sukabumiheadline.com – Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka mengatakan bahwa nasi bisa diganti dengan sumber karbohidrat lain, seperti mi atau olahan jagung untuk menu makan bergizi gratis.
Sebelumnya, pemanfaatan nasi jagung sempat disinggung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.
“Ya di setiap daerah beda-beda ya menunya, mungkin tidak semuanya nasi. Tidak harus setiap hari nasi, mungkin ada mie, ada jagung, enggak apa-apa, enggak masalah,” kata Gibran usai memantau uji coba makan bergizi gratis di SDN 4 Tangerang Banten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga:

Menanggapi hal ini, dokter spesialis gizi klinis Dr. dr. Inge Permadhi MS, SpGK menjelaskan, penggunaan sumber karbohidrat selain nasi boleh saja dilakukan, asalkan dilengkapi dengan lauk pauk, sayur, dan buah-buahan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi anak. Baca berita tanpa iklan.
“Kalau untuk menggunakan mie atau jagung sebagai pengganti nasi boleh-boleh saja ya. Yang terpenting itu protein, lemak, karbohidrat, dan nutrisi lainnya ada secara seimbang,” ujarnya dikutip dari kompas.com, Rabu (7/8/2024).
Baca Juga:
Sebelum, Presiden Indonesia terpilih, Prabowo Subianto juga dikabarkan akan merevisi anggaran makan bergizi gratis dari Rp15 ribu menjadi Rp7, 5 ribu per hari per anak. Baca selengkapnya: Prabowo pertimbangkan ubah anggaran makan siang gratis dari Rp15 ribu jadi Rp7.500 per anak
Sementara beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan sumber anggaran untuk memenuhi program makan bergizi gratis sebesar Rp15.000 per anak tersebut sangat memungkinkan berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Baca selengkapnya: Airlangga Hartarto: Biaya Program Makan Siang Gratis Diambil dari Dana BOS