Waspada! Begini Cara Begal Bunuh Anggota Ormas di Ciemas Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 7 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku begal di Ciemas ditangkap di Cisaat. l Istimewa

Pelaku begal di Ciemas ditangkap di Cisaat. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l CIEMAS – Warga Kampung Margamukti, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, digegerkan penemuan mayat pria dalam kondisi membusuk di parit Jalan Raya Girimukti, Rabu (3/8/2022) pagi sekira pukul 10.00 WIB.

Informasi diperoleh, saat ditemukan pria tersebut mengenakan kaos Teluh Jampang, celana jeans, dan tanpa identitas.

Kades Girimukti, Akung Samsudin membenarkan penemuan mayat tersebut. Menurutnya, saat ditemukan jasad Salman sudah membusuk. Bagian kepala tinggal tengkorak, serta ditemukan helm di sekitar tempat penemuan. Baca Lengkap: Tubuh Anggota Ormas di Sukabumi Ditemukan Sudah Membusuk

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui, korbanseorang anggota Ormas Gasak bernama Salman (35), warga Kecamatan Simpenan. Sehari hari, korban berprofesi sebagai tukang ojek.

Kekinian, pelaku begal dan pembunuhan di Ciemas Tersebut berhasil dibekuk jajaran Reskrim Polsek Cisaat, di-backup Reskrim Polda Jawa Barat.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah mengatakan, tersangka berinisial V berhasil diamankan di Mapolsek Cisaat karena tersandung kasus penipuan. Baca Lengkap: Begal Bunuh Anggota Ormas di Ciemas Sukabumi Dibekuk Polisi karena Ini

Kronologi Pembunuhan Salman

Dijelaskan Dedy, kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang dialami Salman, seorang tukang ojek yang tewas dengan luka tusuk pada bagian perut akibat benda tajam, terjadi pada Rabu (3/8/2022) lalu.

Diketahui, korban sempat dinyatakan hilang selama hampir dua pekan, sejak 23 Juli 2022, sebelum kemudian ditemukan tak bernyawa di sebuah parit.

“Dimulai 3 Agustus kemarin, ada penemuan mayat di Kampung Balewer, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas. Setelah kami melakukan autopsi dan pemerikasaan, korban bernama Salman mengalami luka tusuk di bagian perut mengenai tulang iga,” papar Dedy.

Lanjut Dedy, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban pada 23 Juli 2022 membawa penumpang berinisial V sekitar jam 14.00 WIB yang meminta untuk diantarkan ke Girimukti.

Namun, dalam perjalanan V meminta turun untuk alasan gendak buang air kecil.

Selanjutnya, terjadi adu mulut dengan korban. Kemudian pelaku mengambil senjata tajam di dalam tasnya, lalu melakukan penusukan serta mendorong korban ke pinggir jalan hingga terjatuh ke jurang pinggir jalan Sabuk Geopark Loji – Palangpang.

“Setelah itu korban mengambil kalung, STNK dan kendaraan korban,” kata Dedy. Sementara, kendaraan hasil pencurian tersebut digadaikan dengan harga empat juta Rupiah,” jelasnya.

Menurut Dedy, polisi menghitung sejak korban pertama kali dinyatakan menghilang dengan mencari tahu siapa yang jadi penumpang terakhir korban.

“Kita sudah menghitung dari waktu kejadian siapa yang naik terakhir atau menjadi penumpang, didapatlah inisialnya pada 5 Agustus 2022,” ungkap dia.

“Tim di lapangan dan tim pemeriksa bersama Reskrim Polda melakukan pengejaran dan pelaku ditangkap di daerah Cisaat,” terangnya.

Karena Alasan Tuntutan Ekonomi 

Adapun motif pelaku, kata Dedy, melakukan perbuatannya karena tuntutan ekonomi.

Namun anehnya, pelaku yang juga terjerat kasus penipuan, itu justru mengaku kendaraan korban telah digadaikan dan uangnya digunakan untuk berfoya foya. “Uang empat juta digunakan untuk foya foya,” kata Dedy.

“Adapun, barang bukti yang ditemukan satu helm warna hijau milik korban, kaca mata warna ungu milik pelaku yang tertinggal di TKP, baju dan sepatu korban,” pungkas Kapolres Sukabumi.

Karena perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 365 pencurian dengan kekerasan ancaman hukuman 15 tahun.

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Sukabumi bentuk Pansus perubahan Perumda TJM
Jalan Kabupaten Sukabumi hancur kaca jendela ikut hancur, warga minta bupati tanggung jawab
90% dari 39 kasus PMI asal Sukabumi berangkat ilegal
Puncak Habibie Sukabumi terbakar, kobaran api kian meluas
Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU
Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes
Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19
Kholid Jaelani, pria asal Sukabumi meninggal dunia di kawasan IKN

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:07 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi bentuk Pansus perubahan Perumda TJM

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:30 WIB

Jalan Kabupaten Sukabumi hancur kaca jendela ikut hancur, warga minta bupati tanggung jawab

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:18 WIB

90% dari 39 kasus PMI asal Sukabumi berangkat ilegal

Senin, 27 Juli 2026 - 22:36 WIB

Puncak Habibie Sukabumi terbakar, kobaran api kian meluas

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:05 WIB

Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU

Berita Terbaru

Gajah logo Partai Republik vs Kuda logo Partai Demokrat - Ist

Internasional

Hampir 50 persen warga AS bosan calon dari parpol

Kamis, 6 Agu 2026 - 07:20 WIB

Semen Kujang sponsori Persib Bandung - Ist

Bisnis

Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang

Rabu, 5 Agu 2026 - 18:36 WIB