Pesan ayah bocah tewas dianiaya ibu tiri di Sukabumi untuk semua pasangan suami istri

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anwar Satibi, ayah Nizam Syafei - Ist

Anwar Satibi, ayah Nizam Syafei - Ist

sukabumiheadline.com – Nizam Syafei (NS), seorang anak berusia 12 tahun diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh ibu tirinya, TR (47). Kasus kematian anak warga Kampung Leuwinanggung, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu menjadi pemberitaan media lokal dan nasional.

NS diduga menjadi korban KDRT yang dilakukan ibu tirinya itu sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Namun, nyawa korban tidak tertolong akibat luka parah yang dideritanya di sekujur tubuh. Baca selengkapnya: Anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas

Kekinian, Anwar Satibi (38), ayah NS, mengungkapkan perasaannya di podcast Denny Sumargo. Anwar menceritakan bagaimana momen ketika ibu kandung NS, Lisnawati, diberitahukan anaknya sudah meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nah kenapa si anak itu ikut sama Bapak, nggak ikut sama ibunya?” tanya Denny Sumargo kepada Anwar, dikutip suabumiheadline.com pada Selasa (23/2/2026).

“Saya nggak mau kalau saya nengok anak saya, ketemu sama suami istri saya, jadi ada di saya,” jawab Anwar.

“Oh, jadi ada perebutan hak asuh ya?” tanya Denny.

“Ada, ada. Tapi tidak sampai ke pengadilan ya,” timpal Anwar.

“Dia (ibu kandung NS) tahu berita tentang anaknya ini meninggal kapan?” lanjut pria yang biasa dipanggil Densu itu.

Baca Juga :  5 hal paling banyak terjadi dan dikeluhkan warga Sukabumi sepanjang 2025

“Video-nya saya kirim ke uwaknya, ke kakaknya istri saya. Terus mungkin dikirim lagi ke mamahnya (ibu kandung NS),” jawab Anwar.

Baca Juga: Mimpi buruk ibu tiri: Dari tragedi Arie Hanggara 1984 hingga Nizam asal Sukabumi 2026

NS, anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas
Nizam Syafei, anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas – Ist

Di pemakaman, ibu kandung NS datang menyaksikan jasad anaknya untuk yang terakhir kali. Ketika di pemakaman itu, Anwar mengaku dipersalahkan oleh mantan istrinya itu.

“‘Ini gara-gara kamu semuanya.’ Tapi saya nggak ngomong apa-apa, saya cuma minta maaf aja,” jelas Anwar dengan mata berkaca-kaca.

Anwar mengaku merasa bersalah terhadap Nizam, karena semua berawal dari kegagalan rumah tangga dirinya dengan mantan istri. Ia juga menyarankan semua pasangan suami istri agar mempertahankan rumah tangga jika sudah memiliki anak.

“Merasa bersalahnya mungkin, kenapa saya harus gagal sama ibunya,” kata Anwar.

“Serusak apapun rumah tangga kalian, pertahankan! Kalau kalian sudah punya anak. Tidak akan mendapatkan kebahagiaan, buat kita (suami), buat anak kita kalau diasuh sam aibu tiri,” imbuhnya.

“Kalau bisa, usahakan diperbaiki,” tambah Anwar.

Anwar juga berharap, apa yang ia rasakan saat ini, orang lain tidak ikut merasakannya.

“Kalau udah seperti ini tersiksa banget. Tersiksanya mungkin ini sepanjang hidup saya. Saya yakin, saya akan merasakan siksaan ini sepanjang hidup saya. Saya akan merasakan ini, jangan sampai apa yang saya rasakan saat ini, saudara-saudara saya di luar sana merasakan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pemprov Jabar beli truk molen buat cor jalan desa di Sukabumi, ini fungsi dan cara kerjanya

Baca Juga: Hak dan kewajiban ibu tiri menurut Islam, hikmah dari tragedi Nizam asal Sukabumi

Diberitakan sebelumnya, Anwar tengah mencari kejelasan soal penyebab kematian anaknya. Luka bakar yang terdapat pada sekujur tubuh korban itu menjadi dugaan adanya KDRT pada NS oleh ibu tirinya.

“Saya mendorong melakukan autopsi. Intinya saya tidak bisa menuduh dan memfitnah, tapi ingin memastikan,” pungkasnya.

Sementara itu, dari sejumlah video beredar di mana Anwar sempat melarang istrinya menyentuh bibir korban ketika di rumah sakit. Anwar terlihat menepis lengan sang istri sebelum menyentuh bibir anaknya, sambil memaki. Baca selengkapnya: Anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas

Sementara itu, diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengatakan mereka menangani kasus ini dengan ekstra hati-hati. Ia menyebut kasus ini tak cuma didasarkan pada kesaksian verbal, tetapi juga pada bukti medis yang valid secara hukum. Baca selengkapnya: Polres Sukabumi temukan unsur pidana kematian Nizam, ibu tiri: Karena takdir

Kasus kematian Nizam bahkan mendapatkan atensi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia bahkan mengaku sempat menangis melihat video Nizam ketika di rumah sakit. Baca selengkapnya: Bikin nangis Wakil Ketua Komisi III DPR RI, minta ibu tiri Nizam di Sukabumi jadi tersangka

Berita Terkait

Pemudik Suzuki Karimun dari Depok ke Sukabumi terjungkal di Jalan Tol Bocimi
Dipicu gempa berulang di Sukabumi rumah warga Cianjur dan Bandung Barat rusak, 1 korban luka
Imbas dugaan kasus asusila dai kondang di Sukabumi, plang ponpes dibongkar warga
Wanita Sukabumi selundupkan narkoba ke lapas, dibungkus kondom disimpan di kemaluan
Nekad nyeberang jalan tol, mahasiswa asal Sukabumi ini langsung tewas
Mengintip defisit APBD Kabupaten Sukabumi 2026
Dikira ke Sukabumi, ternyata wanita ini sudah meninggal dunia di kamar, motor dan HP hilang
Pemotor Honda Vario asal Sukabumi tewas di Bali

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 22:18 WIB

Pemudik Suzuki Karimun dari Depok ke Sukabumi terjungkal di Jalan Tol Bocimi

Senin, 16 Maret 2026 - 07:16 WIB

Dipicu gempa berulang di Sukabumi rumah warga Cianjur dan Bandung Barat rusak, 1 korban luka

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:18 WIB

Imbas dugaan kasus asusila dai kondang di Sukabumi, plang ponpes dibongkar warga

Jumat, 13 Maret 2026 - 01:12 WIB

Wanita Sukabumi selundupkan narkoba ke lapas, dibungkus kondom disimpan di kemaluan

Kamis, 12 Maret 2026 - 02:35 WIB

Nekad nyeberang jalan tol, mahasiswa asal Sukabumi ini langsung tewas

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131