Ungkap chat aneh ayah kandung Nizam bocah Sukabumi tewas usai dianiaya, Lisnawati: Temperamental

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anwar Satibi, ayah Nizam Syafei - Ist

Anwar Satibi, ayah Nizam Syafei - Ist

sukabumiheadline.com – Kasus tewasnya Nizam Syafei (NS), remaja asal Kampung Leuwinanggung, Desa Bojongsari, Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang diduga dianiaya ibu tiri, memasuki babak baru.

Kekinian, ibu kandung almarhum NS, Lisnawati, melaporkan mantan suaminya, Anwar Satibi (AS), ke polisi.

Laporan tersebut disampaikan langsung oleh kuasa hukum ibu kandung korban, Krisna Murti, didampingi Mira Widyawati dan timnya, dengan nomor laporan STPL/B/106/II/2026/SPKT/Polres Sukabumi/Polda Jawa Barat. Baca selengkapnya: Ayah kandung Nizam tewas usai disiksa ibu tiri di Sukabumi dilaporkan mantan istri ke polisi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ibu kandung Nizam Syafei, Lisnawati, melaporkan Anwar Satibi ke Polres Sukabumi - sukabumiheadline.com
Ibu kandung Nizam Syafei, Lisnawati, melaporkan Anwar Satibi ke Polres Sukabumi – sukabumiheadline.com

AS dilaporkan atas dugaan kelalaian, kata Krisna, diperkuat oleh bukti percakapan singkat (SMS chat) yang dikirimkan AS kepada ibu kandung korban pada 17 Februari 2026, atau dua hari sebelum NS meninggal dunia.

Dalam percakapan tersebut, AS memberitahu Lisnawati melalui chat bahwa NS sedang sakit parah di rumah. Lisnawati kemudian meminta AS agar segera membawa NS ke rumah sakit.

Namun, chat Lisnawati yang menyarankan NS segera dibawa ke rumah sakit, justru dibalas AS dengan chat yang berisi kata-kata janggal dan terkesan menyepelekan nyawa sang anak. Sehingga, Lisnawati menilai AS telah mengabaikan keselamatan NS.

Chat-nya itu dalam bahasa Sunda, isinya menyampaikan bahwa Nizam ini sakit di rumah. Ibu (Lisnawati – red) bilang, kenapa enggak dibawa ke rumah sakit?” jelas Krisna Mukti.

“Ayahnya jawab, Biarin aja. Kalaupun dia (NS) meninggal (dunia), tinggal dikit (dimakamkan) di pemakaman keluarga dekat bapaknya si bapak ini (AS) begitu intinya,” imbuhnya.

Berita Terkait: Anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas

Empat tahun tak bertemu

Sementara itu, Lisnawati mengaku terakhir bertemu anaknya sekira empat tahun silam. Sejak saat itu, komunikasi dengan NS terputus karena dibatasi oleh AS.

“Saya sudah empat tahun tidak bertemu anak saya. Terakhir komunikasi juga empat tahun lalu, setelah itu tidak ada sama sekali,” tutur Lisnawati dengan suara bergetar.

Baca Juga :  Penduduk miskin Kota Sukabumi naik, ranking berapa se-Jawa Barat?

Lisnawati mengatakan dirinya tinggal di Cianjur. Ia mengaku sempat mengantar anaknya ke pesantren empat tahun lalu, namun hanya sebatas mengantar tanpa dapat berinteraksi lebih jauh.

Berita Terkait: Ayah bocah Sukabumi dianiaya ibu tiri ungkap fakta Nizam sebelum meninggal dunia

AS temperamental 

Adapun terkait informasi yang menyebutkan anaknya menderita leukemia, Lisna justru meragukannya. Ia menilai ada sejumlah kejanggalan dengan kondisi kesehatan anaknya sebelum meninggal.

Lisna juga mengungkapkan bahwa ayah almarhum memiliki sifat temperamental selama mereka hidup bersama. Ia mengaku kerap mengalami kekerasan fisik dan psikis oleh AS, bahkan saat dirinya tengah mengandung NS.

“Waktu saya hamil, saya sering dipukul, dijambak. Dia pernah bilang lebih baik saya dan anak saya meninggal saja,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Lisna hanya bisa menyampaikan doa terbaik untuk putra tercintanya.

“Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anak saya,” tutupnya.

Ayah kandung dinilai lalai

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, Lisnawati, didampingi tim kuasa hukumnya, resmi melaporkan AS ke Polres Sukabumi atas dugaan kelalaian dan penelantaran anak.

Krisna Murti menegaskan, kliennya melapor sebagai seorang ibu yang kehilangan anaknya dalam kondisi tidak wajar. Menurutnya, ada dugaan kuat adanya pembiaran dan kelalaian yang dilakukan oleh AS terhadap NS.

“Dari awal bahwa klien kami, seorang ibu yang kehilangan anaknya. Artinya bahwa dia melapor sebagai korban yang telah kehilangan anaknya. Jadi patut diduga adanya kelalaian dan pembiaran di sini, maka klien kami menguasakan kepada kami untuk melaporkan saudara AS,” ujar Krisna Murni.

Baca Juga: Mimpi buruk ibu tiri: Dari tragedi Arie Hanggara 1984 hingga Nizam asal Sukabumi 2026

NS, anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas
Nizam Syafei, anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas – Ist

Sementara itu, kata Krisna laporan terhadap ayah kandung murni terkait dugaan kelalaian dan penelantaran, bukan pembunuhan berencana. Ia mengeklaim kliennya kerap dihalang-halangi. Bahkan, kepada korban disebut ibu kandungnya telah meninggal dunia.

Baca Juga :  Miris, bocah 11 tahun di Gunungguruh Sukabumi alami gizi buruk dan TBC

“Klien kami mengalami trauma berat. Sejak mengandung hingga berpisah, ia kerap mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Kondisi itu membuatnya takut dan trauma untuk mendekati anaknya,” tambahnya.

Kuasa hukum juga menyinggung adanya perubahan kondisi fisik NS selama berada di bawah pengasuhan ayahnya. Mereka mempertanyakan mengapa kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut, meski terlihat adanya luka lebam dan dugaan luka bakar di tubuh korban.

“Atas dasar itu, pasal yang kami laporkan adalah Pasal 76B juncto Pasal 77B Undang-Undang Perlindungan Anak, terkait pembiaran dan penelantaran,” tegasnya.

Baca Juga: Pesan ayah bocah tewas dianiaya ibu tiri di Sukabumi untuk semua pasangan suami istri

Laporkan ibu tiri

Ayah kandung Nizam Syafei, Anwar Satibi dan TR (ibu tiri NS) - Ist
Ayah kandung Nizam Syafei, Anwar Satibi dan TR (ibu tiri NS) – Ist

Tidak hanya itu, pihak kuasa hukum juga menyampaikan bahwa terdapat dua laporan polisi dalam kasus ini. Selain laporan terhadap ayah kandung, laporan lain juga dilayangkan terhadap ibu tiri korban, TR (47), atas dugaan pembunuhan berencana. Baca selengkapnya: Polres Sukabumi temukan unsur pidana kematian Nizam, ibu tiri: Karena takdir

“Terhadap ibu tirinya kita laporkan dengan dugaan pembunuhan berencana. Karena ada dugaan seperti itu, seperti pernyataan dari Reza Indragiri (Ahli Psikologi Forensik) yang menyampaikan demikian, jadi dugaan itu bisa saja terjadi,” tegasnya.

Pihak kuasa hukum berharap kepolisian dapat segera memproses laporan tersebut secara cepat dan transparan. Apalagi, kasus ini telah menjadi perhatian berbagai pihak.

“Kasus ini sudah menjadi atensi DPR RI Komisi III, dan KPAI juga telah memberikan perhatian serius,” tutur Krisna. Kasus kematian Nizam juga mendapatkan atensi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia bahkan mengaku sempat menangis melihat video Nizam ketika di rumah sakit. Baca selengkapnya: Bikin nangis Wakil Ketua Komisi III DPR RI, minta ibu tiri Nizam di Sukabumi jadi tersangka

Berita Terkait

Ayah bocah Sukabumi dianiaya ibu tiri ungkap fakta Nizam sebelum meninggal dunia
Pesan ayah bocah tewas dianiaya ibu tiri di Sukabumi untuk semua pasangan suami istri
Polres Sukabumi temukan unsur pidana kematian Nizam, ibu tiri: Karena takdir
Hasil visum Nizam, bocah Sukabumi dianiaya ibu tiri sebelum meninggal dunia
Tangis pria asal Sukabumi korban begal motor modus ludahi pelaku
Anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas
Malam ini dua kali gempa guncang Sukabumi
Awal Ramadhan, demo ribuan buruh PT Muara Tunggal Cibadak Sukabumi

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 02:02 WIB

Ungkap chat aneh ayah kandung Nizam bocah Sukabumi tewas usai dianiaya, Lisnawati: Temperamental

Selasa, 24 Februari 2026 - 05:00 WIB

Ayah bocah Sukabumi dianiaya ibu tiri ungkap fakta Nizam sebelum meninggal dunia

Selasa, 24 Februari 2026 - 02:33 WIB

Pesan ayah bocah tewas dianiaya ibu tiri di Sukabumi untuk semua pasangan suami istri

Senin, 23 Februari 2026 - 03:27 WIB

Polres Sukabumi temukan unsur pidana kematian Nizam, ibu tiri: Karena takdir

Minggu, 22 Februari 2026 - 23:47 WIB

Hasil visum Nizam, bocah Sukabumi dianiaya ibu tiri sebelum meninggal dunia

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131