misalnya, ada Jembatan Gantung di Kecamatan Kadudampit, yang juga dikenal hingga kerap dikunjungi wisatawan luar daerah. Dan banyak lagi lainnya.

IMG 20220625 013815
Bukit Cinta menjelang petang. l Istimewa

Masih di Utara, ada Bukit Cinta, tempat memandang keindahan pesona alam Sukabumi dari atas ketinggian.

Bukit Cinta terletak di Kampung Limusamis, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Di sini, wisatawan bisa menikmati keindahan alam Sukabumi dari mulai pagi, siang, sore hingga malam.

IMG 20220625 014127
Bukit Cinta saat petang. l Istimewa

Karenanya, tak heran jika banyak wisatawan memilih untuk berkemah di Bukit Cinta. Tak hanya menikmati pemandangan bintang gemintang di langit saat malam tiba, di sini wisatawan juga bisa melihat Pantai Palabuhanratu yang jaraknya bahkan belasan kilometer.

“Indah pokoknya. Dan yang penting murah meriah. Dijamin terjangkau semua kalangan,” kata Sri Agustirasukma kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (25/6/2022) dinihari.

Bukit Cinta 2
Bukit Cinta saat sore. l Istimewa

Selain murah, lanjut Sri, di lokasi juga tersedia fasilitas umum seperti mushala dan toilet. Tidak usah khawatir kemalaman karena di lokasi tersedia tempat penyewaan tenda yang murah meriah.

“Meskipun untuk menuju puncak harus berjalan kaki, semua terobati dengan keindahan yang disuguhkan,” jelasnya lebih jauh.

Namun demikian, tambah dia, pengunjung juga bisa mencapai puncak Bukit Cinta dengan mengendarai sepeda motor.

“Kalau gak kuat jalan kaki yang waktu tempuhnya bisa mencapai satu jam lebih. Pengunjung juga bisa pakai motor. Dijamin gak nyesel,” pungkas Sri.

Berita Terkait

Dua mojang Sukabumi catatkan prestasi, daftar lengkap pemenang Moka Jawa Barat 2026
Tentang Raffi Ahmad dan cita-cita masa kecil menjadi kiper Persib
Membanding ciri orang dengan frekuensi tinggi dan rendah
Khasiat air kelapa muda: Menjaga kesehatan jantung, cegah batu ginjal, baik untuk diet
5 fakta Jipeng Sukabumi: Seni tradisional Jawa Barat diciptakan era pra kemerdekaan
10 jurusan kuliah yang lulusannya jadi pengangguran terselubung
5 desain kamar mandi 1,5 x 1,5 m, nyaman, higienis, elegan dan minimalis menurut feng shui
Kisah Asma Wafa Andina, kadet putri mundur dari Unhan RI Karena harus lepas jilbab

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Dua mojang Sukabumi catatkan prestasi, daftar lengkap pemenang Moka Jawa Barat 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Tentang Raffi Ahmad dan cita-cita masa kecil menjadi kiper Persib

Minggu, 23 Agustus 2026 - 01:50 WIB

Membanding ciri orang dengan frekuensi tinggi dan rendah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:12 WIB

Khasiat air kelapa muda: Menjaga kesehatan jantung, cegah batu ginjal, baik untuk diet

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:42 WIB

5 fakta Jipeng Sukabumi: Seni tradisional Jawa Barat diciptakan era pra kemerdekaan

Berita Terbaru

Warga Sukabumi, Batam dan Indramayu terlantar di Fiji - Ist

Peristiwa

5 warga Palabuhanratu Sukabumi terlantar di Fiji

Minggu, 23 Agu 2026 - 21:23 WIB

Ilustrasi aktivitas pemadam kebakaran hutan - sukabumiheadline.com

Headline

Terbesar di Sukabumi, 184 hektare hutan terbakar di Jawa Barat

Minggu, 23 Agu 2026 - 15:45 WIB

Ilustrasi mahasiswa berkumpul dan diskusi di depan kampus - sukabumiheadline.com

Kesehatan

Membanding ciri orang dengan frekuensi tinggi dan rendah

Minggu, 23 Agu 2026 - 01:50 WIB