Wah, Ada Air Mancur dari Lantai Pasar Pelita Kota Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 20 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMIHEADLINES.com l Sebuah kejanggalan di Pasar Pelita diunggah di media sosial Facebook, dimana terlihat air menyembur dari lantai salah satu lantainya. Video semburan air berdurasi 45 detik tersebut diunggah akun Firman Firdaus di grup media sosial Facebook pada Sabtu (19/2/2022) pukul 20.00 WIB.

Tak ayal, postingan tersebut mengundang beragam komentar warganet. Pantauan sukabumiheadlinea.com hingga tulisan ini dibuat, unggahan tersebut sudah lebih dari 20 kali dibagikan.

Meskipun pengunggah tidak menyebut lokasi lersis dalam statusnya, tapi hampir semua warganet menyebut lokasi semburan air terjadi di pasar yang baru selesai dibangun itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Wow indahnya aya air mancurna (wow indahnya, ada air mancurnya-red),” tulis Bella Ichan’s dalam kolom komentar.

“Alhamdulillah geuning pasar teh aya air mancuran,, ameh barudak jongjon ngojay sabet inung na balanja (Alhamdulillah ternyata pasar tuh ada air mancurnya, biar anak-anak nyaman berenang saat ibunya belanja-red),” timpal Hesti Aryati.

“Nya cek urang ge naon bahela pasar pelita teh rek di ayakeun kolam renang jeng bioskop, di luhur, Tah eta jadi ke anu meli teh bari ngojay meli sayuran teh (tuh kan, kata saya juga apa dulu, bakal tersedia kolam renang dan bioskop di lantai atas Pasar Pelita, jadi nanti yang beli sayuran bisa sekalian berenang-red),” kata Vijey Abdul Azis.

“Alhamdulillah cai melimpah ruah nya berarti.. mudah-mudahan nyonong video ieu akan ada Evaluasi, sae na mah kintun video na oge ke PJ Pasar na.. pasti akan di perbaiki menurut abdi mah (Alhamdulillah airnya melimpah ruah ya. Mudah-mudahan dengan ada video ini akan ada evaluasi. Bagusnya kirim juga ke PD pasarnya pasti akan diperbaiki, menurut saya,-red)” tulis Aba Hanif.

Belum diketahui sumber air berasal, apakah dari saluran pembuangan dalam kondisi hujan atau dari saluran air bersih milik PDAM yang bocor.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB