Proyek gentengisasi Prabowo, tantangan bagi industri genteng di Sukabumi

- Redaksi

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pengrajin genteng - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pengrajin genteng - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Presiden Prabowo Subianto mendorong penggunaan genteng sebagai atap rumah di seluruh Indonesia. Ia menolak pemakaian atap seng yang dinilai mudah panas serta berkarat. Kebijakan tersebut akan dijalankan melalui gerakan proyek gentengisasi melibatkan pemerintah pusat dan daerah.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Gerakannya adalah gerakan proyek gentengisasi,” kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin (2/2).

Niat Prabowo tersebut tentunya menjadi peluang baik bagi industri genteng tradisional dan semi modern di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah produsen genteng tradisional di Sukabumi yang sempat lesu, kini memiliki harapan untuk bangkit lagi, di tengah gempuran produk-produk genteng hasil perusahaan besar dari luar daerah.

Produsen genteng tradisional di Sukabumi

Industri genteng di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, merupakan sentra produksi kerajinan tanah liat tradisional yang menghasilkan genteng press untuk atap rumah.

Beberapa produsen memproduksi genteng jenis Morando dan tradisional lainnya. Meskipun ada persaingan dari genteng modern/metal, industri lokal tetap beroperasi melayani kebutuhan material atap.

Wilayah ini memiliki sejarah panjang dalam pembuatan genteng, bahkan melibatkan pekerja tahanan pada era 1960-an hingga 1970-an. Pengrajin setempat fokus pada pembuatan genteng press atau cetak dari bahan tanah liat, menjadikan Gunungguruh dikenal sebagai salah satu wilayah produksi genteng di Sukabumi, dengan sejarah penggunaan tenaga kerja tahanan.

Di sisi lain, industri tradisional menghadapi persaingan dari material modern yang dianggap lebih tahan lama, ringan, dan tidak memerlukan perawatan intensif seperti genteng tanah liat tradisional.

Padahal, produk yang dihasilkan, khususnya jenis Morando/tradisional, sering digunakan untuk hunian, villa, dan resort di wilayah Sukabumi karena memberikan kesan klasik.

Kini, produsen semi modern di Sukabumi juga memproduksi jenis genteng Plentong, Morando, dan kodok. Produsen lokal umumnya memproduksi genteng press tanah liat, termasuk tipe Morando yang populer karena tampilannya yang estetis dan tradisional.

Selain genteng tanah liat tradisional, kawasan Sukabumi, seperti di Karang Tengah, Kecamatan Cibadak juga menjadi sentra produksi dan pemasaran berbagai jenis atap, termasuk genteng keramik, beton, dan metal pasir.

Produsen genteng di Sukabumi 

Produsen dan penjual genteng di Sukabumi antara lain Maestro Atap Sukabumi yang berlokasi di Jl. Raya Karang Tengah, Cibadak. Selain itu, CV Indobata, perusahaan ini spesialisasi memproduksi aneka produk beton, termasuk genteng beton, paving block, kanstin, dan roster di Kampung Karang Hilir Jl. Raya Karang Tengah, Karang Tengah, Kecamatan Cibadak.

Lalu, pabrik genteng pres Harapan Hidup (HH Super). Pabrik ini memproduksi berbagai macam genteng press (tanah liat), bata muka, dan loster, pabrik genteng press yang memproduksi berbagai aksesori atap seperti nok (wuwung) di Kampung/Desa Bojong, Kecamatan Cikembar.

Kebijakan gentengisasi Prabowo tentunya memberikan tantangan sekaligus harapan tinggi bagi produsen genteng tradisional dan semi modern di Sukabumi untuk terus berkembang.

Berita Terkait

Bunyi aturan baru, DAU dan Dana Desa bisa digunakan untuk Kopdes Merah Putih
Mulai 6 Maret 2026, bayar pajak kendaraan di Jabar tak perlu KTP pemilik lama
Meski berlaku WFH di perusahaan, hak upah dan cuti pegawai tak boleh hilang
KDM rekrut besar-besaran lulusan SD jadi tenaga teknis lapangan, gaji Rp4,2 juta
Lawan rentenir, warga bisa pinjam uang ke Kopdes Merah Putih, bunga 6% per tahun
Purbaya: Anggaran MBG mau dipangkas Rp40 triliun
Syarat, cara dan jadwal daftar Sarjana Penggerak Kopdes Merah Putih 2026
Perusahaan tak bayar THR? Buruh Sukabumi bisa mengadu ke Pemprov Jabar

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 22:11 WIB

Bunyi aturan baru, DAU dan Dana Desa bisa digunakan untuk Kopdes Merah Putih

Senin, 6 April 2026 - 18:05 WIB

Mulai 6 Maret 2026, bayar pajak kendaraan di Jabar tak perlu KTP pemilik lama

Rabu, 1 April 2026 - 22:09 WIB

Meski berlaku WFH di perusahaan, hak upah dan cuti pegawai tak boleh hilang

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:26 WIB

KDM rekrut besar-besaran lulusan SD jadi tenaga teknis lapangan, gaji Rp4,2 juta

Senin, 30 Maret 2026 - 16:10 WIB

Lawan rentenir, warga bisa pinjam uang ke Kopdes Merah Putih, bunga 6% per tahun

Berita Terbaru

Praka Farizal Romadhon, anggota pasukan Perdamaian UNIFIL gugur di Lebanon - Muhammad Husein

Internasional

PBB: Prajurit TNI di Lebanon tewas ditembak tank militer Israel

Rabu, 8 Apr 2026 - 20:46 WIB