Warga Sukabumi Berharap Hujan Segera Turun, Tapi di Jampang Tengah Malah Was-was

- Redaksi

Senin, 25 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com l JAMPANG TENGAH – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memprediksi pada September 2023 merupakan puncak kemarau panjang. Dengan demikian, menurut perkiraan BMKG, Oktober tahun ini wilayah Sukabumi dan lainnya akan mulai diguyur hujan.

Meskipun bagi sebagian besar warga hujan merupakan berkah tersendiri, namun banyak pengendara di wilayah Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat justru merasa was-was apabila musim penghujan segera tiba.

Pasalnya menurut salah seorang warga, Satrio Setia, Jalan Provinsi di wilayahnya sudah bertahun-tahun dibiarkan rusak dan hingga kini belum tersentuh perbaikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jalan Provinsi lintas Jampang Tengah – Cikembar, Pangleseran rusak parah. Sekarang saja musim kemarau, akibat jalan rusak ini sudah sangat merugikan kami sebagai pengguna jalan, apalagi kalau nanti musim hujan,” kata Satrio kepada sukabumiheadline.com, Ahad (24/9/2023).

“Yang paling parah di ruas Padabeunghar sampai ke Bojonghaur, kalau jenis sedan sudah pasti sulit untuk lewat karena selain banyak bolong, jalannya juga bergelombang,” keluhnya.

Satrio menyebut kerusakan jalan tersebut sudah hampir 10 tahun tidak diperbaiki.

“Ada sedikit sedikit diperbaiki, tapi jadi percuma karena banyak kendaraan bertonase berat yang lewat dalam 24 jam. Gak lama juga rusak lagi,” kata Satrio.

“Gimana mau diperbaiki, bupati saja kalau mau ke Jampang Tengah gak mau lewat sini,” tambahnya.

Satrio juga mengaku tidak tahu bagaimana koordinasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pasalnya, sudah dua periode Bupati Sukabumi, Marwan Hamami tidak ada perbaikan jalan ke daerahnya.

“Bupati kalau mau ke Jampang aja memilih memutar lewat Sagaranten atau Palabuhanratu,” kata Satrio.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa (saat itu) Ridwan Kamil berjanji Jalan Provinsi di wilayah Jampang Tengah akan diperbaiki pada awal tahun 2024. Baca lengkap: Jalan Rusak di Jampang Tengah Sukabumi Diperbaiki Awal Tahun Depan

Berita Terkait

Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU
Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes
Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19
Kholid Jaelani, pria asal Sukabumi meninggal dunia di kawasan IKN
12 anak di bawah umur di Sukabumi dicabuli lansia 72 tahun, imbalan Rp2 ribu
Wafa dan Kania, dua perempuan pelajar Sukabumi tewas tenggelam di pantai
Mahasiswa KKN keluhkan jalan hancur di Cibitung Sukabumi
Pacaran sama maling asal Medan, Wanita Sukabumi dianiaya dan diintimidasi hingga trauma

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:05 WIB

Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:58 WIB

Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:20 WIB

Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:37 WIB

Kholid Jaelani, pria asal Sukabumi meninggal dunia di kawasan IKN

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:42 WIB

12 anak di bawah umur di Sukabumi dicabuli lansia 72 tahun, imbalan Rp2 ribu

Berita Terbaru

Serba bambu, peneliti ITB kembangkan rumah bambu modular tahan gempa bumi - ITB

Teknologi

Peneliti ITB kembangkan rumah bambu interlock tahan gempa bumi

Minggu, 26 Jul 2026 - 17:37 WIB

Ilustrasi seorang warga miskin menjadi terdakwa di pengadilan - sukabumiheadline.com

Hukum

Hukum di Indonesia seperti golok, Mantan Ketua MK: Suram

Minggu, 26 Jul 2026 - 03:40 WIB

Sukabumi

Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:58 WIB