Perploncoan, 5 Fakta Jasad Siswa SMP Negeri 1 Ciambar Sukabumi Tewas Mengambang di Sungai

- Redaksi

Minggu, 23 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana saat proses evakuasi MA. l Istimewa

Suasana saat proses evakuasi MA. l Istimewa

sukabumiheadline.com l CIAMBAR – Seorang pelajar SMP Negeri (SMPN) 1 Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Sukabumi, Jawa Barat ditemukan tewas mengambang di sungai.

Ironisnya, korban berinisial MA dikabarkan tewas saat sedang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diadakan sekolahnya.

Untuk informasi, ospek atau perploncoan sudah dilarang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, kemudian disiasati dengan memilih istilah yang lebih manusiawi, yakni MPLS, meskipun dalam praktiknya tidak jauh berbeda dengan plonco.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait: Terbaru Pelajar SMP di Sukabumi Tewas di Sungai, Ini Aturan yang Melarang Perploncoan

Berikut 5 fakta kematian MA, pelajar SMPN 1 Ciambar yang baru berusia 13 tahun tersebut.

Suasana di rumah duka, MA korban tewas saat MPLS SMPN 1 Ciambar. l Istimewa
Suasana di rumah duka, MA korban tewas saat MPLS SMPN 1 Ciambar. l Istimewa

1. MPLS SMPN 1 Ciambar 

Suasana duka masih menyelimuti Wawan (45) paman dari MA yang meninggal dunia karena tenggelam di sungai.

MA ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di Sungai Cileuleuy, Kampung Selaawi Girang, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, kabupaten Sukabumi pada Sabtu 22 Juli 2023 sekira pukul 14.30 WIB.

Menurut keluarga korban, MA tewas saat mengikuti kegiatan ospek atau saat ini lebih dikenal dengan MPLS yang diselenggarakan sekolahnya.

Menurut Wawan, korban mengikuti MPLS yang dilaksanakan sejak Senin 17 Juli 2023. Kemudian, pada Jumat 21 Juli MA menginap, dan pada Sabtu paginya dilanjut dengan kegiatan pengenalan lembah, hutan dan sungai.

Baca Juga :  Jalan Pelabuhan II Sukabumi Berdebu, Netizen: Nikmati Sensasinya, Slebewww

2. Tenggelam Saat Berenang di Sungai

Saat mengikuti fase berenang di sungai itulah, MA dikabarkan tenggelam dan gagal diselamatkan guru pembimbingan teman-temannya.

Peristiwa terjadi ketika MA sebelumnya berusaha menyelamatkan temannya yang tidak bisa berenang. Namun malang, justru kemudian MA yang menjadi korban tenggelam.

“Sabtu pagi, para siswa melanjutkan perjalanan menyusuri Sungai Cileuleuy untuk berenang. Saat itu, dikabarkan ada teman korban yang berusaha berenang dan tanpa disangka tenggelam,” kata Wawan, Ahad(23/7/2023).

3. Berangkat Lengkap, Pulang Hanya Sepatu dan Sabuk

Selanjutnya, teman teman MA mendatangi ibu korban, Hera (36), sambil membawa sepatu dan sabuk milik korban. Pihak keluarga pun mulai curiga lantaran pihak sekolah saat itu tidak mengetahui keberadaan korban.

“Sampai dengan pencarian membuahkan hasil ketika sekitar pukul 14.30 WIB, korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia dan badan masih mengenakan seragam pramuka,” ujar Wawan.

Wawan berharap pihak sekolah bisa bertanggung jawab karena bisa mencegah terjadinya kecelakaan tersebut dengan melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap kegiatan MPLS.

“Namanya anak anak SMP termasuk kategori anak di bawah umur, seharusnya ada bimbingan dari pihak sekolah atau OSIS dalam mengawasi para peserta,” kata Wawan.

Baca Juga :  Kepedulian Balai Residen Galih Pakuan terhadap Komunitas Punk di Sukabumi

“Pihak sekolah harus memiliki koordinasi yang baik dengan pihak terkait dan melaporkan keberadaan siswa-siswi yang mengikuti MPLS untuk memudahkan tindakan pencarian jika terjadi kecelakaan,” keluhnya.

4. Kasusnya Masih Diselidiki Polisi

Sementara, Kanitreskrim Polsek Nagrak Resor Sukabumi, Aipda Ariek Derliboy Hidayat mengatakan pihaknya tengah mendalami dan menyelidiki kasus tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman informasi apakah memang dari pihak sekolah itu sendiri yang mengharuskan adanya kegiatan berenang di sungai atau memang inisiatif para siswa yang mengikuti MPLS,” katanya.

Sementara, Kapolsek Nagrak, Iptu Teguh Putra Hidayat mengungkapkan pihaknya sedang pendalaman dengan memeriksa pihak sekolah.

“Sore ini kita periksa pihak sekolah. Untuk memastikan kejadian tenggelamnya korban. Termasuk yang akan kita periksa di antaranya panitia pelaksana, guru dan kepala sekolah,” kata Teguh.

Terkait adanya dugaan kelalaian dari pihak sekolah saat berlangsungnya MPLS hingga MA tenggelam tanpa diketahui pihak sekolah, Teguh masih memastikannya.

“Kita masih melakukan penyelidikan. Sore dari para pihak sekolah kita periksa,” ucap Teguh.

5. Sikap Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Jujun Junaedi saat bertakziah ke rumah korban, Ahad, membenarkan MA tewas saat mengikuti MPLS.

“Anak sekolah tersebut sedang melaksanakan salah satu kegiatan MPLS,” singkatnya.

Berita Terkait

Update jumlah penduduk miskin menurut kabupaten/kota di Jawa Barat, Bogor terbanyak
Menghitung belanja hibah Pemkab Sukabumi, naik jelang Pilkada 2024 lalu turun lagi
5 target ambisius Rp815 M Pemkab Sukabumi di tengah defisit APBD, apa kata BPKP?
Fungsi, manfaat dan tips berkendara aman di Jalan Lingkar Selatan Sukabumi
Indeks Daya Saing Daerah Sukabumi jeblok meski punya jalan tol
1 Tahun Asep Japar – Andreas: Rata-rata Lama Sekolah penduduk Sukabumi DO kelas 3 SMP
Mimpi buruk ibu tiri: Dari tragedi Arie Hanggara 1984 hingga Nizam asal Sukabumi 2026
Usia Harapan Hidup warga Kabupaten Sukabumi 75,12 tahun, kalah dari Garut dan Pangandaran

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 01:07 WIB

Update jumlah penduduk miskin menurut kabupaten/kota di Jawa Barat, Bogor terbanyak

Sabtu, 14 Maret 2026 - 04:21 WIB

Menghitung belanja hibah Pemkab Sukabumi, naik jelang Pilkada 2024 lalu turun lagi

Rabu, 11 Maret 2026 - 07:00 WIB

5 target ambisius Rp815 M Pemkab Sukabumi di tengah defisit APBD, apa kata BPKP?

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:14 WIB

Fungsi, manfaat dan tips berkendara aman di Jalan Lingkar Selatan Sukabumi

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:36 WIB

Indeks Daya Saing Daerah Sukabumi jeblok meski punya jalan tol

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131