Rupiah kini Rp18.060 per Dolar AS, cuitan lama Partai Gerindra disentil warganet

- Redaksi

Jumat, 10 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cuitan admin Partai Gerinda di X, dulu Twitter - Ist

Cuitan admin Partai Gerinda di X, dulu Twitter - Ist

sukabumiheadline.com – Nilai tukar rupiah dibuka Rp18.060 terhadap Dolar Amerika Serikat (AS), menurut data Refinitiv, pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (10/7/2026).

Kondisi ini membalikkan posisi Rupiah pada penutupan perdagangan sebelumnya, Kamis (9/7/2026), ketika Rupiah ditutup melemah tajam 0,44% ke posisi Rp18.070/US$, sekaligus menjadi posisi terlemah Rupiah dalam sebulan terakhir.

Sementara itu, indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,14% ke level 100,762.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pergerakan Rupiah pada perdagangan hari ini mendapat angin segar dari pelemahan indeks Dolar AS di pasar global. Dolar AS melemah untuk sesi kedua beruntun setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali melancarkan serangan.

Tak tinggal diam, Iran juga melancarkan serangan ke infrastruktur militer AS di negara-negara Teluk setelah AS menyerang wilayah pesisir selatan dan provinsi timur Iran. Eskalasi ini kembali menekan kesepakatan gencatan senjata yang baru berjalan sekitar tiga pekan.

Namun, harga minyak justru turun dari posisi tertingginya. Minyak mentah AS melemah ke US$71,57 per barel, sementara Brent turun ke US$75,72 per barel. Pelemahan ini terjadi karena pasar mulai mempertimbangkan risiko bahwa inflasi yang lebih tinggi dapat menekan pertumbuhan global, meski kekhawatiran pasokan energi masih ada.

Selain geopolitik, pasar juga mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed). Risalah rapat The Fed periode 16-17 Juni, yang menjadi rapat pertama di bawah Ketua The Fed Kevin Warsh, menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi masih meningkat di antara para pejabat bank sentral.

Sejumlah pejabat bahkan melihat adanya alasan untuk menaikkan suku bunga segera. Namun, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 28-29 Juli justru sedikit mereda.

Di sisi lain, kebutuhan arus modal asing juga masih menjadi perhatian di tengah dinamika pergerakan Rupiah. Indonesia membutuhkan peningkatan posisi investor asing sekitar US$8-11 miliar pada paruh kedua 2026 untuk menjaga stabilitas Rupiah.

Keputusan investor asing akan sangat bergantung pada konsistensi konsolidasi fiskal, normalisasi imbal hasil obligasi pemerintah, serta kepastian arah kebijakan moneter.

Sejumlah pengamat menilai stabilitas Rupiah tidak cukup hanya ditopang intervensi pasar atau pengelolaan likuiditas. Kombinasi fiskal yang kredibel, pasar obligasi yang menarik, dan komunikasi kebijakan yang konsisten dinilai menjadi faktor penting untuk mengembalikan minat investor asing.

Cuitan Partai Gerinda

Sementara itu, cuitan dan kritik lama Partai Gerindra mengenai nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat kembali viral. Hal ini mencuat seiring tertekannya nilai tukar Rupiah yang sudah melewati Rp18.000 per dolar AS, memicu perbandingan warganet dengan pernyataan mereka saat masih menjadi oposisi.

Salah satunya, cuitan di X (dulu Twitter) oleh @Gerindra: “Dolar Hampir Rp 14.000, Tanda Kegagalan Pemerintah,” yang dicuit pada 14 Agustus 2015.

Namun sebelumnya, menanggapi situasi ekonomi terkini, Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengimbau masyarakat yang menyimpan Dolar AS untuk menukarkannya kembali ke Rupiah.

Langkah ini, kata Dasco, ditujukan untuk membantu menopang stabilitas mata uang nasional di tengah tekanan global.

Berita Terkait

Top 10 provinsi penghasil semen terbesar di Indonesia, Jawa Barat juara
Harga tiket, fasilitas dan jadwal pagi/siang/sore KA Siliwangi relasi Sukabumi-Cipatat
Sudah groundbreaking, tapi KRL Sukabumi bukan prioritas, ini kendalanya
BI gratiskan biaya transaksi QRIS hingga Rp500 ribu
Tips & trik A-Z merintis usaha toko pakaian di era belanja online plus konsep promosi dan pemasaran
Bank bjb Official Banking Partner Persib Bandung
BBM subsidi berdasarkan jenis kendaraan, Bahlil: Pertalite untuk motor tak dibatasi
Dampak Program MBG terhadap produksi 22 jenis sayuran di Sukabumi

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Top 10 provinsi penghasil semen terbesar di Indonesia, Jawa Barat juara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:37 WIB

Harga tiket, fasilitas dan jadwal pagi/siang/sore KA Siliwangi relasi Sukabumi-Cipatat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Sudah groundbreaking, tapi KRL Sukabumi bukan prioritas, ini kendalanya

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:23 WIB

BI gratiskan biaya transaksi QRIS hingga Rp500 ribu

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:43 WIB

Tips & trik A-Z merintis usaha toko pakaian di era belanja online plus konsep promosi dan pemasaran

Berita Terbaru

Ilustrasi kebakaran hutan - sukabumiheadline.com

Internasional

Dua negara ASEAN, kecewa kabut asap kebakaran hutan Kalimantan

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:32 WIB

Chery Q dijual segini, hatchback pertama yang punya bagasi luas - Chery

Otomotif

Chery Q dijual segini, hatchback pertama yang punya bagasi luas

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:06 WIB

Warga Sukabumi, Batam dan Indramayu terlantar di Fiji - Ist

Peristiwa

5 warga Palabuhanratu Sukabumi terlantar di Fiji

Minggu, 23 Agu 2026 - 21:23 WIB