Polda Jabar akan pulangkan Reni, wanita Sukabumi disekap dan dipaksa nikah di China

- Redaksi

Kamis, 25 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan - Ist

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan - Ist

sukabumiheadline.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat tengah mendalami kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa seorang perempuan asal Sukabumi bernama Reni Rahmawati. Saat ini, korban diketahui berada di Ghuangzou, Cina.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, kasus bermula ketika Reni berkenalan dengan dua pria berinisial Y dan JA melalui media sosial pada April 2025.

Keduanya kemudian mengajak Reni ke Cianjur dengan iming-iming pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di Cina bergaji Rp15 juta hingga Rp30 juta per bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Korban tertarik dengan tawaran tersebut. Beberapa hari kemudian, ia diajak ke Bogor untuk membuat paspor. Setelah itu, korban ditampung di sebuah rumah yang diketahui milik seseorang berinisial A,” kata Hendra di Bandung, Rabu (24/9/2025).

Namun, bukannya diberangkatkan secara resmi, Reni justru disekap oleh Y dan JA.

Keduanya lalu menghubungi seseorang berinisial L di Jakarta untuk mencarikan warga negara asing yang bersedia menikahi Reni.

Menurut hasil penyelidikan, L kemudian menghubungi rekannya di Cina. Reni akhirnya dinikahkan secara siri dengan seorang pria di Cina melalui sambungan video call.

Setelah itu, ia diberangkatkan ke Cina dan tidak pernah kembali ke Indonesia.

“Dari laporan keluarga pada September 2025, kami melakukan serangkaian penyelidikan. Saat ini diketahui korban berada di Ghuangzou dan diduga mengalami berbagai bentuk kekerasan seksual,” ujar Hendra.

Polda Jabar menegaskan kasus ini menjadi perhatian serius. Unit V Subdit IV Ditreskrimum bersama Satreskrim Polres Sukabumi Kota kini terus mendalami kasus tersebut, termasuk membongkar jaringan sindikat TPPO yang terlibat.

“Kami berkoordinasi dengan instansi terkait, baik kementerian maupun lembaga internasional, untuk memastikan pemulangan korban ke Indonesia dan penegakan hukum terhadap para pelaku,” tegas Hendra.

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, keberadaan Reni Rahmawati akhirnya menemui titik terang setelah dua bulan hilang kontak dengan pihak keluarga di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Sebelumnya, ia dikabarkan hilang setelah mendapatkan informasi lowongan kerja di media sosial. Baca selengkapnya: Hati-hati info loker di medsos, Reni gadis asal Sukabumi dipaksa menikah lalu disekap di China

Berita Terkait

Dedi Mulyadi: Gedung di Jabar dilarang lebih tinggi dari kantor pemerintah
Jalanan Sukabumi bakal bebas kabel semrawut dan ODOL
Membanding 9 kota di Jawa Barat, Sukabumi 1/4 Bekasi, terluas bukan Bandung
Anggaran Rp68 miliar untuk perbaikan jalan rusak di Sukabumi akhirnya melayang
Nyaris 100 ribu! Jawa Barat juara kasus perceraian se-Indonesia, ini kabupaten terbanyak
5 prioritas Jabar di Musrenbang RKPD 2027: Sekolah gratis hingga konektivitas wilayah
KDM ajak Gen Z Jawa Barat nikah sederhana, uang mending buat beli rumah
Soal bayar pajak kendaraan tanpa KTP pemilik lama, Korlantas Polri kunjungi Lembur Pakuan

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:51 WIB

Dedi Mulyadi: Gedung di Jabar dilarang lebih tinggi dari kantor pemerintah

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:42 WIB

Jalanan Sukabumi bakal bebas kabel semrawut dan ODOL

Kamis, 30 April 2026 - 03:04 WIB

Membanding 9 kota di Jawa Barat, Sukabumi 1/4 Bekasi, terluas bukan Bandung

Sabtu, 25 April 2026 - 01:35 WIB

Anggaran Rp68 miliar untuk perbaikan jalan rusak di Sukabumi akhirnya melayang

Kamis, 23 April 2026 - 17:31 WIB

Nyaris 100 ribu! Jawa Barat juara kasus perceraian se-Indonesia, ini kabupaten terbanyak

Berita Terbaru