sukabumiheadline.com – Nizam Syafei (NS), seorang anak berusia 12 tahun diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh ibu tirinya, TR (47). Kasus kematian anak warga Kampung Leuwinanggung, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu menjadi pemberitaan media lokal dan nasional.
NS diduga menjadi korban KDRT yang dilakukan ibu tirinya itu sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Namun, nyawa korban tidak tertolong akibat luka parah yang dideritanya di sekujur tubuh. Baca selengkapnya: Anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas
Kekinian, Anwar Satibi (38), ayah NS, mengungkapkan perasaannya di podcast Denny Sumargo. Anwar menceritakan bagaimana momen ketika ibu kandung NS diberitahukan anaknya sudah meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Nah kenapa si anak itu ikut sama Bapak, nggak ikut sama ibunya?” tanya Denny Sumargo kepada Anwar, dikutip suabumiheadline.com pada Selasa (23/2/2026).
“Saya nggak mau kalau saya nengok anak saya, ketemu sama suami istri saya, jadi ada di saya,” jawab Anwar.
“Oh, jadi ada perebutan hak asuh ya?” tanya Denny.
“Ada, ada. Tapi tidak sampai ke pengadilan ya,” timpal Anwar.
“Dia (ibu kandung NS) tahu berita tentang anaknya ini meninggal kapan?” lanjut pria yang biasa dipanggil Densu itu.
“Video-nya saya kirim ke uwaknya, ke kakaknya istri saya. Terus mungkin dikirim lagi ke mamahnya (ibu kandung NS),” jawab Anwar.
Baca Juga: Mimpi buruk ibu tiri: Dari tragedi Arie Hanggara 1984 hingga Nizam asal Sukabumi 2026

Di pemakaman, ibu kandung NS datang menyaksikan jasad anaknya untuk yang terakhir kali. Ketika di pemakaman itu, Anwar mengaku dipersalahkan oleh mantan istrinya itu.
“‘Ini gara-gara kamu semuanya.’ Tapi saya nggak ngomong apa-apa, saya cuma minta maaf aja,” jelas Anwar dengan mata berkaca-kaca.
Anwar mengaku merasa bersalah terhadap Nizam, karena semua berawal dari kegagalan rumah tangga dirinya dengan mantan istri. Ia juga menyarankan semua pasangan suami istri agar mempertahankan rumah tangga jika sudah memiliki anak.
“Merasa bersalahnya mungkin, kenapa saya harus gagal sama ibunya,” kata Anwar.
“Serusak apapun rumah tangga kalian, pertahankan! Kalau kalian sudah punya anak. Tidak akan mendapatkan kebahagiaan, buat kita (suami), buat anak kita kalau diasuh sam aibu tiri,” imbuhnya.
“Kalau bisa, usahakan diperbaiki,” tambah Anwar.
Baca Juga: Hak dan kewajiban ibu tiri menurut Islam, hikmah dari tragedi Nizam asal Sukabumi
Diberitakan sebelumnya, Anwar tengah mencari kejelasan soal penyebab kematian anaknya. Luka bakar yang terdapat pada sekujur tubuh korban itu menjadi dugaan adanya KDRT pada NS oleh ibu tirinya.
“Saya mendorong melakukan autopsi. Intinya saya tidak bisa menuduh dan memfitnah, tapi ingin memastikan,” pungkasnya.
Sementara itu, dari sejumlah video beredar di mana Anwar sempat melarang istrinya menyentuh bibir korban ketika di rumah sakit. Anwar terlihat menepis lengan sang istri sebelum menyentuh bibir anaknya, sambil memaki. Baca selengkapnya: Anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas
Sementara itu, diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengatakan mereka menangani kasus ini dengan ekstra hati-hati. Ia menyebut kasus ini tak cuma didasarkan pada kesaksian verbal, tetapi juga pada bukti medis yang valid secara hukum. Baca selengkapnya: Polres Sukabumi temukan unsur pidana kematian Nizam, ibu tiri: Karena takdir
Kasus kematian Nizam bahkan mendapatkan atensi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia bahkan mengaku sempat menangis melihat video Nizam ketika di rumah sakit. Baca selengkapnya: Bikin nangis Wakil Ketua Komisi III DPR RI, minta ibu tiri Nizam di Sukabumi jadi tersangka









