Dua pelajar SMK Pertanian Cibadak Sukabumi dibacok

- Redaksi

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua pelajar SMK Pertanian korban bacok di Cibadak, Sukabumi - Ist

Dua pelajar SMK Pertanian korban bacok di Cibadak, Sukabumi - Ist

sukabumiheadline.com – Dua pelajar SMK Pertanian Cibadak menjadi korban pembacokan di wilayah Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (08/05/2026) petang sekira pukul 17.30 WIB.

Kedua pelajar yang menjadi korban pembacokan diketahui berinisial S (16), tercatat sebagai warga Kecamatan Cikidang, berstatus pelajar Kelas X. Sedangkan satu korban lainnya, warga Kecamatan Parungkuda berinisial R (17), masih duduk di bangku kelas XI.

Informasi dihimpun, peristiwa pembacokan tersebut terjadi di sekitar RS DKH Cibadak. Kedua korban mengalami luka akibat serangan senjata tajam. Baca selengkapnya: Daftar 15 rumah sakit di Sukabumi: Tipe, pemilik dan alamat lengkap

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban diserang sekelompok pelajar lain saat dalam perjalanan pulang sekolah. Kondisi di lokasi kejadian dikabarkan sempat mencekam karena sejumlah teman pelaku kemudian datang ke lokasi menggunakan sepeda motor.

Salah seorang saksi di lokasi mengaku tidak bisa memastikan kronologi kejadian sebenarnya, karena peristiwa terjadi begitu cepat, sementara ia tengan fokus dengan aktivitasnya di sekitar lokasi.

Gak jelas gimana ya, soalnya kejadiannya cepet banget.  Ya kaget aja, tapi saya juga fokus melayani pembeli kopi,” kata salah seorang pedagang yang menolak namanya disebut, tidak jauh dari lokasi peristiwa.

Sudah ditangani tim medis 

Saat ini, kedua pelajar SMK Pertanian tersebut sudah mendapatkan penanganan dari tim medis RSUD Sekarwangi, dan didampingi keluarga korban.

“Setelah dapat laporan, kami langsung ke lokasi untuk mengevakuasi korban ke Sekarwangi,” jelas Babinsa Kelurahan Cibadak, Serma Aprias Supriyatna.

“Korban yang kelas X mendapat 17 jahitan dan sedang dilakukan tindakan, yang satu lagi masih pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.

Aprias menambahkan, ia bersama aparat kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian tersebut. “Sedang ditindaklanjuti oleh kepolisian,” kata dia.

Berita Terkait

5 warga Palabuhanratu Sukabumi terlantar di Fiji
Polsek Kalapanunggal Sukabumi berbagi makan gratis
Ahmad Nadhi Fadilah asal Jakarta ditemukan tewas di Pantai Karangnaya Sukabumi
Hampir setahun jembatan di Cisolok Sukabumi dibiarkan rusak, ganggu ekonomi warga
Swasembada pangan, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi: Perkuat kesejahteraan petani
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi diminta sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Pria Sukabumi gandir di jembatan, keluarga ikhlas
26 kecamatan di Kabupaten Sukabumi punya camat baru, ini daftarnya

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:23 WIB

5 warga Palabuhanratu Sukabumi terlantar di Fiji

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Polsek Kalapanunggal Sukabumi berbagi makan gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Ahmad Nadhi Fadilah asal Jakarta ditemukan tewas di Pantai Karangnaya Sukabumi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Hampir setahun jembatan di Cisolok Sukabumi dibiarkan rusak, ganggu ekonomi warga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Swasembada pangan, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi: Perkuat kesejahteraan petani

Berita Terbaru

Ilustrasi kebakaran hutan - sukabumiheadline.com

Internasional

Dua negara ASEAN, kecewa kabut asap kebakaran hutan Kalimantan

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:32 WIB

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Nasional

Ketua Umum Projo: Untuk rakyat, untuk rakyat, tapi maling juga

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:00 WIB

Chery Q dijual segini, hatchback pertama yang punya bagasi luas - Chery

Otomotif

Chery Q dijual segini, hatchback pertama yang punya bagasi luas

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:06 WIB

Warga Sukabumi, Batam dan Indramayu terlantar di Fiji - Ist

Peristiwa

5 warga Palabuhanratu Sukabumi terlantar di Fiji

Minggu, 23 Agu 2026 - 21:23 WIB