12 anak di bawah umur di Sukabumi dicabuli lansia 72 tahun, imbalan Rp2 ribu

- Redaksi

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pelajar SD sedang bersedih - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pelajar SD sedang bersedih - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap belasan anak perempuan di bawah umur menggemparkan warga di wilayah Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilakukan seorang pria lanjut usia berinisial MM (72).

Terduga pelaku MM kini telah diamankan jajaran Polres Sukabumi Kota sejak Selasa (21/7/2026), setelah diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap belasan anak perempuan di bawah umur setelah kasus ini diungkap para korban kepada orang tua masing-masing.

Selanjutnya, para orang tua melaporkan ke pengurus lingkungan hingga diteruskan kepada pihak berwajib. Warga setempat pun turut bergerak untuk mendata korban dan memastikan penanganan segera dilakukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ketua RW setempat, Hendra, pada awalnya para korban tidak berani berbicara karena diduga mendapat ancaman dari pelaku. Ironisnya,, beberapa korban juga mengaku sempat diberi uang Rp2 ribu dan Rp5 ribu.

“Awalnya anak-anak tidak berani bercerita karena diancam. Bahkan ada yang diberi uang Rp2.000 sampai Rp5.000. Baru saat pengajian mereka bercerita dan akhirnya terungkap,” katanya.

Sejak momen pengajian itulah jadi awal terungkapnya kasus tersebut, di mana para korban mulai saling berbagi pengalaman. Menurut Hendra, pada awalnya jumlah korban yang terdata tujuh anak. Namun, kemudian jumlah tersebut bertambah signifikan.

“Awalnya yang terdata tujuh anak. Setelah dilakukan pendataan ulang, jumlahnya menjadi 12 anak perempuan, mulai dari usia PAUD, SD, hingga SMP,” ungkap Hendra.

Berdasarkan pengakuan para korban, dugaan perbuatan cabul tersebut kerap terjadi saat anak-anak bermain di halaman masjid pada siang hari.

“Dari pengakuan para korban, dugaan perbuatan cabul itu sering terjadi saat mereka bermain di halaman masjid pada siang hari,” ungkap Hendra.

Selanjutnya, pihak RW segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. Pemeriksaan terhadap MM dilakukan oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) guna mendalami kasus tersebut.

Berita Terkait

Pria asal Ciambar Sukabumi pinjam motor berakhir dipermak warga
DPRD Kabupaten Sukabumi sahkan Perda Disabilitas, jamin perlindungan dan pemenuhan hak
Kades Tamanjaya Sukabumi positif narkoba, tertunduk lesu digiring polisi
DPRD Kabupaten Sukabumi bentuk Pansus perubahan Perumda TJM
Jalan Kabupaten Sukabumi hancur kaca jendela ikut hancur, warga minta bupati tanggung jawab
90% dari 39 kasus PMI asal Sukabumi berangkat ilegal
Puncak Habibie Sukabumi terbakar, kobaran api kian meluas
Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:21 WIB

Pria asal Ciambar Sukabumi pinjam motor berakhir dipermak warga

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:24 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi sahkan Perda Disabilitas, jamin perlindungan dan pemenuhan hak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Kades Tamanjaya Sukabumi positif narkoba, tertunduk lesu digiring polisi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:07 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi bentuk Pansus perubahan Perumda TJM

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:30 WIB

Jalan Kabupaten Sukabumi hancur kaca jendela ikut hancur, warga minta bupati tanggung jawab

Berita Terbaru