Sagaranten Sukabumi paling banyak dihuni transmigran, ini tujuan dan jenis transmigrasi

- Redaksi

Selasa, 13 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi permukiman transmigran - Istimewa

Ilustrasi permukiman transmigran - Istimewa

sukabumiheeadline.com – Indonesia punya program memindahkan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Biasanya pemindahan dilakukan dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang kurang padat penduduk. Itu dikenal dengan sebutan transmigrasi.

Transmigrasi adalah berpindahnya warga secara sukarela ke Wilayah Pengembangan Transmigrasi (WPT) atau lokasi permukiman.

Pada umumnya, warga yang ikut transmigrasi itu yang keadaan sosial ekonominya lemah. Tapi mereka punya tekad dan semangat untuk meningkat kesejahteraannya. Keikutsertaan transmigrasi juga didasari atas kesukarelaan, namun harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekomendasi Redaksi: Membanding jumlah remaja dan lansia perempuan di Sukabumi dan keistimewaan dalam Islam

Warga
Ilustrasi penduduk – Istimewa

Tujuan transmigrasi

Program transmigrasi ini punya tujuan mengurangi kemiskinan dan kepadatan pendudukan. Selain itu untuk pemerataan dan persebaran penduduk. Biasanya, program ini diikuti mereka yang tinggal di Pulau Jawa untuk pindah ke luar pulau Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi.

Perpindahan memberikan kesempatan bagi orang yang mau bekerja dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja untuk mengolah atau mengembangkan sumber daya alam.

Dalam program ini, warga akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan. Selain itu ada pemberian motivasi untuk meningkatkan pengertian, pemahaman dan perubahan sikap.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memberi bantuan sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalani. Lalu tempat tinggal transmigrasi beserta fasilitas permukiman.

Rekomendasi Redaksi: Kualitas hidup warga kota dan kabupaten di Jawa Barat, Sukabumi ranking ke-4 dari bawah, Cianjur jeblok

Jenis transmigrasi

Pada program transmigrasi ini ada beberapa jenis dan tujuan yang berbeda:

Baca Juga :  Komunitas Alumni SMK Pasundan Sukabumi Berbagi di Bulan Suci

1. Transmigrasi lokal: Dilakukan oleh orang-orang yang masih dalam satu wilayah dan lingkup provinsi.

2. Transmigrasi swakarya: Transmigrasi ini bertujuan untuk memberikan pekerjaan kepada transmigran. Karenanya, pemerintah memberikan jaminan hidup selama beberapa bulan.

Rekomendasi Redaksi: Musim gugur pabrik di Sukabumi, terbaru ada 4 bangkrut, satu di Parungkuda

Ilustrasi kepadatan penduduk Kabupaten Sukabumi menurut kecamatan - Istimewa
Ilustrasi kepadatan penduduk Kabupaten Sukabumi menurut kecamatan – Istimewa

3. Transmigrasi sektoral: Jenis transmigrasi yang dibedakan dari pembiayaan. Untuk biaya ditanggung bersama-sama para transmigran.

4. Transmigrasi umum: Dilakukan adanya dorongan yang berasal dari daerah asal, seperti sumber daya alam terlalu sempit atau jarang ditemukan lapangan pekerjaan. Transmigrasi ini dicanangkan dan biaya ditanggung oleh pemerintah.

Rekomendasi Redaksi: Bukan Cicurug, Cibadak atau Cisaat, ini kecamatan dengan minimarket terbanyak di Kabupaten Sukabumi

5. Transmigrasi keluarga: Transmigrasi mandiri yang biaya ditanggung pihak keluarga bukan pemerintah.

6. Transmigrasi swakarsa: Dilaksanakan atas kemauan atau kehendak dan biaya sendiri, namun berdasarkan bimbingan dan fasilitas dari pemerintah.

7. Transmigrasi bedol desa: Transmigrasi yang dilakukan secara massal. Karena yang ikut transmigrasi ini dalam jumlah besar dari satu desa. Transmigrasi ini dengan biaya dan fasilitas dari pemerintah.

