Usia 6 Tahun, Ambulance Puskesmas Cicurug Sukabumi Sudah Tak Bisa Difungsikan

- Redaksi

Senin, 20 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambulance di Puskesmas Cicurug I Istimewa

Ambulance di Puskesmas Cicurug I Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com l CICURUG – Satu unit ambulance sudah satu bulan tidak bisa digunakan. Ambulance merek Tata jenis Super Ace tersebut adalah satu dari dua unit ambulance yang dimiliki Puskesmas Cicurug di Jl. Raya Siliwangi No.113, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Menurut Hasim, Bagian Aset di Puskesmas Cicurug, ambulance tersebut memang sudah sebulan terparkir dan sudah tidak bisa digunakan lagi akibat kesulitan sparpart.

“MobiI ini merek Tata, Super Ace. Masalahnya bengkel resmi Tata sudah gak ada di Sukabumi, jadikami terkendala susah mencari sparepart,“ kata Hasim kepada sukabumiheadlines.com, Senin (20/9/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditambahkan Hasim, ambulance tersebut sudah tidak bisa difungsikan lagi karena suhu amphere-nya cepat naik.

“Hari ini, kalau mobil ini dipakai, amphere suhunya cepat naek atau cepat panas. Dipakai sampai Parungkuda saja udah nge-hang,“ pungkas dia.

Diakui Hasim, Puskesmas Cicurug saat ini memiliki dua unit ambulance, satu unit masih bisa layak jalan, semenatara satu unit lagi dalam kondisi mogok.

“Ada dua unit ambulance, satu unit mogok. Idealnya memang kami memiliki cadangan,“ katanya.

Sementara, Kepala Puskesmas Cicurug dr Dini Desti Susanti mengatakan, meskipun secara fisik masih berada di Puskesmas Cicurug, tapi secara administrasi sudah dilakukan pengembalian.

“Ini ambulance sudah kami kembalikan ke Dinkes (Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi-red) kalau secara pengadministrasian, tapi fisiknya memang masih ada di kami,“ ungkap Dini.

Sekadar informasi, unit ambulance dengan nomor polisi F 9979 U tersebut, diterima Puskesmas Cicurug sejak tahun 2015 lalu, dan saat ini sudah satu bulan tidak layak untuk difungsikan.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB