Mulai dari TK Pemerintah tetapkan Wajib Belajar 13 Tahun

- Redaksi

Sabtu, 25 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) - sukabumiheadline.com

Siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Pemerintah mengubah program wajib belajar dari 12 tahun (SD-SMA) menjadi 13 tahun (TK-SMA). Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat pendidikan anak usia dini dan penguatan karakter.

Menyikapi kebijakan tersebut, Iwa Kartiwa, salah seorang guru SD di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menilai belum bisa sepenuhnya kebijakan tersebut dilaksanakan, terutama di daerah-daerah.

“Tapi minim banget di daerah mah, karena banyak siswa yang nggak mengenyam pendidikan tingkat PAUD, apalagi TK,” katanya kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (25/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk informasi, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menjelaskan program ini akan dimulai tahun depan. “Jumlahnya berapa, volumenya berapa, nanti bisa disampaikan,” ujarnya, dikutip Sabtu (25/10/2025).

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendukung perubahan Program wajib belajar 13 tahun. Ia juga minta agar semua pihak mensukseskan program wajib belajar 13 tahun ini.

Lestari menegaskan program ini adalah bagian dari proses pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional yang lebih baik. “Rencana ini harus mendapat perhatian dan pemahaman semua pihak,” ujarnya.

Menurutnya, pembentukan kemampuan dasar pada anak usia dini adalah tahap krusial yang sangat memengaruhi perkembangan setiap generasi bangsa. Hal ini termasuk kemampuan numerasi, literasi, dan karakter.

Program wajib belajar di Indonesia pada mulainya terapkan untuk 9 tahun, yaitu SD, 6 tahun dan SMP, 3 tahun. Pada tahun 2015 wajib belajar diperpanjang menjadi 12 tahun, dari SD hingga SMA.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik, tercatat 30,2 juta jiwa anak usia dini (0-6 tahun) pada tahun 2023. Angka ini setara dengan 10,91 persen total penduduk di Indonesia.

Data ini memperkuat penekanan dari United Nations Children’s Fund (UNICEF). UNICEF menilai bahwa layanan PAUD sangat krusial bagi perkembangan anak-anak.

Berita Terkait

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
Mendikdasmen akan berlakukan lagi kebijakan tidak naik kelas tahun depan
Daftar universitas dengan Fakultas Kedokteran Terbaik di Indonesia 2026 versi QS Ranking
Daftar kampus dengan fakultas hukum terbaik di Indonesia 2026 versi QS Ranking
Pelajar SMA PGRI Bantargadung Sukabumi belajar tugas kenegaraan di Istana Kepresidenan
Gandeng UIN SGD, Kemenag akselerasi pengembangan madrasah unggulan di Sukabumi
Prabowo matangkan rencana pendidikan gratis dari PAUD/TK hingga kuliah

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Mendikdasmen akan berlakukan lagi kebijakan tidak naik kelas tahun depan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Daftar universitas dengan Fakultas Kedokteran Terbaik di Indonesia 2026 versi QS Ranking

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Daftar kampus dengan fakultas hukum terbaik di Indonesia 2026 versi QS Ranking

Berita Terbaru

Ilustrasi dukun di Indonesia - sukabumiheadline.com

Kultur

5 cerita dan cap hitam teluh Jampang Sukabumi

Minggu, 1 Nov 2026 - 01:00 WIB

Le Minerale sponsori Persib Bandung - Ist

Nasional

Muncul seruan boikot Le Minerale dipicu video aksi

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:00 WIB