Pemerintah buka lowongan kerja Petani Milenial 2024 digaji Rp10 juta per bulan, daftar online di sini

- Redaksi

Jumat, 15 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah buka lowongan kerja Petani Milenial 2024 digaji Rp10 juta per bulan, ini cara daftarnya - sukabumiheadline.com

Pemerintah buka lowongan kerja Petani Milenial 2024 digaji Rp10 juta per bulan, ini cara daftarnya - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Bagi milenial Sukabumi, Jawa Barat, yang hobi atau memiliki minat di bidang pertanian, pemerintah sedang mempersiapkan program baru yang menarik bagi anak muda, yakni program “Petani Milenial 2024”.

Program ini, yang diumumkan oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, bertujuan untuk mendorong regenerasi petani di Indonesia dengan mengajak generasi muda untuk terlibat dalam pertanian, sektor yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional namun masih kurang diminati oleh kaum muda.

Baca Juga:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program Petani Milenial ini menawarkan pendapatan yang cukup menarik, yakni mencapai Rp10 juta per bulan, jauh lebih tinggi dibandingkan gaji rata-rata pegawai di berbagai sektor.

Dengan iming-iming penghasilan yang menjanjikan, pemerintah berharap generasi muda lebih tertarik untuk turun langsung ke dunia pertanian.

Dalam proses pendaftaran yang baru saja dibuka, antusiasme pemuda cukup tinggi dengan lebih dari 20.000 orang yang telah mendaftar.

Baca Juga :  Maya Wortel Sukabumi, Berawal dari Hobi Kini Beromzet Puluhan Juta Rupiah per Bulan

Rekomendasi Redaksi: Ternyata Istilah Petani Diciptakan Soekarno, Ini Artinya

Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 3.000 peserta yang akan diterima untuk mengikuti program ini.

Mereka akan dilatih dan dipersiapkan untuk terlibat aktif dalam upaya pencetakan sawah dan peningkatan produksi pangan nasional, bagian penting dalam strategi ketahanan pangan Indonesia.

Baca Juga:

Amran Sulaiman menyebutkan bahwa bonus demografi yang diprediksi akan terjadi pada periode 2030-2040 menjadi alasan penting dalam mempersiapkan regenerasi petani ini.

Dengan 52 persen penduduk Indonesia berada dalam usia produktif, sumber daya alam yang melimpah, serta dukungan teknologi, Amran optimis program ini bisa menarik minat generasi muda dan membawa keuntungan besar bagi sektor pertanian.

“Kalau mereka terlibat, itu dapat Rp10 juta minimal per orang per bulan. Kalau jadi pegawai, (penghasilan) Rp2 juta, 3 juta. Artinya, menarik kan?” kata Amran.

Baca Juga :  Banting usaha dari F&B, Hadi Rahman asal Sukabumi ini malah sukses jadi petani

Program ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan kaum muda, tapi juga mendukung keberlanjutan sektor pertanian nasional.

Baca Juga:

Daftar online jadi Petani Milenial 2024

Bagi milenial Sukabumi yang berminat untuk mengikuti program bantuan pemerintah pada sektor pertanian ini bisa mendaftar secara online.

Untuk diketahui, proses pendaftaran ini tidak dipungut biaya apapun. Jika lolos tentunya akan ada bantuan untuk para peserta bisa belanjar lebih lanjut tentang sektor pertanian.

Rekomendasi Redaksi: Balada Pasutri Petani Penggarap Kebun Ubi Jalar di Nagrak, Ingin Kuliahkan Anak

Adapun, untuk mendaftar program “Petani Milenial 2024” adalah sebagai berikut:

  1. Akses situs resmi Kementerian Pertanian melalui tautan https://latihanonline.pertanian.go.id/
  2. Cari menu “Pelatihan Petani Milenial” di laman web resmi tersebut untuk mulai melakukan pendaftaran secara online.
  3. Pada halaman pendaftaran, masukkan NIK yang valid, lengkapi data diri secara akurat, dan unggah pas foto berukuran 4×6 dengan resolusi maksimal 700 KB. Foto akan digunakan sebagai identitas dari peserta program.
  4. Setelah yakin semua data benar, klik tombol “Daftar” untuk menyelesaikan proses pendaftaran.

Berita Terkait

Mengenal definisi, logo, prinsip, tujuan dan jenis koperasi
Dikeluhkan warga Sukabumi, ternyata segini tarif listrik PLN per KWh setelah program diskon 50%
Siap-siap warga Sukabumi, Menteri ESDM akan ganti LPG dengan DME dan jargas rumah tangga
Mendirikan Koperasi Desa Merah Putih di Sukabumi? Begini mekanisme, skema dan usahanya
Kelas 1, 2, 3 dihapus, warga Sukabumi wajib tahh besaran iuran BPJS Kesehatan terbaru
Besaran gaji dan tunjangan anggota DPR RI periode 2024-2029
Warga Jawa Barat mau bayar pajak kendaraan? Kini tak perlu KTP pemilik lama
Bos Sritex: Permendag era Zulhas bikin industri tekstil mati

Berita Terkait

Sabtu, 5 April 2025 - 01:04 WIB

Mengenal definisi, logo, prinsip, tujuan dan jenis koperasi

Rabu, 2 April 2025 - 14:00 WIB

Dikeluhkan warga Sukabumi, ternyata segini tarif listrik PLN per KWh setelah program diskon 50%

Sabtu, 29 Maret 2025 - 10:00 WIB

Siap-siap warga Sukabumi, Menteri ESDM akan ganti LPG dengan DME dan jargas rumah tangga

Rabu, 26 Maret 2025 - 12:00 WIB

Mendirikan Koperasi Desa Merah Putih di Sukabumi? Begini mekanisme, skema dan usahanya

Jumat, 21 Maret 2025 - 13:00 WIB

Kelas 1, 2, 3 dihapus, warga Sukabumi wajib tahh besaran iuran BPJS Kesehatan terbaru

Berita Terbaru

Lambang atau logo koperasi lama dan baru - Istimewa

Regulasi

Mengenal definisi, logo, prinsip, tujuan dan jenis koperasi

Sabtu, 5 Apr 2025 - 01:04 WIB