Rekomendasi Redaksi: Cisaat juara, 5 kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi dan terendah di Sukabumi

Jumlah, asal dan tujuan transmigrasi di Sukabumi

Mengutip data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi 2024, ada ribuan transmigran di Kabupaten Sukabumi. Namun, semuanya merupakan transmigran lokal.

Ada berbagai alasan warga Sukabumi memilih pindah dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya. Salah satunya, adalah relokasi korban bencana alam yang disebabkan daerah tempat mereka tinggal sebelumnya dilanda bencana.

Baca Juga :  Di Sukabumi Muncul Petisi: Pak Polisi, Ayo Berani Tilang Truk Aqua!!!

Adapun, jenis bencana yang bisa menyebabkan sekelompok warga direlokasi ke lokasi permukiman yang baru, adalah pergerakan tanah. Hal itu karena tempat mereka tinggal sebelumnya, tidak memungkinkan untuk tetap ditinggali.

Sagaranten merupakan kecamatan yang paling banyak ditinggali transmigran. Padahal, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, Cidolog merupakan kecamatan paling sepi penduduk. Sedangkan dua kecamatan lainnya yang menjadi tujuan transmigran, adalah Lengkong dan Ciemas. Baca selengkapnya: Daftar 5 kecamatan paling ramai dan sepi penduduk di Kabupaten Sukabumi

Adapun, total transmigran ditempatkan di empat kecamatan tersebut adalah 881 KK yang terdiri dari 3.195 jiwa. Berikut adalah jumlah dan lokasi tujuan transmigran lokal di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Rekomendasi Redaksi: Ada 221 ribu balita dan 51 ribu lansia, ini jumlah penduduk Sukabumi menurut kelompok usia

Lokasi penempatan transmigran pada 2023, adalah:

  1. Kampung Gunung Gendongan dan Puncak Gembor, Desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten, sebanyak 221 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 888 jiwa.
  2. Kampung Cikopeng, Desa Curug Luhur, Kecamatan Sagaranten, sebanyak 330 KK yang terdiri dari 1.028 jiwa
  3. Kampung Cimanggu II, Desa Langkap Jaya, Kecamatan Lengkong, sebanyak 130 KK yang terdiri dari 464 jiwa. Dari jumlah tersebut sebanyak 5 KK atau 17 jiwa adalah eksodan.
  4. Kampung Balewer, Desa Giri Mukti, Kecamatan Ciemas, sebanyak 200 KK terdiri dari 815 jiwa, dan 9 KK terdiri dari 42 jiwa merupakan eksodan.

Untuk informasi, eksodan adalah warga yang meninggalkan tempat asal (kampung halaman, kota, negeri) secara besar-besaran yang umumnya disebabkan oleh bencana alam.

Berita Terkait

Penduduk Sukabumi didominasi laki-laki, tapi mayoritas berumur pendek
Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten
Wanita Sukabumi diintai ancaman dan tantangan kultural, stereotip hingga kekerasan
Angka pengangguran Sukabumi tinggi, ini dampak ekonomi, sosial, politik dan psikologis
Membanding angka perceraian Kota dan Kabupaten Sukabumi dua tahun terakhir, pengertian dan prosedur
Syarat, tanggung jawab, jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi dan jumlah AKI/AKB
Daftar titik rawan kecelakaan maut di Sukabumi dan pemicunya
Luas sawah di Kabupaten Sukabumi terus menyusut, ancaman bagi swasembada pangan

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 00:01 WIB

Penduduk Sukabumi didominasi laki-laki, tapi mayoritas berumur pendek

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:19 WIB

Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten

Selasa, 27 Januari 2026 - 02:58 WIB

Wanita Sukabumi diintai ancaman dan tantangan kultural, stereotip hingga kekerasan

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:37 WIB

Angka pengangguran Sukabumi tinggi, ini dampak ekonomi, sosial, politik dan psikologis

Selasa, 20 Januari 2026 - 00:06 WIB

Membanding angka perceraian Kota dan Kabupaten Sukabumi dua tahun terakhir, pengertian dan prosedur

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131