Peluang usaha untuk warga Sukabumi, pemerintah mau beli minyak jelantah Rp6.000 per liter ada bonus juga

- Redaksi

Jumat, 17 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minyak jelantah - Istimewa

Minyak jelantah - Istimewa

sukabumiheadline.com – Warga Sukabumi, Jawa Barat, rupanya harus membiasakan mengumpulkan minyak jelantah di rumah. Pasalnya, PT Pertamina (Persero), melalui anak usaha PT Pertamina Patra Niaga, memiliki program pengumpulan minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) yang meluncur sejak 21 Desember 2024.

Program ini dinamakan Green Movement UCO, juga merupakan bagian dari penerapan prinsip ekonomi sirkular yang dapat mengurangi limbah rumah tangga sembari mendukung transisi ke energi bersih.

Sejak diluncurkan, Pertamina berhasil mengumpulkan 1.162 liter minyak jelantah di 6 titik UCOllect Box, dan program pengumpulan Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah di sejumlah SPBU dan rumah sakit IHC.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertamina ingin terus memperluas dan melanjutkan program ini untuk memudahkan masyarakat, agar ikut berpartisipasi mengelola limbah minyak jelantah hasil konsumsi rumah tangga.

“Program ini merupakan adaptasi kami untuk implementasi ekonomi sirkular dimana UCO yang selama ini dianggap sebagai limbah rumah tangga ini setelah dikumpulkan maka akan kami bawa ke anak perusahaan Pertamina Group untuk diolah menjadi biofuel seperti HVO (Hydro Treated Vegetable Oil) dan SAF (Sustainable Aviation Fuel),” ujar Heppy, dilansir dari keterangan resmi, Jumat (17/1/2025).

“Sehingga inisiatif ini tidak hanya mengurangi limbah rumah tangga tetapi menjadi bagian dari solusi energi bersih yang lebih ramah lingkungan,” kata dia.

Program Green Movement UCO ini merupakan program pilot project yang akan berlangsung selama setahun ke depan. Bekerja sama dengan noovoleum sebagai penyedia UCOllect Box yang telah tersertifikasi internasional sebagai pengumpul minyak jelantah atau UCO.

Saat ini titik pengumpulan berada di 6 titik, dari Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat di Jakarta Pusat, Rumah Sakit Pertamina Pusat di Jakarta Selatan, SPBU 31.401.01 Dago Bandung, SPBU 31.128.02 MT Haryono Jakarta Selatan, SPBU 31.134.02 Kalimalang Jakarta Timur, dan SPBU 31.153.01 BSD Tangerang Selatan. Keenam titik tersebut akan terus di evaluasi berkelanjutan untuk ekspansi ke lokasi lainnya di Indonesia.

Pertamina Patra Niaga menawarkan beragam keuntungan yang akan didapatkan masyarakat bila berpartisipasi pada program ini.

Di mana UCOllector atau masyarakat yang mengumpulkan minyak jelantah di UCollect Box akan memperoleh rewards berupa saldo e-wallet sebesar mulai dari Rp 6.000 per liter.

Tak hanya itu, Anda juga masih akan mendapatkan bonus tambahan poin MyPertamina sebanyak 5 poin per liter.

Peluang usaha ini juga bisa digarap warga Sukabumi dengan cara menjadi pengepul minyak jelantah dari rumah ke rumah.

Berita Terkait

Mengenal khasiat kunyit dan 28 kecamatan penghasil di Sukabumi
28 kecamatan penghasil jahe di Sukabumi, 1,4 juta kg!
Tak hanya sawah, luas panen sayuran di Kabupaten Sukabumi menurun dalam 4 tahun terakhir
9 kecamatan penghasil kubis di Sukabumi, cek kandungan gizinya
Pernah jadi raja di Jabar, kini produksi melon dan semangka di Sukabumi anjlok
Kecamatan penghasil cengkeh di Sukabumi, kenali manfaat dan kegunaan
Sukabumi hasilkan 11 ribu ton, ini 8 cara rawat pohon kakao tua agar berbuah lebat
Daftar kecamatan penghasil jagung di Sukabumi, ratusan ribu ton!

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 17:20 WIB

Mengenal khasiat kunyit dan 28 kecamatan penghasil di Sukabumi

Kamis, 23 April 2026 - 02:03 WIB

28 kecamatan penghasil jahe di Sukabumi, 1,4 juta kg!

Rabu, 22 April 2026 - 03:59 WIB

Tak hanya sawah, luas panen sayuran di Kabupaten Sukabumi menurun dalam 4 tahun terakhir

Selasa, 21 April 2026 - 04:38 WIB

9 kecamatan penghasil kubis di Sukabumi, cek kandungan gizinya

Minggu, 19 April 2026 - 04:27 WIB

Pernah jadi raja di Jabar, kini produksi melon dan semangka di Sukabumi anjlok

Berita Terbaru