Sindikat Maling Motor Asal Cianjur Dibekuk di Sagaranten Sukabumi

- Redaksi

Rabu, 20 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMIHEADLINES.com I PURABAYA – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sagaranten Polres Sukabumi berhasil membekuk empat terduga pelaku pencurian sepeda motor. Terduga pelaku diamankan di sebuah rumah kontrakan di Kampung Lembursitu, Desa Purabaya, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, pada Senin, 18 Oktober 2021.

Informasi diterima sukabumiheadlines.com, Kapolsek Sagaranten Iptu Aap Saripudin, melalui Kanit Reskrim menerangkan, Tim Opsnal Unit Reskrim telah mengamankan empat terduga pelaku pencurian sepeda motor berikut barang bukti alat kejahatan berupa kunci leter T dan kendaraan hasil kejahatan, sepeda motor.

“Betul, sebelumnya Unit Reskrim Polsek Sagaranten beberapa bulan ke belakang telah menerima laporan bahwa ada warga Cidolog kehilangan sepeda motor. Setelah dilakukan penyelidikan, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Sagaranten menerima informasi dari masyarakat bahwa terduga pelaku berada di wilayah Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi,” kata Kanit Reskrim Polsek Sagaranten Bripka Lukky Lukmanul Hakim Kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada saat itu, didapatkan hasil setelah beberapa terduga pelaku dicurigai melakukan perbuatan melawan hukum yakni pencurian sepeda motor. Kemudian Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Sagaranten langsung mengamankan para terduga pelaku dan dilakukan pemeriksaan di Mapolsek Sagaranten.

“Hasil Pemeriksaan, para terduga pelaku mengakui telah melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor di beberapa wilayah, khususnya Kecamatan Sagaranten. Saat ini, sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap kasus lainnya terkait pencurian sepeda motor,” tambah Lukky.

Selain itu, dari hasil penyelidikan dan penyidikan terhadap empat terduga pelaku tersebut, keempatnya baru saja melakukan pencurian sepeda motor pada Senin (18/10/2021), di wilayah hukum Polsek Curugkembar.

“Para pelaku mengakui perbuatannya, pernah melakukan aksinya di wilayah hukum Polsek Sagaranten, Curugkembar dan Nyalindung,” ungkapnya.

Keempat terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial AS (28), SA (26), DI (26) dan RU (29). Keempatnya merupakan sindikat pencurian motor asal Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur.

“Dari perbuatannya tersebut, terduga pelaku dijerat Pasal 363 tentang Pencurian dan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” pungkas Lukky.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB