sukabumiheadline.com – Psychology Today memprediksi Generasi Z dan milenial akan menjadi lebih miskin dibandingkan generasi sebelumnya, yakni Generasi X dan Baby Boomers, akibat tren doom spending.
Doom spending alias pengeluaran yang tidak masuk akal terjadi ketika seseorang berbelanja tanpa berpikir untuk menenangkan diri karena merasa pesimis terhadap ekonomi dan masa depan mereka.
Dilansir dari CNBC Afrika, Menurut dosen keuangan King’s Business School Ylva Baeckström, praktik tersebut tidak sehat dan cenderung fatal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Anak muda terus-menerus online dan merasa terus-menerus menerima ‘berita buruk’. Hal ini membuat mereka merasa seperti kiamat,” kata Ylva.
Baca Juga: Gen Z ungkap 5 alasan Pemilihan Bupati dan Wali Kota Sukabumi 2024 tidak penting
Namun lebih fatal lagi karena mereka kemudian menerjemahkan perasaan buruk ini menjadi kebiasaan belanja yang buruk. Karenanya, Ylva memperkirakan generasi Z dan milenial akan menjadi lebih miskin dibanding generasi X dan Baby Boomers.
“Generasi sekarang adalah generasi pertama yang akan lebih miskin daripada orang tua mereka untuk waktu yang sangat lama. Ada perasaan bahwa Anda mungkin tidak akan pernah bisa mencapai apa yang dicapai orang tua Anda,” katanya.
Sementara, menurut Survei Keamanan Finansial Internasional CNBC, yang dilakukan oleh Survey Monkey kepada 4.342 orang dewasa di seluruh dunia menunjukkan hanya 36,5 persen orang dewasa merasa bahwa mereka lebih baik secara finansial daripada orang tua mereka.
Sedangkan, 42,8 persen lainnya merasa bahwa mereka lebih buruk dibandingkan orang tua mereka.
Baca Juga: 2010-2024 naik 500%, tapi Gen Z Sukabumi tak pede menikah dengan UMK 2024

Hasil survei lainnya menunjukkan, 96% orang Amerika khawatir tentang keadaan ekonomi saat ini dan lebih dari seperempatnya menghabiskan uang untuk mengatasi stres.
Menurut salah seorang pendiri startup berusia 25 tahun, Daivik Goel mengaku jadi seorang yang suka menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak penting ketika bekerja sebagai manajer produk di perusahaan bioteknologi.
Menurutnya, kebiasaan itu berawal dari rasa tidak puas dengan pekerjaannya dan juga tekanan dari teman sebaya. “Semua itu hanya perasaan ingin melarikan diri,” aku Daivik.
Baca Juga: Gen Z lahir 1997-2012, ortu di Sukabumi wajib tahu 10 karakteristik dan ekspektasi mereka
Untuk informasi, Generasi Y atau milenial adalah kelompok demografi yang lahir pada tahun 1981 hingga 1996.
Selanjutnya Gen X adalah generasi yang lahir pada 1965-1980 (sekarang berusia 40-55 tahun). Kemudian Baby Boomer, yaitu generasi yang saat ini berusia 56-74 tahun (lahir 1946-1964). Lalu terakhir adalah Pre-Boomer merupakan generasi yang lahir sebelum 1945. Berarti usia mereka saat ini 75 tahun ke atas.