Tak puas sama istri, penjaga sekolah di Sukabumi 5 kali cabuli anak kandung di sela jam belajar

- Redaksi

Rabu, 15 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TS, pelaku pencabulan terhadap anak kandung di sekolah - Istimewa

TS, pelaku pencabulan terhadap anak kandung di sekolah - Istimewa

sukabumiheadline.com – Seorang ayah tega rudapaksa anak kandungnya sendiri di lingkungan sekolah tempatnya bekerja sebagai tenaga honorer penjaga sekolah. Peristiwa miris tersebut terungkap setelah korban seorang anak perempuan berusia 8 tahun memberanikan diri melaporkan tindakan keji pelaku kepada ibunya.

Pada kasus ayah cabuli anak kandung ini, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi, mengungkapkan bahwa pelaku berinisial TS (45) telah melakukan aksi pencabulan terhadap anak bungsunya sebanyak lima kali.

Peristiwa memilukan ini terjadi di wilayah Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Tindakan keji ini dilakukan pelaku di berbagai lokasi di dalam sekolah, seperti UKS, kantin, dan kelas, saat sekolah dalam keadaan sepi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelaku mengaku sakit hati kepada istrinya karena merasa kebutuhan biologisnya tidak terpenuhi. Ia kemudian melampiaskan nafsu bejatnya kepada anak perempuannya yang masih berusia 8 tahun,” ujar Rita di Mapolres Sukabumi Kota, dikutip Rabu (15/1/2025).

Rita menerangkan, selama melakukan pencabulan pelaku kerap mengancam korban agar tidak menceritakan perbuatannya kepada siapa pun dan juga mengiming-imingi korban dengan uang serta hadiah.

“Hasil visum menunjukkan adanya kerusakan pada bagian tubuh korban akibat tindakan pelaku. Korban saat ini tengah menjalani pemulihan psikologis,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Bagus Panuntun menambahkan, selain melakukan aksi bejatnya di lingkungan sekolah, ironisnya, ibu korban juga bekerja sebagai penjaga kantin di sekolah yang sama, sehingga pelaku memiliki banyak kesempatan untuk beraksi. “Motif pelaku sangat keji. Ia mengaku sakit hati kepada istrinya dan melampiaskan dendamnya kepada anak yang paling disayangi oleh istrinya,” terang Bagus.

Polisi menerangkan hasil visum menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan seksual pada tubuh korban. Pelaku sendiri mengakui telah melakukan perbuatan tersebut sebanyak lima kali. “Pengakuan pelaku hanya dipegang namun hasil visum menyatakan bahwa sudah terjadi pencabulan dan sudah ada kerusakan karena benda atau alat tumpul,” jelasnya.

Pelaku dikenai pasal 81 dan 82 UU nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan jika mengetahui adanya tindak pidana, terutama kasus kekerasan terhadap anak.

“Kami menjamin kerahasiaan identitas pelapor dan akan menindaklanjuti setiap laporan dengan cepat,” ujarnya.

Berita Terkait

Petani dibacok di Cikidang Sukabumi, Fraksi Rakyat: Tamparan untuk pemerintah
Mengintip capaian 1 tahun Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Asep Japar – Andreas
DPRD Kabupaten Sukabumi awasi keabsahan legalitas HGU, opsi kembalikan ke negara
Nasib miris Abah Mitra dan Sawiah asal Sukabumi, tidur di luar karena gubuk mau ambruk
Endang Subarna, pendaki asal Sukabumi tewas di Gunung Rinjani
Rotasi di Polres Sukabumi Kota, 2 Kasat dan 5 kecamatan punya kapolsek baru
Kasus Yusup cabuli anak tiri di Parungkuda Sukabumi, tetangga ungkap fakta ini
Kementan turun tangan perbaiki saluran irigasi rusak di Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:07 WIB

Petani dibacok di Cikidang Sukabumi, Fraksi Rakyat: Tamparan untuk pemerintah

Selasa, 19 Mei 2026 - 04:54 WIB

Mengintip capaian 1 tahun Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Asep Japar – Andreas

Senin, 18 Mei 2026 - 23:05 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi awasi keabsahan legalitas HGU, opsi kembalikan ke negara

Sabtu, 16 Mei 2026 - 02:22 WIB

Nasib miris Abah Mitra dan Sawiah asal Sukabumi, tidur di luar karena gubuk mau ambruk

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:44 WIB

Endang Subarna, pendaki asal Sukabumi tewas di Gunung Rinjani

Berita Terbaru