SUKABUMIHEADLINES.com – Ada yang unik dari ajang Olimpiade Tokyo 2020 yang tengah di gelar. Medali yang diberikan kepada para pemenang, terbuat dari hasil daur ulang limbah elektronik. Medali-medali tersebut merupakan hasil pengolahan dari perangkat usang, seperti ponsel dan laptop.
Ada Sekitar 78.000 ton limbah elektronik yang telah dikumpulkan oleh berbagai otoritas Jepang, perusahaan swasta, dan para atlet nasional maupun internasional.
Sebagian limbah elektronik tersebut berasal dari lebih dari 6 juta ponsel bekas yang dikumpulkan di toko-toko NTT Docomo, operator seluler Jepang yang menjual ponsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada 90 persen kota, kota kecil dan desa di Jepang yang berpartisipasi dengan mendirikan situs penjemputan donasi limbah tersebut. Dan ada ratusan ribu warga Jepang mendonasikan perangkat elektronik lama mereka.
Selain lewat NTT Docomo, pengumpulan limbah elektronik juga dilakukan melalui beberapa posko pengumpulan yang juga tersebar di berbagai tempat umum di Jepang, seperti kantor pos.
Dari situs resmi Olimpiade, diketahui bahwa pengumpulan limbah ini ternyata sudah dilakukan sejak 1 April 2017 hingga 31 Maret 2019.
“Kampanye daur ulang menghasilkan 70 pon atau 32 kilogram emas, 7.700 pon perak dan 4.850 pon perunggu. Semuanya dari hampir 80 ton perangkat listrik kecil ponsel dan laprop lama,” kata Kamizawa dikutip dari teknologi.bisnis.com.
Sejak tahun 1912 silam, panitia Olimpiade telah menentukan bahwa pembuatan medali emas tidak boleh sepenuhnya terbuat dari emas karena menghindari pencurian dan perdagangan. Namun, sebuah medali emas minimal harus ada 6 gram emas murni.
Sedangkan dalam Olimpiade Tokyo 2020 ini, medali emas terbuat dari 6 gram emas dan 92,5 persen sisanya terbuat dari perak, medali perak terbuat dari murni perak, dan medali perunggu terbuat dari 5 persen seng dan 95 persen tembaga.