Pernikahan viral kakek Tarman dengan mahar cek Rp3 miliar palsu dibayar tunai

- Redaksi

Rabu, 15 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pernikahan viral kakek Tarman dengan mahar cek Rp3 miliar palsu dibayar tunai - ZA

Pernikahan viral kakek Tarman dengan mahar cek Rp3 miliar palsu dibayar tunai - ZA

sukabumiheadline.com – Mahar berupa cek senilai Rp3 miliar dalam pernikahan kakek berusia 74 tahun bernama Kakek Tarman dengan gadis berusia 24 tahun bernama Shela Arika dinyatakan palsu.

Seperti diketahui, pernikahan kakek Tarman asal Karanganyar, Jawa Tengah, dengan Shela Arika (24), warga Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dilangsungkan di Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Pacitan, pada Rabu (8/10/2025).

Prosesi akad nikah dan resepsi berlangsung di rumah keluarga Shela Arika. Dalam akadnya, Kakek Tarman dengan penuh percaya diri mengatakan, “…dengan mahar tersebut dibayar tunai!”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun kekinian, Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar mengatakan telah mendapatkan pengaduan terkait dugaan cek palsu di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pacitan. Pengaduan masuk pada pukul 15.00 WIB, Senin (13/10/2025), disertai barang bukti berupa sejumlah tangkapan layar.

“Benar, kami telah menerima aduan terkait cek palsu,” kata Ayub, Senin (13/10/2025).

Selanjutnya, polisi akan segera melakukan tindak lanjut atas aduan tersebut dengan melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi terkait.

“Tentunya setelah ini akan kami gelarkan, lalu kemudian pihak-pihak yang dimaksud dalam pengaduan tersebut berikut saksi-saksi akan kami periksa atau klarifikasi,” terang Ayub.

Kapolres menambahkan, pihaknya juga akan memeriksa saksi ahli untuk menentukan obyek yang dilaporkan, yakni cek senilai Rp3 miliar yang digunakan untuk mahar oleh Tarman ketika akad nikah.

Kapolres mengapresiasi respons dan kepedulian masyarakat Pacitan terhadap berita yang ramai diperbincangkan tersebut.

“Terima kasih atas respons dan masukan masyarakat, atas kepedulian yang berkaitan dengan berita yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini di Kabupaten Pacitan,” terang Ayub.

Berita Terkait

Gunawan Sadbor Sukabumi beraksi di trotoar, netizen: Bikin malu Jabar dan Sunda
Bocah Sukabumi derita kanker darah dipuji KDM, tetap hidup karena tak henti bernafas
Bintang Borneo FC tanya kesediaan KDM jadi Gubernur Kaltim
Kisah sedih Sri Apriliani: Yatim piatu di Sukabumi DO sekolah, diejek teman, huni rutilahu
Jengkel Asep Japar rajin giat seremoni, warga Palabuhanratu minta pisah dari Sukabumi
Kenalin Poyici Oyen, si mpus tukang pantau lalin Bogor, Puncak, Sukabumi
Mengingat kembali alasan gambar di kaleng Khong Guan Biscuits tanpa ayah
Nama terpopuler pria dan wanita di Indonesia dari generasi Baby Boomer, XYZ – Alpha

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 22:21 WIB

Gunawan Sadbor Sukabumi beraksi di trotoar, netizen: Bikin malu Jabar dan Sunda

Kamis, 23 April 2026 - 22:26 WIB

Bocah Sukabumi derita kanker darah dipuji KDM, tetap hidup karena tak henti bernafas

Senin, 20 April 2026 - 17:50 WIB

Bintang Borneo FC tanya kesediaan KDM jadi Gubernur Kaltim

Sabtu, 18 April 2026 - 19:25 WIB

Kisah sedih Sri Apriliani: Yatim piatu di Sukabumi DO sekolah, diejek teman, huni rutilahu

Kamis, 16 April 2026 - 05:02 WIB

Jengkel Asep Japar rajin giat seremoni, warga Palabuhanratu minta pisah dari Sukabumi

Berita Terbaru

Wisata

Kemendagri ingin hotel tak minta KTP tamu saat check in

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:09 WIB

Kepala BGN, Dadan Hindayana - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Regulasi

BGN: Tak ada batas usia maksimum untuk kerja di Dapur MBG

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:57 WIB