Niat Menolong, PNS Hilang Terseret Ombak Pantai Palabuhanratu Sukabumi

- Redaksi

Sabtu, 10 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban tenggelam di Pantai Palabuhanratu. l Istimewa

Korban tenggelam di Pantai Palabuhanratu. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l PALABUHANRATU – Pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menelan korban jiwa, Sabtu (10/9/2022).

Kali ini, seorang wisatawan terseret Ombak Pantai Istiqomah, Kecamatan Palabuhanratu, bernama bernama Deden Dudi Iskandar.

Diketahui, pria berusia 43 tahun tersebut, merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Setda Kabupaten Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kasat Polairud Polres Sukabumi AKP Tenda menyatakan korban merupakan warga Jalan Otista, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu.

Dijelaskan Tenda, kejadian berawal ketika korban hendak menolong dua anak yang sedang bermain di pinggir pantai lalu ombak besar datang dan menyeret tubuh keduanya.

“Kemudian korban bergegas berusaha menolong kedua anaknya tersebut,” jelas Tenda.

“namun, korban malah tergulung Ombak yang besar dan menghilang. Kedua anak berhasil diselamatkan oleh anggota lifeguard atau balawista,” imbuhnya.

Saat ini, jelas Tenda, pihaknya sudah mengirimkan personil rescue dari Pos SAR Sukabumi dengan membawa peralatan SAR air menuju lokasi kejadian.

Sementara, Kepala Kantor SAR Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR. Fazzli menegaskan upaya pencarian akan dilakukan dengan membagi tim menjadi dua.

Tim pertama melakukan pencarian melalui proses penyisiran di laut menggunakan perahu karet dengan luas area pencarian hingga 1 nautical mile (NM) di sekitar lokasi kejadian.

Sedangkan, tim kedua melakukan proses pencarian dengan menyisir sepanjang bibir pantai melalui jalur darat hingga radius 3 KM.

Upaya pencarian hari ini juga melibatkan puluhan personil SAR gabungan dari berbagai unsur potensi SAR.

Berita Terkait

Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU
Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes
Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19
Kholid Jaelani, pria asal Sukabumi meninggal dunia di kawasan IKN
12 anak di bawah umur di Sukabumi dicabuli lansia 72 tahun, imbalan Rp2 ribu
Wafa dan Kania, dua perempuan pelajar Sukabumi tewas tenggelam di pantai
Mahasiswa KKN keluhkan jalan hancur di Cibitung Sukabumi
Pacaran sama maling asal Medan, Wanita Sukabumi dianiaya dan diintimidasi hingga trauma

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:05 WIB

Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:20 WIB

Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:37 WIB

Kholid Jaelani, pria asal Sukabumi meninggal dunia di kawasan IKN

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:42 WIB

12 anak di bawah umur di Sukabumi dicabuli lansia 72 tahun, imbalan Rp2 ribu

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:24 WIB

Wafa dan Kania, dua perempuan pelajar Sukabumi tewas tenggelam di pantai

Berita Terbaru

Serba bambu, peneliti ITB kembangkan rumah bambu modular tahan gempa bumi - ITB

Teknologi

Peneliti ITB kembangkan rumah bambu interlock tahan gempa bumi

Minggu, 26 Jul 2026 - 17:37 WIB

Ilustrasi seorang warga miskin menjadi terdakwa di pengadilan - sukabumiheadline.com

Hukum

Hukum di Indonesia seperti golok, Mantan Ketua MK: Suram

Minggu, 26 Jul 2026 - 03:40 WIB