Sheikh Yassin: Negara Israel akan Lenyap 2027, Ini 5 Tandanya

- Redaksi

Kamis, 16 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sheikh Ahmed Ismail Hassan Yassin. l Istimewa

Sheikh Ahmed Ismail Hassan Yassin. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Sosok Sheikh Ahmed Ismail Hassan Yassin memprediksi tidak lama lagi Negara Israel akan lenyap dari muka bumi. Wawancara dengan salah seorang tokoh pendiri Hamas yang telah lama meninggal karena dibunuh Israel itu kembali viral di tengah perang Israel-Hamas.

Beredar di media sosial, wawancara dengan Sheikh Yassin terkait prediksinya tentang Israel yang akan lenyap pada 2027 yang akan datang.

Diketahui, hal itu disampaikan Yassin saat wawancaranya dengan jurnalis Al Jazeera, Ahmed Mansour, pada 8 Mei 1999. Yassin meninggal pada 2 Maret 2004.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Israel berdiri di atas kezaliman dan penindasan, sehingga segala sesuatu yang lahir dari penindasan akan berakhir pada kehancuran,” kata Yassin dalam wawancaranya.

Menurutnya, Israel memang didukung oleh kekuatan besar. Namun, kekuatan itu tidak ada yang kekal. Dia mengibaratkan kekuatan itu sama halnya seperti manusia yang lahir, tumbuh, besar, tua lalu meninggal dunia.

Negara akan tumbuh, berkembang sedikit demi sedikit, berada pada puncak kejayaannya kemudian akan hancur.

“Saya katakan, Insya Allah Israel akan hancur di awal abad mendatang, tepatnya pada 2027, Israel tidak akan ada lagi,” katanya ketika usia Israel 50 tahun sejak didirikan.

Sheikh Yassin menyebut analisanya itu berdasarkan AlQuran. Dia mengatakan ada fase generasi setiap 40 tahun akan berubah.

“Saya beriman kepada Al-Qur’an yang mulia, Al-Qur’an mengatakan generasi akan berubah setiap 40 tahun,” kata lagi.

“Dalam 40 tahun pertama kami menghadapi Nakba (pada 1948), 40 tahun kedua kami memulai Intifada (pada 1987) yang mana kami melakukan penentangan peperangan pengeboman terhadap Israel, 40 tahun ketiga akan berakhirnya entitas Israel, Insya Allah,” jelas Sheikh Yassin.

Baca Juga :  Model Amerika Serikat Ini Konsisten Memperjuangkan Hak-hak Muslim

“Rujukan AlQuran, apabila Allah SWT menghukum bani Israil tidak keluar dari padang pasir selama 40 tahun supaya apa? Supaya menukarkan dari generasi yang sakit sudah berputus asa dengan generasi pejuang. Gerakan Nakba yang pertama telah pergi, diganti dengan generasi pelempar batu dan pelempar bom, generasi seterusnya adalah generasi pembebas, Insya Allah,” papar dia.

Profil Sheikh Ahmed Ismail Hassan Yassin

Sheikh Ahmad Ismail Yassin dilahirkan di Desa Al Jaurah di pinggiran Al-Mijdal, selatan Jalur Gaza. Tanggal lahirnya tak diketahui secara pasti, namun menurut paspor Palestina miliknya, ia lahir pada 1 Januari 1929, meskipun ia menyatakan lahir pada 1938.

Sheikh Yassin merupakan salah seorang pendiri Hamas, dan menamatkan kuliah di Universitas Al-Azhar, Mesir.

Tiga Tanda Kehancuran Israel

1. Citra Unggul Intelijen IsraelRuntuh Seketika

yang selama ini dikenal paling canggih runtuh oleh serangan Hamas pada 7 Oktober lalu ke Israel selatan, yang diberi nama Operasi Badai Al-Aqsa.

Mossad (badan intelijen Israel untuk operasi asing) dan Shin Bet (badan intelijen Israel untuk keamanan internal) sama-sama gagal memprediksi dan mencegah Operasi Badai al-Aqsa oleh Hamas.

2. Iron Dome Gagal

Operasi Badai Al-Aqsa dimulai dengan tembakan ribuan roket dari berbagai arah, dan sebagian besar gagal dicegat sistem pertahanan Iron Dome.

Pagar perbatasan Israel yang canggih dengan berbagai peralatan sensor juga dengan mudah diterobos para milisi Hamas. Operasi Hamas tersebut mengakibatkan 1.200 orang tewas, dan ratusan lainnya diculik sebagai tawanan.

Baca Juga :  Hamas Kunjungi Rusia Minta Bantuan Gebuk Israel

3. Dukungan Barat Melemah

Israel mulai kehilangan dukungan dari barat. Menurut mantan perdana menteri Israel Ehud Barak, ia baru-baru ini memperingatkan bahwa militer negaranya hanya mempunyai waktu beberapa pekan untuk menghancurkan Hamas.

Selain itu, negara-negara Barat akan menarik dukungannya terhadap operasi militer di Gaza karena banyaknya korban jiwa dari warga sipil Palestina yang aejauh ini sudah lebih dari 11.000 warga Gaza tewas akibat pengeboman Israel.

4. Berselisih dengan Amerika Serikat

Ehud Barak menyebut jika saat ini negaranya kehilangan pemerintahan di Benua Eropa.

“Kami kehilangan opini publik di Eropa dan dalam satu atau dua minggu kami akan mulai kehilangan pemerintahan di Eropa. Sepekan berikutnya, perselisihan dengan Amerika akan muncul ke permukaan,” jelas Barak.

5. Israel Terlilit Utang 

Akibat perang dengan Hamas yang berkepenjangan dengan Hamas, perekonomian Israel saat ini dalam posisi tercekik utang.

Diketahui, untuk mendanai perang dengan Hamas sejak 7 Oktober 2023, Israel menggelontorkan sekira 30 miliar Shekel atau setara Rp121 triliun.

Menurut Kementerian Keuangan Israel, besaran utang yang tidak biasa tersebut awal pekan ini. Menurut kementerian tersebut, USD4,1 miliar dari jumlah tersebut merupakan utang dalam mata uang dolar yang diperoleh dari penerbitan di pasar internasional.

Berikutnya, pada Senin lalu, Kementerian Keuangan Israel mengumumkan utang lagi USD957 juta di pasar lokal dalam lelang obligasi mingguannya untuk mendanai militer, memberi kompensasi kepada bisnis di dekat perbatasan dengan Gaza dan keluarga para korban di pihak Israel.

Semua ini telah menyebabkan rekor defisit anggaran, yang bulan lalu membengkak menjadi USD6 miliar, peningkatan lebih dari tujuh kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Berita Terkait

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat
Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan
Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi
Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya
Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi
Hasil rukyatul hilal di Sukabumi, 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin 31 Maret 2025
Mengenang kiprah Wisjnu Mouradhy, jurnalis dan tokoh film nasional asal Sukabumi era 1940
Masih binggung? Jangan abaikan aturan qadha dan fidyah bagi yang batal puasa Ramadhan ini

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 00:01 WIB

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat

Selasa, 1 April 2025 - 20:44 WIB

Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan

Senin, 31 Maret 2025 - 21:56 WIB

Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi

Senin, 31 Maret 2025 - 10:00 WIB

Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya

Minggu, 30 Maret 2025 - 00:01 WIB

Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi

Berita Terbaru

Bojan Hodak dan Gustavo Franca merayakan gol - Persib

Olahraga

3 laga penentuan! Catat jadwal Persib Bandung April 2025

Jumat, 4 Apr 2025 - 10:00 WIB