sukabumiheadline.com l Kalimat Syahadat yang memiliki arti “Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah” ini telah menjadi kalimat sakral bagi Muslim.
Karena kesakralannya, kalimat syahadat tidak digunakan secara sembarangan meskipun oleh Muslim sendiri.
Bahan, meskipun banyak negara berpenduduk mayoritas Muslim, namun tidak semuanya mencantumkan kalimat syahadat di bendera negara mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di dunia tidak banyak bendera negara yang menggunakan kalimat syahadat. Satu negara yang identik dengan bendera bertuliskan syahadat ini adalah Arab Saudi.
Namun, selain Arab Saudi, rupanya ada satu negara mayoritas muslim lain yang menggunakan kalimat tersebut di benderanya.
Berikut adalah sejarah dua negara di dunia yang mencantumkan kalimat syahadat di bendera negara masing-masing.
1. Arab Saudi
Bendera Arab Saudi merupakan simbol nasional yang menceritakan kisah sejarah Kerajaan dan warisan besarnya.
Dilansir dari laman Saudi Gazette pada Sabtu (11/3/2023), Bendera yang berasal dari abad yang lalu membawa serta banyak momen kuat dalam sejarah negaranya yang akan membuat bangga setiap orang Arab Saudi.
Karena sejarah besar bendera Arab Saudi ini, Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman mengumumkan pada Februari 2023 bahwa Arab Saudi akan merayakan Hari Bendera pada 11 Maret setiap tahun untuk menghormati Bendera Nasional Kerajaan.
Alasan memilih 11 Maret sebagai Hari Bendera Arab Saudi adalah pada hari ini pada 1937 M pendiri Kerajaan, Raja Abdulaziz bin Abdulrahman, menyetujui bendera nasional Arab Saudi.
Adapun kisah bendera Arab Saudi dimulai dengan berdirinya negara Arab Saudi pertama pada tahun 1727 Masehi. Penggunaan bendera merupakan perpanjangan dari warisan Arab dan Islam dan merupakan salah satu manifestasi negara.
Akar bendera Arab Saudi kembali ke sejarah Kerajaan sejak didirikan. Meskipun melewati beberapa tahap dan perubahan pada masa pemerintahan Raja Abdulaziz, bendera tersebut tetap mempertahankan esensinya.
Ketika Raja Abdulaziz memulihkan Riyadh, bendera yang dibawanya berbentuk persegi dan hijau dengan dua pedang bersilang ditempatkan di atas syahadat atau syahadat Islam: لا اله الا الله محمد رسول الله “Tidak ada tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah.”
Desainnya kemudian diubah untuk mempertahankan satu pedang di atas syahadat. Bendera menyaksikan perubahan lain ketika pedang ditempatkan di bawah syahadat dan ayat Alquran “Pertolongan dari Allah dan kemenangan segera.” (QS. Al-Saff ayat 13) tertulis di bawah pedang.
Akhirnya, desainnya diubah menjadi seperti yang dilihat sekarang. Saat ini bendera Saudi berwarna hijau zamrud dan tulisan syahadat Islam di tengahnya berwarna putih dengan pedang putih di bawahnya.
Bendera Arab Saudi memuat deklarasi iman Islam (syahadat), yang melambangkan pesan perdamaian. Para imam negara Arab Saudi memilih untuk memasangnya di bendera untuk menunjukkan pesan yang mereka bawa.

Bendera Arab Saudi, sejak masa pemerintahan Imam Muhammad bin Saud, pendiri negara Saudi pertama, berwarna hijau dan terbuat dari wol dan ibrisam (umumnya dikenal sebagai benang sutra terbaik) dengan tulisan syahadat di atasnya.
Adapun ciri-ciri bendera Saudi dibedakan dari warna hijaunya yang melambangkan perdamaian, kemakmuran dan kebajikan, serta toleransi yang menjadi ciri khas Arab Saudi. Pada awalnya bendera digunakan dalam beberapa ukuran dan beberapa dimensi.
Di samping itu, pedang putih yang ditambahkan pada masa pemerintahan Raja Abdulaziz melambangkan kekuasaan dan keadilan. Syahadat yang ditempatkan di bawah pedang melambangkan kebijaksanaan dan kebenaran.
Sementara raja Imam Turki bin Abdullah juga menjadikannya sebagai bendera nasional dalam upayanya untuk menyatukan negara Arab Saudi kedua.
Desain yang sama terus digunakan pada awal pemerintahan Raja Abdulaziz, hingga dia mengembangkannya setelah penyatuan Arab Saudi.
Bendera nasional Saudi pertama kali dikibarkan pada masa pemerintahan Imam Muhammad bin Saud pada 1727 Masehi. Itu merupakan saksi selama tiga abad upaya Kerajaan untuk menyatukan negara.
Karena pentingnya bendera Kerajaan sebagai simbol persatuan dan tanda kohesi dan kebangkitannya, sebuah keputusan kerajaan dikeluarkan pada 1973 yang menyetujui hukum bendera Arab Saudi.
2. Afghanistan
Pada tahun 2022 lalu, Taliban yang berhasil merebut Afghanistan sempat mengganti bendera negaranya dengan bendera berwarna putih bertuliskan Kalimat Syahadat.
Sebenarnya bendera putih bertuliskan kalimat syahadat ini sempat menjadi bendera negara Afghanistan pada tahun 1996 silam ketika Taliban merebut Kabul setelah dua tahun pertempuran, mendeklarasikan Afghanistan sebagai emirat Islam.
Namun berkat tragedi World Trade Center di New York yang terjadi pada tahun 2001, membuat AS mulai menyerang Afghanistan dan mendudukinya serta merubah bentuk bendera ke bendera lama yang diresmikan pada tahun 1992.

Setelah itu bendera Afghanistan kembali diganti di tahun 2002 setelah Hamid Karzai ditunjuk untuk memimpin pemerintahan transisi yang didukung AS selama dua tahun, bendera tersebut kembali ke warna era Zaher dan lambang ke lambang tahun 1992 dengan pedang dilepas.
Mungkin tidak ada yang menyadari bahwa bendera nasional Afghanistan yang memiliki tiga warna yakni hitam, merah, dan hijau ini juga memiliki kalimat syahadat. Kalimat Syahadat itu terletak di bagian atas logo yang ada di bendera. Peletakan kalimat syahadat ini telah ada sejak tahun 1992 lalu, ketika Afghanistan baru saja terbebas dari pengaruh Uni Soviet.