Tukang Sol Sepatu di Jalan Otista Sukabumi Ini Populer di Kalangan Pelajar

- Redaksi

Kamis, 1 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tukang sol sepatu, Diar. l M. Fadhilah

Tukang sol sepatu, Diar. l M. Fadhilah

SUKABUMIHEADLINE.com l CIBEUREUM – Diar (61) adalah tukang sol sepatu sehari-hari mangkal di bawah lampu merah Jalan Otista Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Pria yang mengaku tinggal di daerah Ciandam, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi ini ternyata bukan hanya piawai menyulap sepatu rusak menjadi layak pakai. Ia juga juga jago menulis puisi, syair, sampai naskah pidato.

“Suka ada kadang yang minta dibuatkan puisi untuk tugas sekolah, atau dikasih ke pasangannya mungkin, ada aja,” ujar Diar kepada sukabumiheadline.com.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya bisa menulis puisi, Diar juga bisa menulis syair dan naskah pidato. Diar memperlihatkan karyanya, dua puisi dan satu syair yang ditulis pada secarik kertas buku pelajaran dan kertas bekas bungkus rokok.

Tertulis sebuah judul di masing-masing kertas tersebut, yakni puisi berjudul Taubat, Selaka Angan, dan sebuah syair berjudul Wejangan Para Syuhada.

“Ya, cuman ngisi waktu luang aja kalau nulis. Sedikit-sedikitlah saya belajar. Pekerjaan utama, ya tetap sol sepatu. Mereka yang minta saya buat nulis juga enggak dipatok harga,” ucapnya.

Diar menceritakan, sekitar delapan bulan ke belakang ada seorang siswa minta dibuatkan puisi. Ternyata puisinya itu mendapat nilai memuaskan. “Dia bilang begini, “kenapa dibuatinnya bagus? nanti ketahuan” Padahal kan dia yang minta,” kata Diar sambil tertawa.

Diar mengaku sudah empat tahun dirinya mangkal di perempatan lampu merah tersebut. Dengan penghasilan yang tak tentu, Diar tetap berpegang teguh pada semangat yang dimilikinya untuk menghidupi keluarga di rumah.

“Saya tuh mau hujan, panas, atau cuaca kayak gimana pun pasti berangkat. Tugas kepala keluarga untuk bekerja itu wajib dilakoni. Biarpun penghasilan dari sol sepatu ini tidak tentu, setidaknya dari rumah saya sudah punya niat untuk berangkat,” kata Diar. “Berangkat dari rumah jam setengah tujuh dan pulang ke rumah sekitar jam empat sore.”

Diar memiliki empat orang anak dari hasil pernikahannya dengan sang istri. Dua di antaranya sudah berkeluarga, dan sisanya masih mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Yang dua sekarang masih pada sekolah SMA. Yang satu kelas XII. Satunya lagi baru masuk kelas X. Agak susah memang sama kondisi sekarang, sekolah daring, biaya buat sekolah agak nambah,” jelasnya.

Meski demikian, sampai saat ini ia masih terus bertahan dengan apa yang ia kerjakan. Diar yakin dalam niat dan usaha yang ia kerjakan untuk keluarga tidak akan sia-sia.

“Kalo mau berangkat itu saya suka pastiin dulu istri sama anak di rumah senyum enggak. Kalau senyum, saya berangkat kerja pun enak,” tutup Diar seraya tersenyum.

Berita Terkait

Pria asal Sukabumi berbuat kriminal di Bali terancam 5 tahun penjara
Angkutan Mitsubishi Colt Mini ludes terbakar di Pasar Parungkuda Sukabumi
Polisi grebek warung penjual miras di Sukabumi, pelaku diamankan
Jalan Kabupaten Sukabumi masih hancur, warga: Baligo Asep Japar ‘dicatat malaikat’, lebay
Pemburu satwa dilindungi di Jampang Kulon Sukabumi cabuti bulu Elang Brontok hidup
Ngeri! Rumah warga Sukabumi ambruk dipicu longsor
Gudang miras oplosan dan ilegal di Sukabumi digrebek polisi, ratusan botol disita
UI beri bantuan untuk pemulihan sosial dan lingkungan di Sukabumi

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:13 WIB

Pria asal Sukabumi berbuat kriminal di Bali terancam 5 tahun penjara

Rabu, 4 November 2026 - 13:19 WIB

Angkutan Mitsubishi Colt Mini ludes terbakar di Pasar Parungkuda Sukabumi

Senin, 2 November 2026 - 15:06 WIB

Polisi grebek warung penjual miras di Sukabumi, pelaku diamankan

Senin, 2 November 2026 - 03:00 WIB

Jalan Kabupaten Sukabumi masih hancur, warga: Baligo Asep Japar ‘dicatat malaikat’, lebay

Minggu, 1 November 2026 - 16:43 WIB

Pemburu satwa dilindungi di Jampang Kulon Sukabumi cabuti bulu Elang Brontok hidup

Berita Terbaru

Perayaan di Kastel Windsor karya Paul Sandby, dibuat pada 1776 - Ist

Khazanah

5 November: Guy Fawkes Night hingga papan permainan monopoli

Kamis, 5 Nov 2026 - 00:01 WIB