sukabumiheadline.com – Jagad media sosial (medsos) belakangan ini diramaikan oleh momen sejumlah pria yang mengabadikan ketika menyambut sahabat masa kecil mereka bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB, Nyomplong, Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Meski demikian, di caption video tidak dijelaskan detail dari mana mereka berasal. Netizen fokus ke momen pertemuan mereka di video yang telah ditonton hampir satu juta kali itu.
Suasana penuh haru tersebut pun
mencuri perhatian banyak orang.
Berdasarkan unggahan akun TikTok
@ikename, pemilik akun yang merekam
kejadian itu merasa bersyukur karena
sahabatnya kembali dalam kondisi sehat
wal afiat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“POV: jemput sahabat kecil menghirup
udara segar. Alhamdulilah sehat. Alhamdulillah Ya Allah kau kembalikan sahabat saya dengan sehat tanpa kurang satu apa pun. Semoga ke depannya menjadi pelajaran dan awal yang baik untuk menata hidup yang lebih baik. Aamiin,” tulisnya di caption.
Dalam unggahannya, terlihat para pria
tersebut begitu bahagia saat teman
mereka akhirnya kembali berkumpul
bersama. Mereka saling tertawa dan
berkali-kali mengucapkan alhamdulillah.
Unggahan itu langsung dibanjiri
komentar netizen. Banyak yang menilai
pertemanan seperti itu biasanya tetap
solid meski sedang berada dalam
kesulitan.
“Bersukur Mang boga babaturan masih
keneh nyaah masih keneh ngadampingi
di saat keur susah. trpuruk (bersyukur, mang, punya teman masih sayang, masih mendampingi di saat susah dan terpuruk – red),” tulis akun @andicipey.
“Uing mah aslina ka alaman jiga kiyeu salila uing di jero euweuh babaturan nu ngalongo hiji ge aslina nepi ka bebas na euweuh nu datang ka imah ge (saya mah aslinyaa mengalami seperyink selama saya di dalam (penjara) tidak adaa teman yang menjenguk satu pun. Sampai saya bebas, tidak ada yang datang ke rumah – red).”
“Nepi ka ayeuna uing ngajauhan nU ngaran babaturan padahal hirup jng babaturan lain satahun. dua tahun geus puluhan tahun.. nyesek Mang aslina (sampai sekarang saya menjauh dari yang namanya teman. Padahal, hidup dengan mereka bukan setahun dua tahun, sudah puluhan tahun. Nyesek, mang, aslinya – red),” pungkasnya.









