sukabumiheadline.com – Hotman Paris Hutapea kembali menjadi sorotan publik setelah resmi bergabung sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Keputusan pengacara kondang tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat, termasuk komentar yang datang dari putranya sendiri, Frank Alexander Hutapea.
Di tengah ramainya perdebatan di media sosial, Frank secara terbuka mengungkapkan rasa kecewanya terhadap langkah sang ayah. Tanggapan tersebut muncul setelah seorang warganet mengomentari alasan Hotman Paris yang mengaku tidak mengharapkan bayaran dalam menangani perkara Febrie Adriansyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Komentar Frank pun sontak menjadi perhatian karena dinilai cukup keras dan menyentil citra yang selama ini melekat pada sang ayah. Perbincangan bermula dari unggahan seorang netizen yang mempertanyakan keputusan Hotman Paris menerima perkara eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
“Hotman Paris bilang bayarannya super mahal, gak harap bayaran dari ex-jampidsus Febrie Adriansyah. Tapi tetep ambil kasus yang ada 74 kg emas batangan sebagai barang bukti. Semahal-mahal fee-nya pengacara, emang ada pengacara yang denger segitu banyak emas, matanya gak ijo?” tulis seorang warganet, dikutip Ahad (19/7/2026).
Komentar tersebut kemudian dibalas langsung oleh Frank Alexander Hutapea. Ia bahkan menyebut sang ayah hanya sedang membangun pencitraan. Bahkan menyinggung angpao pernikahan saudaranya, Fritz Hutapea, yang juga diambil oleh Hotman Paris.
“Halah kebanyakan pencitraan Fritz Married aja angpaonya lo ambil ala ala gak mau duit,” tulis Frank Alexander.
Tak berhenti sampai di situ, Frank kembali melontarkan kritik yang lebih tajam. Ia menilai kegiatan bantuan hukum gratis yang selama ini dikenal melalui program Hotman 911 hanyalah bagian dari strategi pemasaran.
“Orang miskin itu cuman dijadiin senjata marketing aja. He never really care he only care about being center of attention,” tulis Frank.
Frank juga menyampaikan pendapatnya terkait akun media sosial Hotman 911. Menurutnya, akun tersebut sebaiknya ditutup.
“Tutup aja ini ig pengais keadilan marketing ala ala buat jualan alcohol di holywings lebih hina dari hina,”katanya lagi.
Sebelumnya, Hotman Paris telah menjelaskan alasan dirinya menerima permintaan menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah.
Dalam konferensi pers, ia memastikan bahwa Febrie telah resmi menandatangani surat kuasa.
“Yang pertama, benar bahwa hari ini Pak Febrie sudah tanda tangan di surat kuasa. Ada dua tim kuasa hukum,” ujar Hotman Paris.
Ia juga menjelaskan bahwa kliennya telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dan tidak dilakukan penahanan setelah pemeriksaan selesai.
“Hari ini sudah di-BAP ada 18 pertanyaan. Delapan belas pertanyaannya sudah dijawab dengan baik dan kesimpulannya tidak ada penahanan. Diperiksa sebagai tersangka dan tidak ada penahanan hari ini,” kata Hotman.
Hotman menegaskan bahwa keputusannya menangani perkara tersebut bukan karena faktor materi. Menurutnya, selama puluhan tahun ia telah menangani berbagai perkara besar, termasuk menjadi pengacara Presiden Prabowo Subianto.
“Sekarang kenapa seorang Hotman Paris yang sudah sukses mau? Ingat, saya 25 tahun sebagai pengacaranya Prabowo. Semua perkara besar dia, termasuk adiknya Hashim, saya yang pegang,” ungkapnya.
Ia mengatakan, alasan utama menerima perkara tersebut adalah karena melihat kontribusi Febrie Adriansyah selama menjabat sebagai Jampidsus.
Menurut Hotman, keberhasilan Febrie dalam mengembalikan aset negara dan kerugian negara menjadi pertimbangan yang membuatnya merasa terpanggil memberikan pendampingan hukum.
“Saya melihat benar-benar saya merasa miris. Karena Jampidsus itu adalah yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo karena dengan dia negara mendapatkan sebagai Satgas PKH Rp300 triliun. Kemudian pengembalian kerugian negara dapat Rp130 triliun. Sudah Rp430 triliun kembali,” tutur Hotman.
Hotman juga membantah anggapan bahwa dirinya menerima perkara tersebut karena mengincar honorarium besar.
“Itulah alasannya saya terpanggil. Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini, karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal. Bayaran saya super mahal di Indonesia,” ujar Hotman.









