sukabumiheadline.com – Satu lagi band asal Sukabumi, Jawa Barat, eksis di blantika musik Indonesia, nineincident. Band yang mengusung pop-punk ini menandai kemunculan mereka dengan perilisan dua single sekaligus berjudul Sebelum Tersesat dan Akhir Ekspektasi, pada Jumat (17/5/2024) lalu.
Menurut salah satu personel nineincident, Galih (bas, vokal layar), bandnya itu terbentuk berkat kegiatan ekstrakurikuler di bangku SMA. Selain Galih, ada Jihan (vokal), Fajar (drum), Sakti (gitar), dan Gilang (gitar).
“Ketertarikan yang tinggi terhadap musik, kami memutuskan untuk lebih mendalami musik dengan membuat band yang kini disebut nineincident,” kata Galih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Profil dan diskografi Vagetoz, band asal Sukabumi hibur pelajar Parakansalak dan Kalapanunggal
nineincident merilis maxi-single Sebelum Tersesat dan Akhir Ekspektasi dengan nuansa musik ringan dan lirik yang relate terhadap isu-isu remaja saat ini untuk mencuri perhatian pendengar.
“Kami memiliki cerita yang berkesinambungan dengan pembawaan khas nineincident yang akan menjadi daya tarik utama kami di setiap lagu yang akan meninggalkan kesan yang baru bagi setiap pendengar,” sambung sang drummer, Fajar.
Dalam menggarap maxi-single ini, nineincident melibatkan Ryan Hafiez sebagai produser. Momen ini diakui mereka sebagai pelajaran teknis dan non-teknis.

Baca Juga:
- Chord dan Lirik “Ridho Allah Ridho Orangtua” Milik Band asal Sukabumi, Vagetoz
- Mengintip Kreativitas Anak Muda Sukabumi yang Tergabung dalam Kumis
- Ledakan Emosi Band Asal Sukabumi, Tantrum dalam Single Parasinis
Mengenal genre musik pop-punk
Pop-punk adalah genre musik yang menggabungkan pop dan punk atau biasa disebut genre musik rok yang menggabungkan tekstur dan tempo cepat punk rock dengan melodi dan progresi akord power pop.
Ini didefinisikan karena penekanannya pada lagu pop tradisional dan tema remaja dan anti-pinggiran kota, dan dibedakan dari genre varian punk lainnya dengan menggambar lebih banyak dari pop rock tahun 1960-an dan musik band-band seperti The Beatles, The Kinks, dan The Beach Boys.
Genre ini berkembang pada akhir 1970-an di Amerika Serikat dan Inggris. Namun, kini pop-punk telah berkembang sepanjang sejarahnya, menyerap unsur-unsur dari new wave, college rock, ska, rap, emo, dan boy band, dan kadang-kadang dipandang secara bergantian dengan power pop dan skate punk.
Baca Juga:
- Rere Reza, drummer asal Sukabumi di antara ADA Band, Yovie & Nuno, Dewa 19 dan Iwan Fals
- Mengenang Biru Langit, band pop progresif legendaris dari Sukabumi era 80-an
- Profil dan Biodata Faank, Vokalis Band asal Sukabumi dan Menengok Mushala Wali Parungkuda
Pop-punk muncul pada akhir 1970-an dengan grup-grup seperti Ramones, the Undertones, Buzzcocks, Bad Religion, dan Descendents, diikuti pada 1980-an dan awal 1990-an oleh sejumlah band yang menandatangani kontrak dengan Lookout! Rekaman, termasuk Screeching Weasel, Queers, dan Mr. T Experience.
Pada pertengahan hingga akhir 1990-an, genre ini mengalami peningkatan popularitas besar-besaran yang meluas dengan band-band seperti Green Day, the Offspring dan Blink-182.
Genre ini selanjutnya dipopulerkan oleh Warped Tour. Kesuksesan pop-punk berlanjut di awal 2000-an dengan artis seperti Avril Lavigne, Sum 41, Good Charlotte dan New Found Glory.