Sosiolog UI: Tak ada oligarki yang demokratis, pengusaha jadi penguasa tak akan bela rakyat

- Redaksi

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rapat antara pejabat dan pengusaha - sukabumiheadline.com

Ilustrasi rapat antara pejabat dan pengusaha - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Sosiolog Universitas Indonesia, Prof. Francisia Saveria Sika Ery Seda mengatakan bahwa tidak ada oligarki yang demokratis, termasuk di Indonesia.

Di kanal YouTube @stfilsafatdriyarkara dan TikTok @sociodemia Francisia Saveria meyakinkan bahwa kecenderungan saat ini penguasa menjadi pengusaha dan pengusaha jadi penguasa.

“Tidak ada oligarki yang demokratis. Yang terjadi sekarang di Indonesia dan di negara-negara lain, pola umumnya adalah penguasa jadi pengusaha, pengusaha jadi penguasa,” katanya dikutip sukabumiheadline.com, Jumat (8/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, dalam konteks relasi triangulasi antara negara, pasar, dan masyarakat, masyarakat civil society ini menjadi lemah dan dilemahkan karena kolusi antara negara para penguasa dengan pasar para pengusaha.

“Berapa contohnya termasuk di negara kita pengusaha jadi penguasa. Dalam konteks trias politika Montesquieu itu sudah bertentangan dengan aspek utama dari demokrasi,” jelas Francisia.

“Tidak bisa negara pasar masyarakat dikuasai oleh dia lagi, dia lagi, dia lagi. Oligarki itu, maaf, selalu buruk bagi demokrasi,” yakin dia.

Francisia kembali menegaskan, tidak ada oligarki yang demokratis. Bahkan jikapun dibalut dengan “kosmetik” (kepura-puraan) apapun, yang dibela oligarki adalah kepentingannya sendiri.

“Tidak ada oligarki yang demokratis, bapak ibu saudara-saudari sekalian,” tegas perempuan yang juga Guru Besar Fisipol UI tersebut.

“Mau dipake kosmetik apapun yang namanya oligarki itu yang dibela adalah kepentingannya sendiri dan kepentingan kelompoknya tidak mungkin oligarki itu membela kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Poros Lebak-Bogor-Sukabumi bakal dibangun untuk tekan kemacetan Jalan Nasional
Kepala BGN Dadan Hindayana dipecat Prabowo
BRIN lakukan kesalahan gambar Garuda di ucapan Hari Pancasila 1 Juni 2026
Termasuk di Sukabumi, Kementan pacu produksi lewat Oplah 50 ribu hektare
KDM siapkan dua skenario ini perbaiki jalan desa yang rusak
1.098 sapi kurban Presiden Prabowo dibeli pakai dana APBN Rp100 miliar
Gerindra ingin dibangun 1.000 Bioskop Desa didanai APBN
Momen para jenderal TNI AL berkumpul di Sukabumi, ini yang dilakukan

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:00 WIB

Poros Lebak-Bogor-Sukabumi bakal dibangun untuk tekan kemacetan Jalan Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:10 WIB

Kepala BGN Dadan Hindayana dipecat Prabowo

Senin, 1 Juni 2026 - 23:24 WIB

BRIN lakukan kesalahan gambar Garuda di ucapan Hari Pancasila 1 Juni 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 00:55 WIB

Termasuk di Sukabumi, Kementan pacu produksi lewat Oplah 50 ribu hektare

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:56 WIB

KDM siapkan dua skenario ini perbaiki jalan desa yang rusak

Berita Terbaru